Pityriasis Alba

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu pityriasis alba?

Pityriasis alba (pitiriasis alba) adalah penyakit kulit yang ditandai dengan munculnya bercak bersisik berwarna merah muda atau keputihan. ‘Pityriasis’ sendiri memiliki arti pengerakan kulit, sedangkan ‘alba’ berarti putih.

Nantinya, bercak tersebut akan meninggalkan bekas yang berwarna lebih pucat daripada kulit di sekitarnya. Bekas ini akan lebih terlihat jelas pada orang-orang yang memiliki kulit berwarna lebih gelap.

Anda tak perlu khawatir berada di dekat penderita pityriasis alba, sebab penyakit ini tidak menular kepada orang lain.

Seberapa umum kondisi ini?

Kondisi ini cukup umum terjadi pada banyak orang, baik tua maupun muda. Namun, anak-anak dan remaja dalam rentang usia 3 – 16 tahun lebih sering mengalaminya.

Bila Anda khawatir dengan risikonya, konsultasikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Gejala

Apa saja tanda dan gejala pityriasis alba?

Seperti yang sudah disebutkan, gejala yang paling menonjol dari kondisi ini adalah kemunculan bercak-bercak merah terang atau merah muda pucat di kulit.

Bentuknya ada yang oval dan bundar, ada juga yang bentuknya tidak beraturan. Tekstur bercak biasanya membuat kulit kering dan bersisik.

Umumnya bercak ini muncul pada wajah, lengan atas, leher, dan dada. Setelah beberapa minggu, warna bercak bisa makin memudar menjadi lebih pucat. Ada bercak yang hilang total dalam beberapa bulan, tetapi ada juga yang bisa bertahan selama beberapa tahun.

Gejala pityriasis alba cenderung kambuh kala udara panas. Pinggiran bercak bisa berubah warna menjadi kecoklatan saat terkena panas.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Bicarakan dengan dokter jika Anda mengalami:

  • gatal pada kulit atau timbul bercak merah berlangsung terus-menerus sampai membuat Anda sakit dan tidak nyaman,
  • membuat Anda khawatir terhadap penampilan karena banyaknya bercak merah,
  • menimbulkan masalah sendi, seperti nyeri, bengkak atau yang mengganggu aktivitas sehari-hari, serta
  • sulit melakukan rutinitas akibat bercak merah.

Penyebab dan faktor risiko

Apa penyebab pityriasis alba?

Penyebab pityriasis alba tidak diketahui pasti. Namun, penyakit kulit ini diyakini berhubungan dengan dermatitis atopik (eksim) yang mungkin dialami anak-anak pada masa awal tumbuh kembangnya.

Eksim terjadi akibat sistem imun tubuh yang bekerja terlalu aktif hingga salah mendeteksi sel-sel tubuh normal sebagai ancaman. Normalnya, sistem imun akan mengabaikan sel tubuh normal dan hanya menyerang protein dari zat berbahaya, seperti bakteri dan virus.

Namun jika Anda memiliki eksim, sistem kekebalan tubuh mungkin tidak selalu bisa membedakan keduanya sehingga malah menyerang sel-sel dan jaringan sehat dalam tubuh Anda.

Apa faktor risiko terkena penyakit pityriasis alba?

Pityriasis alba umumnya paling sering terjadi pada anak-anak dan remaja. Kondisi ini umum terjadi pada sekitar 2-5% anak-anak di dunia. Gejala paling sering terlihat bisa mulai muncul ketika anak memasuki usia 6 dan 12 tahun.

Pityriasis alba berisiko tinggi terjadi pada anak yang memiliki dermatitis atopik atau eksim. Pityriasis alba juga sering muncul pada anak-anak yang sering mandi air panas atau yang terpapar sinar matahari tanpa tabir surya.

Namun, tidak jelas apakah faktor-faktor ini merupakan penyebab langsung dari penyakit kulit tersebut.

Diagnosis dan pengobatan

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk pitiriasis alba?

Saat melakukan pemeriksaan, dokter akan mengamati gejala-gejala yang muncul pada kulit Anda. Dokter juga akan menanyakan gejala lain atau riwayat kesehatan yang Anda miliki.

Untuk menegakkan diagnosis, terkadang dokter akan melakukan biopsi yaitu prosedur mengambil sampel kulit yang bermasalah guna diteliti lebih lanjut di laboratorium.

Apa saja pilihan pengobatan untuk pitiriasis alba?

Pityriasis alba tidak dapat disembuhkan, kadang kala gejalanya bisa menghilang sendiri. Namun bila diperlukan, Anda bisa menggunakan beberapa produk untuk membantu mengontrol gejalanya.

Beberapa pilihan produk tersebut mencakup:

  • produk pelembap untuk mengurangi tampilan kulit yang kering,
  • krim steroid oles berkekuatan ringan dengan kandungan 0,5 – 1% hidrokortison untuk mengurangi gatal dan kemerahan, dan
  • obat oles immunomodulators seperti pimecrolimus atau tacrolimus untuk membatasi respons sistem imun yang nantinya akan mengurangi peradangan di kulit.

Bila gejalanya lebih parah atau tidak menghilang setelah diberikan obat-obatan di atas, dokter mungkin akan memberikan obat-obatan oral atau terapi kulit seperti perawatan laser dan perawatan dengan sinar ultraviolet.

Selain itu, Anda harus menghindari hal-hal yang dapat memicu pitiriasis alba dan menggunakan obat sesuai resep untuk mengontrol dan mengurangi gejala.

Ingat, sebelum memakai obat, pastikan Anda mengetahui kondisi yang mendasari gejala dengan memeriksakan diri ke dokter terlebih dahulu. Dengan kata lain, Anda tidak boleh menggunakan obat secara sembarangan.

Pengobatan di rumah

Apa pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi pityriasis alba?

Berikut gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi pityriasis alba.

  • Gunakan obat sesuai dengan resep dokter.
  • Beritahu dokter tentang semua obat yang Anda gunakan, termasuk obat-obatan tanpa resep.
  • Hindari kulit terkena sinar matahari secara langsung. Rutin gunakan tabir surya minimal SPF-30 setiap kali akan keluar rumah, dan oles ulang setiap 2 jam sekali.
  • Menjaga kebersihan kulit dengan baik.
  • Rutin menemui dokter untuk memeriksa kondisi kulit Anda.

Jika pada ruam merah ada rasa gatal, gunakan krim hidrokortison 1% yang dapat digunakan tipis-tipis. Pengobatan di rumah harus dilakukan dengan telaten. Untuk sampai ke waktu pemulihan kadang-kadang bisa memakan waktu beberapa bulan.

Jangan lupa juga untuk menghindari cedera kulit dan kulit kering. Kondisi ini dapat memperparah gejalanya.

Selain untuk menekan risiko kekambuhan gejala, tabir surya berfungsi menghindari bercak berubah menggelap kecoklatan dan sulit pudar. Pemakaian tabir surya membantu proses pemudaran warna bercaknya lebih cepat.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berbagai Penyakit yang Mulai Mengancam di Usia Tua

Seiring bertambahnya usia kita, semakin banyak juga penyakit yang mungkin menyerang. Apa saja yang paling sering dan perlu diwaspadai?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Kesehatan Lansia, Perawatan Lansia 2 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Mengenal Biji Mahoni dan Segudang Khasiatnya untuk Kesehatan

Tahukah Anda bahwa biji mahoni dapat menyembuhkan diabetes, asma, maag, mandul, stroke, hipertensi dan penyakit lainnya? 

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Pengobatan Herbal dan Alternatif, Herbal A-Z 29 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Mengenal Claustrophobia, Rasa Takut Akan Ruang Sempit

Jika saat berada di ruangan tertutup,, Anda merasa ketakutan, panik, hingga sesak napas, mungkin Anda menderita claustrophobia.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Mental, Gangguan Kecemasan 27 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Benarkah Radiasi dari Wi-Fi Bisa Memicu Kanker Anak?

Perdebatan para ahli soal bahaya radiasi wi-fi tentu meresahkan, apalagi jika Anda dan anak setiap hari mengakses wi-fi. Jadi, amankah wi-fi bagi keluarga?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kanker, Penyakit Kanker Lainnya 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit



Direkomendasikan untuk Anda

posisi tidur baik dan buruk

Berbagai Posisi Tidur yang Baik dan Buruk untuk Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Dipublikasikan tanggal: 15 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
psikopat

Psikopat

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 10 Februari 2021 . Waktu baca 12 menit
narkotika adalah

4 Jenis Narkotika Populer di Indonesia dan Bahayanya Bagi Tubuh

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 8 Februari 2021 . Waktu baca 10 menit
barium enema

Barium Enema

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 4 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit