backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan

Lumut Laut untuk Kulit, Kenali 6 Manfaatnya hingga Efek Sampingnya

Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro · General Practitioner · Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI)


Ditulis oleh Larastining Retno Wulandari · Tanggal diperbarui 07/09/2023

    Lumut Laut untuk Kulit, Kenali 6 Manfaatnya hingga Efek Sampingnya

    Laut adalah sumber bahan-bahan alami yang memiliki khasiat bagi kesehatan. Salah satu kekayaan laut yang potensial untuk perawatan kulit adalah lumut laut.

    Apa itu lumut laut?

    Lumut laut atau lumut Irlandia adalah alga merah yang bisa ada di pantai berbatu di wilayah Atlantik Utara.

    Lumut dengan nama ilmiah Chondrus crispus ini mengandung carrageenan (karaginan) yang berguna untuk formulasi produk skincare seperti pelembap.

    Warna merah pada lumut Irlandia memiliki kandungan yang baik untuk kesehatan kulit, yaitu lutein, zeaxanthin, dan beta-karoten.

    Selain itu, inilah kandungan lumut laut lainnya yang baik untuk kulit:

    • peptide,
    • asam amino,
    • sulfur,
    • vitamin K, dan
    • zinc.

    Manfaat lumut laut untuk kulit

    lumut laut untuk mempercepat penyembuhan luka di kulit

    Lumut laut yang kaya nutrisi tentu membawa segudang kebaikan untuk kulit.

    Inilah potensi manfaat yang bisa Anda dapatkan saat memakai produk perawatan dengan kandungan yang berasal dari lumut Irlandia.

    1. Menjaga kelembapan kulit

    Bila Anda memiliki kulit kering, Anda bisa memilih produk skincare dengan kandungan lumut laut.

    Melansir riset dari jurnal Marine Drugs, kandungan karaginan memberikan tekstur gel kaya air yang berguna untuk menghidrasi kulit. 

    Kandungan peptide mampu bekerja dengan cara menutrisi kulit dan menambah kelembapan.

    Selain itu, asam amino  menambah kadar penyusun pelembap alami kulit. 

    2. Melindungi dari paparan polusi

    Polusi merupakan salah satu radikal bebas yang membuat kulit cepat rusak. Untuk itu, tubuh memerlukan antioksidan agar terlindungi dari kerusakan.

    Rupanya, lumut Irlandia ini bisa mengurangi risiko kerusakan kulit akibat polusi.

    Menurut Journal of King Saud University Science, tanaman ini mengandung senyawa flavonoid dan polifenol yang bekerja sebagai antioksidan.

    Kedua kandungan ini bisa menghambat kerusakan kulit akibat radikal bebas yang berasal dari polusi.

    3. Mengontrol kadar minyak

    Selain untuk kulit kering, lumut Irlandia ini memiliki manfaat untuk kulit berminyak.

    Lumut laut kaya akan sulfur yang bekerja dengan menyerap minyak berlebih pada kulit. Penggunaan yang rutin bisa membuat kulit berminyak teratasi.

    Pada kulit berminyak, sel-sel kulit mati biasanya sulit untuk terangkat selama regenerasi kulit sehingga menyumbat pori-pori. 

    Nah, sulfur juga bisa membantu mengangkat sel-sel kulit mati. Alhasil, Anda bisa terhindar dari masalah kulit yang disebabkan kulit berminyak.

    4. Menangkal penuaan dini

    Karaginan dalam lumut laut membantu menyamarkan tanda-tanda penuaan kulit

    Senyawa ini mampu menghambat enzim collagenase dan elastinase yang membuat kulit berkerut dan kendur.

    Kandungan lutein dan zeaxanthin pada lumut laut juga meningkatkan kelembapan, elastisitas kulit, serta menyamarkan noda penuaan.

    Jadi, jenis lumut ini berpotensi untuk menghambat munculnya kerutan dan menjaga kulit tetap kencang.

    5. Menghambat pertumbuhan jerawat

    Lumut laut kaya akan sulfur yang menghambat pertumbuhan bakteri penyebab jerawat.

    Sulfur juga membantu membersihkan pori-pori sehingga kulit tidak rentan berjerawat.

    Tak hanya itu, kandungan karaginan membantu membentuk lapisan pelindung yang menangkal paparan bakteri penyebab jerawat.

    Kandungan zinc pada lumut Irlandia juga bekerja sebagai anti-inflamasi sehingga mengurangi kondisi peradangan akibat jerawat.

    6. Mempercepat penyembuhan luka

    Lumut Irlandia mampu menghidrasi dan menambah kadar pelembap alami pada kulit. Kulit yang lembap terbukti mempercepat proses penyembuhan luka.

    Kandungan vitamin K pada alga merah ini berpotensi merangsang pembentukan sel dan jaringan kulit baru.

    Meski demikian, ada kemungkinan kadar vitamin K berkurang atau rusak akibat pengolahan produk.

    Pastikan Anda mengecek komposisinya untuk memastikan kadar vitamin K pada produk perawatan kulit yang mengandung lumut laut.

    Cara penggunaan lumut laut untuk kulit

    ciri-ciri krim yang mengandung kosmetik

    Untuk mendapatkan manfaat lumut laut dengan optimal, pastikan Anda mengetahui cara pemakaiannya.

    Anda sebaiknya menggunakan produk skincare berbahan dasar lumut laut. Hindari mengoleskan lumut secara langsung pada kulit.

    Produk perawatan kulit biasanya memuat ekstraksi lumut sehingga kandungan aktifnya mudah menyerap di kulit.

    Menggunakan lumut Irlandia yang masih utuh secara langsung akan meningkatkan risiko iritasi, alergi, atau penyakit kulit.

    Pasalnya, laut rentan tercemar bakteri hingga logam berat yang berbahaya.

    Gunaka sesuai instruksi pada kemasan produk. Jika berbentuk pelembap, oleskan pada kulit yang sudah bersih, terutama setelah mandi atau cuci muka. 

    Efek samping lumut laut untuk kulit

    Meskipun memiliki berbagai potensi manfaat, ternyata ada risiko yang mungkin bisa timbul dari penggunaan lumut Irlandia ini.

    Beberapa kandungan pada skincare dari lumut laut bisa jadi memicu alergi kulit, gejalanya berupa gatal, ruam, bentol, dan kemerahan.

    Untuk memastikan apakah Anda alergi produk tersebut, lakukanlah tes tempel atau patch test.

    Oles sedikit produk skincare di area punggung atas atau lengan atas. Lalu, tunggu selama 48 jam.

    Bila Anda menemukan gejala alergi kulit, tunda pemakaian produk tersebut.

    Lumut laut memang memiliki manfaat yang menjanjikan untuk kesehatan kulit. Sebaiknya, pilihlah produk  yang sesuai dengan tipe kulit Anda.

    Pastikan juga produk sudah terdaftar di BPOM agar terhindar dari risiko kesehatan tertentu.

    Bila mengalami alergi, segera periksakan ke dokter untuk penanganan lebih lanjut.

    Catatan

    Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Ditinjau secara medis oleh

    dr. Patricia Lukas Goentoro

    General Practitioner · Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI)


    Ditulis oleh Larastining Retno Wulandari · Tanggal diperbarui 07/09/2023

    advertisement iconIklan

    Apakah artikel ini membantu?

    advertisement iconIklan
    advertisement iconIklan