5 Efek Samping yang Mungkin Terjadi Akibat Facial

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Sebagian besar orang meyakini, perempuan terutama, bahwa facial dapat menghasilkan kulit wajah yang lebih berkilau, lembut dan terlihat lebih muda. Facial juga dipercaya dapat membantu kita untuk menyingkirkan kotoran-kotoran dari kulit wajah kita. Namun, tahukah Anda bahwa facial juga memiliki efek samping?

Apa saja efek samping facial yang sering terjadi?

1. Ruam kemerahan

Ruam kemerahan merupakan efek samping facial paling umum yang sering terjadi seusai wajah mendapatkan facial. Hal ini terjadi akibat karena aktivitas pengelupasan dan pencabutan komedo dari kulit wajah Anda. Aktivitas tersebut juga bisa menjadikan kulit wajah jadi berwarna tidak rata.

2. Jerawat

Jerawat sering kali timbul karena adanya bakteri. Peralatan yang dipanaskan dan tidak tersterilisasi dengan cukup baik bisa menjadi wadah yang sesuai bagi bakteri untuk hidup. Hal tersebut juga bisa didukung dengan terbukanya pori-pori selama facial sehingga memberi jalan masuk bagi bakteri.

Efek samping facial ini dapat Anda kurangi, dengan meminta petugas yang melayani Anda untuk tidak menggunakan peralatan apapun selama perawatan. Atau Anda juga dapat memastikannya sendiri, sebelum perawatan dilakukan, apakah peralatan yang digunakan sudah dibersihkan dan disterilisasi.

3. Luka

Ketika petugas menggunakan jarinya atau alat untuk mencabut kotoran dari pori-pori wajah Anda, permukaan kulit wajah Anda tentu akan berisiko mengalami kerusakan. Kondisi tersebut akan semakin parah bila petugas tersebut mencabutnya dengan terlalu bersemangat, hingga akhirnya menyebabkan sayatan bahkan luka. Terlebih bila petugas tersebut belum berpengalaman ataupun tidak mendapatkan pelatihan yang cukup. Penggunaan sarung tangan mungkin dapat membantu mengurangi risiko efek samping facial ini.

4. Kulit kering

Petugas mungkin akan mengelupasi permukaan kulit wajah Anda guna menampilkan kulit wajah yang lebih segar. Namun justru dapat mengurangi kelembapan alami dan keseimbangan pH kulit. Proses pengelupasan yang kasar dapat membuat kulit Anda kering dan terasa gatal.

Anda disarankan untuk menggunakan pelembap tak beraroma, beberapa hari setelahnya, guna mengatasi efek samping facial tersebut. Sebaiknya juga hindari paparan sinar matahari, karena cahaya UV-nya justru akan memperburuk kondisi kulit wajah yang kering.

5. Iritasi

Iritasi bisa jadi disebabkan oleh penggunaan ramuan dan krim yang mengandung bahan kimia berkonsentrasi tinggi yang digunakan selama facial. Bahan kimia tersebut bisa saja berbahaya, terlebih bila kulit wajah Anda sensitif. Anda disarankan untuk tidak menggunakan makeup atau produk apapun pada kulit wajah Anda selama 2 hingga beberapa hari ke depan. Hal ini dapat memberi waktu bagi kulit wajah Anda untuk sembuh dari efek samping facial ini.

Bagaimana cara facial yang aman?

Dampak-dampak tersebut tentu dapat dihindari. Anda sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter kecantikan Anda sebelum melakukan facial, untuk menentukan facial yang memang cocok untuk jenis kulit wajah Anda dan lokasi dengan jasa terbaik untuk melakukannya. Tidak disarankan untuk melakukannya lebih dari satu kali selama 3 hingga 6 bulan dan perawatan secara medis sangat disarankan bila terjadi reaksi yang berlebihan pada kulit wajah Anda.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?

Yang juga perlu Anda baca

Berbagai Penyebab Jamur pada Kuku yang Perlu Anda Ketahui

Kuku rapuh dan menghitam merupakan tanda-tanda infeksi jamur pada kuku. Apa penyebab jamur kuku dan bagaimana cara mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Kesehatan Kulit, Perawatan Kuku 19 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Leher Hitam? Atasi dengan Cara Mudah Ini

Jika memiliki kulit leher hitam, ketahui dulu apa penyebabnya. Setelah itu, cari tahu cara menghilangkan hitam di leher. SImak di sini!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Kesehatan Kulit 18 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Waspada Brazilian Blowout, Teknik Meluruskan Rambut dengan Formalin

Smoothing sudah menjadi cara lama untuk meluruskan rambut. Sekarang ada tren Brazilian blowout dengan metode baru. Benarkah lebih aman dilakukan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Perawatan Rambut & Kulit Kepala, Kesehatan Kulit 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Tanpa Disadari, Hal-Hal Ini Bisa Menyebabkan Bulu Mata Rontok

Bulu mata membantu membangun karakter wajah seseorang. Tidak heran jika bulu mata rontok bisa bikin Anda minder. Apa penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Perawatan Rambut & Kulit Kepala, Kesehatan Kulit 14 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit



Direkomendasikan untuk Anda

radiasi wi-fi

Benarkah Radiasi dari Wi-Fi Bisa Memicu Kanker Anak?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
pakai masker wajah setiap hari

Apakah Pakai Masker Wajah Setiap Hari Pasti Bikin Kulit Lebih Mulus?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
skincare anti-aging usia 50 tahun

Baru Pakai Skincare Antiaging Usia 50 Tahun ke Atas, Bermanfaatkah?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
tips waxing di rumah

Tips Melakukan Waxing di Rumah Dengan Bahan-bahan Alami

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Dipublikasikan tanggal: 20 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit