home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Manfaat Minyak Calendula untuk Kulit yang Belum Banyak Diketahui

Manfaat Minyak Calendula untuk Kulit yang Belum Banyak Diketahui

Meski belum banyak dikenal, minyak calendula punya segudang manfaat untuk kesehatan. Minyak yang satu ini diekstrak dari bunga marigold (Calendula officinalis) yang banyak digunakan sebagai pengobatan tambahan atau alternatif. Simak ulasannya berikut ini.

Beragam manfaat minyak calendula

memencet jerawat

Agar tak penasaran, di bawah ini merupakan manfaat minyak calendula untuk kulit yang sayang jika dilewatkan.

1. Mempercepat penyembuhan luka

Minyak calendula terbukti memiliki manfaat untuk mempercepat penyembuhan luka.

Penelitian menemukan kombinasi salep lidah buaya atau calendula dengan obat yang diberikan dokter mampu mempercepat proses penyembuhan luka robekan bekas jalan lahir.

2. Mencegah infeksi

Minyak calendula bisa mencegah infeksi akibat gigitan serangga, lecet, luka kecil, dan luka bakar ringan.

Seorang konsultan nutrisi sekaligus penulis buku Prescription for Herbal Healing, Phyllis A. Bach, menyatakan bahwa salah satu manfaat minyak calendula yaitu membunuh bakteri Staphylococcus aureus.

Bakteri ini biasanya menjadi penyebab infeksi pada lecet, luka bakar, dan luka potong. Namun, minyak yang satu ini tidak dianjurkan dipakai untuk mengatasi luka yang cukup dalam dan luka bakar parah.

3. Mengatasi jerawat

Sebuah penelitian pada 2011 menemukan faka bahwa ekstrak calendula cukup efektif mengobati dan mencegah jerawat.

Untuk membuktikan keefektifannya, Anda bisa mencari produk perawatan wajah yang mengandung minyak calendula. Meski demikian, masih diperlukan penelitian lanjutan untuk mendukung manfaat minyak ini pada jerawat.

4. Mengatasi masalah kulit lainnya

Manfaat minyak calendula juga bisa dirasakan untuk Anda yang memiliki masalah pada kulit seperti eksim (dermatitis atopik) dan psoriasis. Kandungan antiradangnya cukup efektif jika dioleskan secara langsung ke area yang bermasalah.

Selain itu, kandungan triterpenoid di dalam minyak calendula mampu bekerja efektif untuk kondisi seperti kulit kering, eksim (dermatitis atopik), hingga wasir. Bahkan, manfaat minyak calendula juga bisa dilihat pada bayi yang mengalami ruam popok.

Cukup oleskan minyak calendula pada area yang mengalami masalah kulit sebanyak dua kali sehari. Namun, konsultasikan dulu pada dokter sebelum mengoleskan minyak ini, terutama pada bayi.

Setelah tahu manfaat, pertimbangkan dulu sebelum pakai minyak calendula

mengobati infeksi saluran kencing

Secara umum minyak calendula aman digunakan. Mengingat banyak manfaat minyak calendula, akan sayang jika Anda melewatkannya begitu saja. Namun, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan sebelum menggunakannya, yaitu sebagai berikut.

  • Tidak digunakan oleh wanita hamil dan menyusui, baik untuk diminum maupun dioleskan.
  • Bisa muncul reaksi alergi pada orang yang sensitif terhadap tanaman dari famili Asteraceae atau Compositae seperti marigold, krisan, dan aster.
  • Lakukan tes alergi sebelum menggunakannya ke bagian tubuh yang bermasalah.
  • Jangan minum minyak calendula dua minggu sebelum operasi karena bisa menyebabkan kantuk parah.
  • Tidak meminumnya dengan obat penenang jenis apa pun.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Akhtar, N., Zaman, S. U., Khan, B. A., Amir, M. N., & Ebrahimzadeh, M. A. (2011). Calendula extract: effects on mechanical parameters of human skin. Acta poloniae pharmaceutica, 68(5), 693–701.

Calendula – Memorial Sloan Kettering Cancer Center. Mskcc.org. (2021). Retrieved 18 March 2021, from https://www.mskcc.org/cancer-care/integrative-medicine/herbs/calendula.

Diaper rash – Mayo Clinic. Mayoclinic.org. (2021). Retrieved 18 March 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/diaper-rash/symptoms-causes/syc-20371636.

Mishra, A., Mishra, A., & Chattopadhyay, P. (2012). Assessment of In vitro Sun Protection Factor of Calendula Officinalis L. (Asteraceae) Essential Oil Formulation. Journal of young pharmacists : JYP, 4(1), 17–21. https://doi.org/10.4103/0975-1483.93575.

Panahi, Y., Sharif, M. R., Sharif, A., Beiraghdar, F., Zahiri, Z., Amirchoopani, G., Marzony, E. T., & Sahebkar, A. (2012). A randomized comparative trial on the therapeutic efficacy of topical aloe vera and Calendula officinalis on diaper dermatitis in children. TheScientificWorldJournal, 2012, 810234. https://doi.org/10.1100/2012/810234.

Pommier P, et al. (2004). Phase III randomized trial of Calendula officinalis compared with trolamine for the prevention of acute dermatitis during irradiation for breast cancer. Journal of Clinical Oncology. https://doi.org/10.1200/JCO.2004.07.063.

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Widya Citra Andini
Tanggal diperbarui 18/03/2021
x