Kuku Pendek vs Kuku Panjang: Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 22 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Kebanyakan orang, terutama kaum Hawa, memilih untuk biarkan kuku panjang mereka demi percantik diri. Di sisi lain, banyak juga orang yang rajin memotong kuku agar penampilan kuku mereka tampak selalu pendek dan apik dipandang mata.

Kalau dilihat dari sisi medis, sebenarnya mana yang lebih baik: membiarkan kuku tumbuh lentik dan panjang atau dipotong saja supaya selalu pendek?

Sekilas mengenai kuku

Sumber: beauty-school-locator.com

Kuku terbuat dari lapisan protein yang disebut keratin. Sel kuku baru terus tumbuh dari kantong matriks yang berada di bawah kutikel.

Sel kuku ini kemudian terdorong keluar ke arah ujung jari, lama-lama menebal dan mengeras menjadi kuku yang bisa Anda lihat saat ini. Kuku rata-rata tumbuh sekitar 0,1 milimeter per harinya.

Agar bisa memenuhi seluruh permukaan jari, kuku butuh waktu sekitar enam bulan untuk bertumbuh.

Kecepatan pertumbuhan kuku pada umumnya dipengaruhi oleh aliran darah menuju matriks kuku dan dari nutrisi makanan. Selain itu, musim juga dipercaya mampu memengaruhi pertumbuhan kuku.

Beberapa penelitian menunjukkan kuku tumbuh lebih cepat di musim panas daripada di musim dingin. Penggunaan obat-obatan, usia, hingga penyakit tertentu juga dapat memengaruhi tingkat pertumbuhannya.

Mana yang lebih baik, memanjangkan kuku atau rutin memotong kuku?

Banyak orang yang membiarkan kukunya tumbuh panjang. Entah karena ingin mempercantik penampilannya dengan cat kuku warna-warni, atau ahem, memang malas saja untuk rajin potong kuku.

Namun, ada beberapa risiko yang perlu Anda ketahui dari kebiasaan memanjangkan kuku. Sebut saja kuku yang jadi rentan rapuh dan patah.

Ketika patah, pertumbuhan kuku selanjutnya bisa jadi terhambat dan bahkan malah bertumbuh ke dalam sehingga menyebabkan cantengan.

Kuku yang terlalu panjang juga dapat menyebabkan Anda kesulitan saat beraktivitas normal, misalnya ketika harus mengetik atau mencengkeram sesuatu. Hal ini lama-lama dapat menyebabkan otot-otot jari menegang.

Belum lagi risiko mencakar diri sendiri atau orang lain ketika kuku Anda dibiarkan terlalu panjang.

Terlebih, tidak banyak yang menyadari bahwa kuku adalah salah satu sarang favorit bagi bakteri. Kuku yang panjang menyimpan lebih banyak bakteri di dalamnya yang bisa menimbulkan berbagai macam penyakit.

Tak menutup kemungkinan bahwa jamur juga dapat bersemayam di balik “teduhan” kuku panjang Anda, dan menyebabkan infeksi jamur kuku.

Rutin memotong kuku agar tetap pendek dapat menghindari Anda dari semua potensi masalah ini. Namun, jangan terlalu pendek juga ketika memotong kuku. Kuku yang dipotong kependekan malah bisa bertumbuh tidak rata, ke dalam, dan jadi mengakibatkan cantengan.

Terlalu sering potong kuku juga dapat menyebabkan kuku cepat rusak. Ketika dipotong, kuku akan mengalami tekanan dan gesekan yang cukup keras.

Kalau Anda terlalu sering memotong kuku berarti kuku akan terus-terusan mendapat tekanan tersebut. Kuku pun jadi lebih rapuh dan mudah patah.

Jadi, harus seberapa sering memotong kuku?

kuku bergelombang

Bagaimanapun juga, manfaat memotong kuku supaya tetap pendek lebih besar daripada risiko memanjangkan kuku. Memotong kuku adalah cara yang paling bijak untuk menjaga kebersihan dan kesehatannya.

Yang perlu diperhatikan adalah frekuensi memotong kukunya. Idealnya, Anda harus rutin potong kuku setiap dua minggu sekali. Untuk anak-anak, sebaiknya potong kuku seminggu sekali.

Perhatikan juga cara memotong kuku yang benar. Untuk jari-jari tangan, pastikan Anda menggunakan gunting kuku kecil yang berujung bulat. Gunting kuku kecil juga bisa dipakai untuk jari kaki yang kecil. Untuk kuku kaki, terutama jempol kaki, gunakan pemotong kuku yang lebih besar.

Saat memotong kuku, jangan langsung menjepit kuku dalam satu kesempatan. Potong beberapa kali dari satu ujung, berjalan hingga ke tengah sampai ke ujung satunya.

Potong kuku secara satu arah mengikuti lekuk aslinya. Lihat bagaimana bentuk kutikula Anda. Jangan potong lurus-lurus karena ini bisa membuat kuku lama-lama menekuk dan akhirnya merusak kuku.

Sisakan sedikit bagian putih kuku di ujungnya, idealnya sekitar 1 – 2 mm. Jangan potong atau mencabut kutikula (lapisan putih di dasar kuku). Untuk menghaluskan ujung kuku, Anda bisa mengakhiri sesi potong kuku Anda dengan menggosokkan buffer.

Tips memiliki kuku yang kuat dan sehat

Panjang-pendek kuku bukanlah hal utama yang perlu Anda pentingkan. Yang paling penting adalah bagaimana Anda menjaga kuku agar tetap sehat, kuat, dan terhindar dari infeksi. Berikut tips yang bisa Anda terapkan:

  • Menjaga kuku agar tetap bersih dan kering.
  • Hindari kebiasaan menggigit kuku.
  • Oleskan produk pelembap pada kuku dan kutikula setiap hari.
  • Potong kuku secara teratur dan satu arah.
  • Hindari penghilang cat kuku yang mengandung aseton atau formalin
  • Makanlah makanan yang bergizi seimbang dan minum vitamin yang mengandung biotin.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

9 Manfaat Pisang yang Jadi Buah Favorit Banyak Orang

Tak banyak yang tahu bahwa kandungan kalium dalam pisang berkhasiat menurunkan risiko stroke. Apa lagi manfaat pisang untuk kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Fakta Gizi, Nutrisi 5 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit

7 Hal yang Bisa Terjadi Pada Tubuh Jika Anda Berhenti Minum Pil KB

Pil KB berhubungan dengan hormon. Itu sebabnya, saat Anda memutuskan untuk berhenti minum pil KB akan muncul berbagai efek samping. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Seksual, Kontrasepsi 4 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit

Kenapa Beberapa Orang Cenderung Susah Mencium Bau?

Beberapa orang ada yang memiliki hidung kurang sensitif sehingga sulit mencium bau yang ada di sekitarnya. Kenapa bisa begitu, ya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Kesehatan THT, Gangguan Hidung 4 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit

Kenali Tanda dan Cara Mengatasi Anak Hiperaktif

Sebagai orangtua, Anda perlu tau bedanya anak yang aktif dan hiperaktif. Yuk, kenali tanda dan cara mengatasi anak hiperaktif!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Kesehatan Anak, Parenting 4 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara pakai termometer

Mengenal 4 Jenis Termometer yang Paling Umum, dan Cara Pakainya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2021 . Waktu baca 3 menit
apa itu lucid dream

Sedang Mimpi Tapi Sadar? Begini Penjelasan Fenomena Lucid Dream

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit

Mata Kucing Pada Anak? Waspada Gejala Kanker Mata

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit
Mengenal Misophonia

Misophonia, Alasan Mengapa Anda Benci Suara Tertentu

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Monika Nanda
Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit