Mencukur Bulu Kaki dan Ketiak Bikin Gatal? Segera Atasi Dengan 5 Langkah Jitu

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 2 Februari 2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Mencukur adalah salah satu cara tercepat untuk mendapatkan kaki yang halus dan bersih. Namun sayangnya, beberapa orang sering kali merasakan gatal setelah mencukur bulu kaki. Terlebih jika Anda punya kulit sensitif. Ketimbang buru-buru menggaruk kulit yang gatal, sebaiknya atasi rasa gatal pada kulit dengan cara yang lebih aman berikut ini.

Kenapa kulit terasa gatal setelah cukuran?

Selain rutin mencukur rambut kemaluan, Anda mungkin termasuk orang yang juga rajin mencukur bulu kaki dan ketiak. Namun, jika Anda tidak hati-hati saat sedang cukuran, Anda bisa mengalami iritasi, luka, dan gatal pada kulit. Kenapa bisa begitu?

Ketika Anda menggunakan pisau cukur untuk menghilangkan bulu ketiak atau kaki, sebetulnya Anda hanya memotong sebagian bulu yang muncul di permukaan kulit. Proses cukuran ini bisa membuat folikel rambut jadi iritasi dan pada akhirnya memicu gatal pada kulit.

Kulit yang iritasi bisa jadi semakin gatal ketika bergesekan dengan baju yang Anda pakai. Terlebih bagi Anda yang punya kulit sensitif, gesekan yang terus-menerus pada kulit juga dapat memicu benjolan merah di dekat pori-pori rambut. Kondisi ini disebut dengan folikulitis.

Cara mengatasi kulit gatal setelah mencukur bulu kaki dan ketiak

Menggaruk kulit memang bisa meredakan gatal dengan cepat dan instan. Namun jangan salah, efek ini hanya bersifat sementara. Semakin digaruk, kulit Anda justru akan semakin meradang dan iritasi.

Sebagai solusinya, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi kulit gatal setelah mencukur bulu kaki maupun ketiak. Di antaranya:

1. Kompres air hangat

Sebagai langkah awal, rendam handuk kecil ke dalam air hangat dan tempelkan ke area kulit yang terasa gatal setelah mencukur. Entah di bagian ketiak, kaki, atau kemaluan.

Kompres air hangat bisa membantu menenangkan kulit yang meradang sehabis cukuran. Selain dengan air hangat biasa, Anda juga bisa menambahkan sedikit garam ke dalam air hangat untuk mempercepat proses penyembuhannya.

2. Oleskan krim hidrokortison

Krim hidrokortison terbukti dapat mengurangi iritasi, peradangan, dan gatal pada kulit. Meskipun sebetulnya Anda bisa membelinya di apotek terdekat, tapi sebaiknya mintalah resep dokter jika rasa gatalnya tak tertahankan.

Perlu dicatat bahwa krim hidrokortison ini tidak boleh digunakan untuk mengatasi vagina gatal sehabis mencukur. Segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan pilihan krim lainnya yang lebih aman.

3. Tempelkan kantong teh celup

kantong teh celup

Siapa bilang kalau bekas kantong teh celup tidak bisa digunakan lagi? Buktinya, benda yang satu ini bisa membantu mengatasi kulit gatal setelah mencukur, lho!

Kantong teh celup mengandung asam tanat yang berfungsi sebagai zat antiradang. Masukkan kantong teh celup ke dalam kulkas selama beberapa menit, lalu tempelkan ke area kulit yang gatal. Biarkan sampai kulit Anda terasa lebih baik dan berkurang gatalnya.

4. Pakai pelembap alami

Bukan cuma sekadar menghaluskan kulit, pelembap juga bisa membantu menenangkan kulit yang meradang, lho! Dari sekian banyak pelembap yang dijual di pasaran, pilihlah pelembap yang mengandung bahan-bahan alami seperti lidah buaya.

Menurut sebuah studi yang dimuat dalam jurnal Pharmacognosy Magazine tahun 2014, lidah buaya memiliki sifat antiradang yang dapat menenangkan kulit yang iritasi. Ditambah lagi dengan sensasi dinginnya yang bikin kulit terasa lebih nyaman.

5. Pakai baju yang longgar

mencuci baju baru

Memakai baju yang ketat dapat memicu gesekan pada kulit dan memperparah gatalnya. Terlebih jika Anda sedang berkeringat, bakteri akan lebih mudah masuk dan menyebabkan kulit semakin iritasi.

Maka itu, jika ketiak Anda terasa gatal dan iritasi sehabis dicukur, sebaiknya gunakan baju yang lebih longgar untuk sementara waktu. Begitu juga sehabis mencukur bulu kaki, gunakan celana yang longgar dulu sampai rasa gatalnya mereda dan sembuh.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengenal Jenis-Jenis Parasit dan Penyakit Infeksi yang Disebabkannya

Cacingan, toksoplasmosis, dan malaria adalah contoh penyakit infeksi parasit yang cukup umum di Indonesia. Bagaimana cara mengobatinya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novita Joseph
Penyakit Infeksi, Infeksi Jamur dan Parasit 26 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit

6 Cara Mengurangi Rasa Tidak Enak Badan saat Demam

Ketika demam menyerang, Anda pasti tidak enak badan. Mau istirahat atau makan jadi susah. Tenang saja, ini enam solusi yang tepat supaya Anda lebih nyaman.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan, Informasi Kesehatan 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Sehatkah Kalau Makan Makanan yang Sama Terus Setiap Hari?

Adakah dampak kesehatan tertentu jika kita makan makanan yang sama tiap harinya? Apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi kebiasaan tersebut?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Tips Makan Sehat, Nutrisi 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Tiba-Tiba Susah Kentut? Tak Perlu Pusing, Begini Cara Mengatasinya

Pernah merasakan tidak bisa kentut? Tentu rasanya sangat mengganggu dan membuat perut terasa sakit. Tenang, atasi masalah susah kentut dengan cara alami ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Kesehatan, Gejala dan Kondisi Umum 25 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

tremor bisa sembuh

Apakah Tremor Bisa Disembuhkan? Apa Saja Pengobatannya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
penyakit kaki pada lansia

7 Masalah Pada Kaki yang Umum Terjadi Seiring Bertambahnya Usia

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
berhenti makan junk food

7 Trik Jitu Agar Tak Mudah Tergoda Makan Junk Food

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
gula darah turun

Habis Makan, Gula Darah Malah Turun Drastis? Apa Sebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Angelina Yuwono
Dipublikasikan tanggal: 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit