home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

8 Efek Samping yang Mungkin Terjadi Akibat Facial

8 Efek Samping yang Mungkin Terjadi Akibat Facial

Banyak orang yang meyakini bahwa facial dapat menghasilkan kulit wajah yang lebih cerah, lembut, dan awet muda. Bahkan, perawatan wajah ini dipercaya membantu mengangkat kotoran dari kulit. Sayangnya, ada berbagai efek samping yang ditimbulkan dari facial wajah. Apa saja?

Efek samping facial wajah

Facial menjadi pilihan yang cukup populer di kalangan masyarakat, terutama wanita, karena membuat kulit tampak lebih bersih dan cerah.

Perawatan kulit ini pun membantu melancarkan peredarah darah di wajah dan membuat rileks saat proses pemijatan wajah.

Meski menawarkan segudang manfaat bagi kesehatan kulit, facial wajah memiliki beragam efek samping yang perlu Anda waspadai. Berikut efek sampingnya.

1. Ruam kemerahan

penyebab wajah merah

Salah satu efek samping yang dihasilkan dari facial wajah adalah ruam kemerahan kulit.

Kondisi ini dapat terjadi akibat aktivitas pengelupas dan pencabutan komedo dari kulit wajah. Bahkan, proses facial ini dapat membuat warna kulit menjadi tidak merata.

Meski begitu, ruam kemerahan ini biasanya hanya berlangsung beberapa jam atau beberapa hari saja, dan akan menghilang dengan sendirinya.

2. Jerawat

Selain ruam kemerahan, facial wajah terkadang bisa menjadi media penularan bakteri penyebab jerawat.

Begini, peralatan facial yang dipanaskan dan tidak disteril dengan baik bisa menjadi wadah yang cocok bagi bakteri untuk hidup.

Kondisi ini bisa didukung dengan terbukanya pori-pori selama facial berlangsung, sehingga bakteri pun mudah masuk dan memicu jerawat.

Kabar baiknya, masalah kulit ini bisa Anda cegah dengan memastikan, apakah petugas sudah membersihkan dan mensterilisasi peralatan yang akan digunakan.

3. Luka

sumber: Everyday Health

Normalnya, petugas akan menggunakan jarinya atau alat khusus untuk mencabut kotoran atau komedo dari pori-pori wajah.

Hal ini berisiko menyebabkan kerusakan pada kulit wajah, terutama ketika mencabut komedo terlalu kencang.

Terlebih lagi, mendatangi klinik kecantikan dengan ahli dermatologi yang belum memiliki sertifikat tentu bisa memicu efek samping ini.

Jika Anda ragu, usahakan untuk meminta petugas menggunakan sarung tangan guna mengurangi risiko kemunculan efek samping facial wajah ini.

4. Kulit kering

Salah satu teknik facial yang paling sering dilakukan guna mendapatkan kulit wajah yang lebih cerah yaitu eksfoliasi.

Eksfoliasi merupakan proses mengelupasi permukaan kulit wajah. Meski membuat wajah tampak lebih bersih, cara ini dapat mengurangi kelembapan alami dan keseimbangan pH kulit.

Pada beberapa orang, proses eksfoliasi ini memicu rasa gatal dan membuat kulit terasa kering.

Maka dari itu, Anda mungkin dianjurkan menggunakan pelembap setelah melakukan facial wajah untuk mengatasi efek samping yang terjadi.

5. Wajah bengkak

penyebab wajah bengkak

Berkat teknolog saat ini, ada banyak jenis facial wajah yang dapat dicoba dan salah satunya yaitu facial oksigen.

Facial oksigen merupakan prosedur non-medis karena tidak menggunakan bahan kimia apa pun. Walaupun aman, facial wajah ini bisa menimbulkan efek samping berupa wajah bengkak.

Hal ini dikarenakan peradangan yang dihasilkan dari paparan oksigen pada wajah. Akibatnya, kulit wajah akan terlihat membengkak.

6. Hiperpigmentasi

Pada beberapa kasus, facial dapat memicu hiperpigmentasi akibat reaksi dari obat-obatan yang digunakan di kulit.

Umumnya, efek samping dari facial wajah menyebabkan perubahan warna keabu-abuan.

Namun, tak menutup kemungkinan hiperpigmentasi hanya memicu warna kulit yang tidak merata.

Bahkan, kulit Anda bisa berubah menjadi terlalu sensitif, terutama terhadap paparan sinar matahari. Hal ini dapat berlangsung selama berhari-hari bila tidak ditangani dengan tepat.

7. Iritasi

gambar laki-laki garuk-garuk iritasi pada kulit

Sudah bukan rahasia umum lagi bila facial wajah bisa menyebabkan iritasi pada beberapa orang.

Hal ini mungkin terjadi karena penggunaan ramuan dan krim yang mengandung bahan kimia berkonsentrasi tinggi.

Kandungan bahan tersebut mungkin bisa saja berbahaya, terlebih pada pemilik kulit sensitif.

Beberapa orang mungkin disarankan tidak menggunakan kosmetik atau produk skincare apapun pada kulit wajah selama beberapa hari ke depan.

Dengan begitu, Anda memberikan waktu bagi kulit wajah untuk sembuh dari efek samping facial ini.

8. Efek samping lainnya

Selain sejumlah efek samping di atas, ada beberapa bahaya lainnya yang dapat mengintai Anda ketika melakukan facial, antara lain:

  • konjunktivitis,
  • infeksi mata,
  • bisul, dan
  • reaksi alergi, seperti gatal-gatal.

Tips mendapatkan facial wajah yang aman

jenis facial wajah

Sebenarnya, efek samping facial wajah bisa dihindari bila Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter kulit atau ahli dermatologi sebelum melakukannya.

Hal ini bertujuan menentukan jenis facial mana yang cocok dengan jenis kulit wajah Anda.

Perawatan wajah ini juga disarankan untuk tidak dilakukan lebih dari satu kali selama 3 hingga 6 bulan.

Bila Anda merasa khawatir dengan kondisi kulit usai menjalani facial wajah, sebaiknya konsultasikan dengan dokter kulit guna mendapatkan penanganan yang tepat.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Hyperpigmentation – of the face and neck. (2018). The Primary Care Dermatology Society. Retrieved 7 June 2021, from http://www.pcds.org.uk/clinical-guidance/melasma-syn.-chloasma-and-other-causes-of-facial-hyperpigmentation 

Huizen, P. (2020). Facials for acne: Do they help?. Medical News Today. Retrieved 7 June 2021, from https://www.medicalnewstoday.com/articles/facials-for-acne#do-they-help 

Gallagher, G. (2019). What Is an Oxygen Facial and Can It Benefit Your Skin?. Healthline. Retrieved 7 June 2021, from https://www.healthline.com/health/oxygen-facial 

Provide facial skin care treatment. (n.d). National Occupational Standards [PDF File]. Retrieved 7 June 2021, from https://www.sqa.org.uk/files/aq/HF8D04.pdf 

10 Reasons your face is red. (n.d). American Academy of Dermatology. Retrieved 7 June 2021, from https://www.aad.org/public/everyday-care/skin-care-secrets/face/facial-redness

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Theresia Evelyn Diperbarui 07/06/2021
Ditinjau oleh dr Patricia Lukas Goentoro
x