4 Masalah Kulit yang Sering Dikira Jerawat Biasa (Padahal Bukan)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15 November 2019 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Jerawat adalah salah satu masalah kulit yang paling umum. Setiap orang setidaknya pernah sekali punya jerawat di wajahnya. Namun saking umumnya, banyak orang yang salah menganggap bintil merah di wajahnya hanya jerawat wajah biasa — padahal mungkin lebih serius dari itu. Ada beberapa masalah kulit yang menimbulkan gejala mirip jerawat. Apa saja masalah kulit tersebut?

Berbagai masalah kulit yang dikira jerawat wajah, padahal bukan

1. Pitisporum folikulitis

Pitisporum folikulitis adaah infeksi jamur kulit yang menyebab folikel rambut teriritasi dan meradang. Kondisi kulit ini menampakkan gejala yang mirip dengan jerawat wajah biasa. Pitisporum folikulitis dapat dialami oleh pria dan wanita karena hampir semua orang memiliki ragi di kulitnya. Namun, hanya beberapa saja yang akan mengalami iritasi folikel ini.

Biasanya, ragi terdapat pada bagian kulit yang memiliki kadar minyak yang tinggi, seperti di punggung dan bagian muka. Nah, ketika kadar minyak meningkat, ragi akan berkembang dan bertambah banyak. Kemudian, ragi akan mengeluarkan nanah serta menutup kelenjar minyak. Hal ini yang dikira kebanyakan orang sebagai jerawat wajah.

2. Folikulitis gram negatif

Berbeda dengan pitisporum folikulitis, iritasi folikel rambut ini disebabkan oleh bakteri gram negatif. Jadi, infeksi bakteri ini kerap kali terjadi pada pasien yang menggunakan antibiotik dalam jangka panjang untuk mengatasi rosacea.

Antibiotik oral yang digunakan dalam waktu yang lama, akan menyebabkan perubahan bakteri normal pada kulit. Hal ini yang kemudian membuat bakteri tumbuh berkembang dan akhirnya menginfeksi. Gejala infeksi yang muncul akan seperti jerawat.

3. Dermatitis perioral

Dermatitis perioral adalah masalah kulit yang menimbulkan gejala bintil-bintil merah yang hampir mirip seperti jerawat wajah. Masalah kulit ini sering muncul pada bagian sekitar mulut. Iritasi kulit ini banyak terjadi akibat penggunaan krim steroid dalam jangka waktu yang lama.

Krim steroid yang biasanya digunakan sebagai obat jerawat ini, jika dipakai dalam waktu yang lama dapat menyebabkan dermatitis perioral. Biasanya, bila hal ini terjadi, dokter kulit akan mengganti krim steroid Anda dan memberikan antibiotik untuk mengatasi dermatitis yang terjadi.

4. Ingrown hair (rambut tumbuh ke dalam)

Ingrown hair adalah kondisi rambut yang tumbuhnya ke dalam kulit, bukannya ke luar kulit. Ketika rambut-rambut ini tumbuh ke dalam bagian kulit, maka biasanya akan timbul benjolan-benjolan kecil, iritasi kulit, dan sedikit rasa nyeri. Ingrown hair yang kronis dapat menyebabkan timbulnya keloid hingga penggelapan kulit.

Bagi kaum pria, masalah kulit ini akan seperti jerawat wajah karena lebih banyak terjadi pada bagian janggut dan dagu. Biasanya, masalah kulit ini akan muncul setelah Anda mencukur rambut-rambut halus.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cara Menahan Rasa Lapar Saat Melakukan Diet

Sering kali diet Anda gagal karena Anda tak bisa menahan lapar dan akhirnya menyerah dan kembali makan dengan porsi besar. Begini cara mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Tips Berat Badan Turun, Nutrisi 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Baru Pakai Skincare Antiaging Usia 50 Tahun ke Atas, Bermanfaatkah?

Produk skincare antiaging fungsinya adalah mencegah penuaan dini. Namun, kalau baru pakai antiaging di usia 50 tahun ke atas, apa hasilnya akan sama?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Lansia, Gizi Lansia 21 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

3 Manfaat yang Bisa Didapat dari Minum Kopi Sebelum Olahraga

Suka olahraga di pagi hari dan harus minum kopi dulu biar segar? Penelitian membuktikan kalau minum kopi sebelum olahraga ternyata baik buat tubuh, lho!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Gizi Olahraga, Nutrisi 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Berbagai Pilihan Pengobatan untuk Atasi Tipes

Gejala tipes umumnya dapat diobati di rumah. Selain minum obat dari dokter, apa saja cara mengobati tipes lainnya di rumah?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Penyakit Infeksi, Demam Tifoid (Tifus) 20 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

memotong kuku

Kuku Pendek vs Kuku Panjang: Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
Mengurangi Bau Badan

Deodoran Tidak Mempan Kurangi Bau Badan? Atasi Dengan Bahan Alami Berikut Ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
olahraga malam hari

4 Jenis Olahraga yang Aman Dilakukan di Malam Hari

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
sakit kepala setelah makan

Sakit Kepala Setelah Makan? Ini 4 Hal yang Bisa Jadi Penyebabnya

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit