home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

4 Penyebab Munculnya Bintik Putih Atau White Spots di Wajah

4 Penyebab Munculnya Bintik Putih Atau White Spots di Wajah

Bintik putih di wajah sering dikeluhkan banyak orang karena mengganggu penampilan. Tidak heran, banyak orang yang akhirnya pergi ke dokter atau menggunakan perawatan kulit khusus untuk menghilangkannya. Namun, tahukah Anda sebenarnya penyebab bintik putih di wajah itu apa? Bahkan bintik putih itu bisa terjadi bentuk yang berbeda-beda, lho! Ini dia ulasannya.

1. Milia

Sumber: Healthline

Milia adalah bintik putih yang bentuknya berupa benjolan bulat kecil berwarna putih yang sering diduga sebagai whiteheads. Milia ini akan muncul di kulit wajah ketika keratin bersama komponen sel kulit mati lainnya terjebak di bawah permukaan kulit. Keratin adalah bentuk protein yang ada di lapisan atas kulit. Lokasi paling umum munculnya milia ini adalah di sekitar mata, pipi, dan hidung.

Penyebab bintik putih milia adalah reaksi alergi terhadap suatu produk yang cukup keras bagi kulit sehingga menyebabkan iritasi, ditambah dengan paparan sinar matahari yang mengenai kulit wajah. Terbentuklah milia dengan 2 komponen tersebut.

Milia juga bisa terjadi pada bayi, yang sering dikira sebagai jerawat pada bayi. Namun, milia pada bayi belum diketahui penyebabnya dengan pasti. Milia juga bisa terjadi pada semua umur dan jenis kelamin.

Para dermatolog merekomendasikan untuk tidak meremas atau menusuk benjolan putih kecil ini. Milia biasanya bisa hilang dengan sendirinya. Namun, jika kondisinya juga tidak membaik dalam jangka waktu yang lama, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter kulit.

Dokter akan memberikan krim retinoid, atau dihilangkan dengan melakukan mikrodermabrasi, atau dokter kulit akan menggunakan jarum halus untuk mengekstrak keratin ke dalam kulit.

2. Tinea versicolor

Sumber: Medical News Today

Tinea versicolor atau sering disebut juga dengan pityriasis versicolor adalah kondisi kelainan kulit yang disebabkan oleh pertumbuhan jamur yang berlebihan. Bintik-bintik pada tinera versicolor bisa tampak bersisik atau kering dengan warnanya yang bermacam-macam. Beberapa orang mengalami kondisi ini dengan bintik merah muda, cokelat, yang selanjutnya akan berkembang menjadi bintik putih.

Kelainan ini bisa terjadi pada orang-orang dari segala umur, tapi umumnya menyerang orang-orang yang tinggal di iklim lembap, orang yang kulitnya berminyak, dan orang dengan gangguan sistem imun.

Karena penyebab kondisi ini adalah jamur, maka obat antijamur adalah cara pengobatan paling utama.

Konsultasikan pada dokter kulit Anda mengenai kondisi ini. Dokter biasanya akan memberikan produk berbentuk salep atau krim antijamur, termasuk menganjurkan sampo dan jenis sabun yang aman. Selain itu, dokter juga akan meresepkan obat antijamur minum untuk menghentikan dan mencegah pertumbuhan jamur.

3. Idiopathic guttate hypomelanosis

Sumber: American Osteophatic College of Dermatology

Idiopathic guttate hypomelanosis sering disebut dengan white sun spots atau bintik putih matahari. Bentuk bintik putih ini beda-beda, dari ukuran 1-10 milimeter besar diameternya. Bintik ini berbentuk rata pada kulit.

Bintik ini bukan hanya bisa timbul di wajah, tetapi bisa juga timbul di tangan, punggung atas, dan bagian kaki di tulang kering.

Timbulnya bintik putih ini lebih sering terjadi pada orang yang memiliki kulit putih, orang yang selalu terpapar matahari, dan kemungkinannya semakin meningkat seiring peningkatan usia. Wanita biasanya mengalami white sun spots lebih dahulu daripada pria.

Penyebab bintik putih ini dikarenakan oleh paparan sinar UV, maka diperlukan pelindung matahari pada kulit (sunscreen) untuk mencegah bintik matahari ini semakin parah sekaligus mencegah terbentuknya bintik baru.

4. Pityariasis alba

Sumber: Dermatology Advisor

Pityriasis alba adalah sejenis eksim yang memuat timbul bintik dengan variasi besarnya berbeda-beda. Dilansir dalam American Osteopathic College of Dermatology, pityriasis alba bisa berbentuk oval, bundar, atau tidak beraturan. Warna kondisi kulit ini berwarna pink yang sangat muda, atau juga bisa berwarna putih. Kondisi ini biasanya memengaruhi anak usia 3-16 tahun.

Penyebab bintik putih karena pityariasis alba ini belum diketahui secara pasti. Diduga kondisi ini berkaitan dengan dermatitis atopik atau karena paparan sinar matahari serta jamur yang menyebabkan hipopigmentasi.

Pityriasis alba seringnya sembuh sendiri dalam waktu beberapa bulan atau sampai 3 tahun. Jika Anda mengalami gejala ini, dokter akan menyarankan untuk menggunakan krim pelembap ke bagian yang kering dan menggunakan steroid topikal seperti hidrokortison untuk menghilangkan rasa gatalnya.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Higuera Vlencia. 2017. What’s Causing White Spots on My Face and How Can I Treat Them?. [Online] Tersedia pada: https://www.healthline.com/health/skin-disorders/white-spots-on-face#pictures (Diakses 2 Maret 2018)

Darling Laura. 2017. What are These White Spots on My Face?. [Online] Tersedia pada: https://www.medicalnewstoday.com/articles/319782.php (Diakses 2 Maret 2018)

Kinman Tricia dan Cherney Kristeen.2015. Milium Cyst. [Online] Tersedia pada: https://www.healthline.com/health/milia#causes (Diakses 2 Maret 2018)

AOCD. Tanpa Tahun. Pityriasis Alba. [Online] Tersedia pada: http://www.aocd.org/?page=PityriasisAlba (Diakses 2 Maret 2018)

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Tanggal diperbarui 22/03/2018
x