Berbagai Pengobatan yang Efektif Hilangkan Mata Ikan

Berbagai Pengobatan yang Efektif Hilangkan Mata Ikan

Mata ikan di kaki biasanya terjadi di titik-titik tertentu pada telapak kaki, seperti di antara jari kaki atau di samping telapak kaki. Mata ikan dapat membatasi gerak dan membuat Anda tidak nyaman. Sebelum makin mengeras, segera atasi mata ikan dengan beberapa pilihan obat berikut.

Obat topikal mata ikan

Berbeda dengan kapalan, mata ikan mempunyai tonjolan di tengah yang dikelilingi kulit mati dan akan terasa nyeri jika ditekan.

Mata ikan yang baru muncul mungkin tidak terasa menyakitkan. Namun, jika dibiarkan terus-menerus, mata ikan ini bisa mengganggu aktivitas.

Ada berbagai cara yang dapat Anda lakukan untuk mengobati mata ikan di kaki, salah satunya dengan salep.

Anda bisa mendapatkan salep mata ikan di apotek tanpa perlu menggunakan resep dokter. Berikut ini adalah daftarnya.

1. Urea

Urea akan meningkatkan kelembapan kulit, kemudian menghancurkan zat keratin (protein) pada lapisan kulit teratas (epidermis).

Anda hanya perlu mengoleskan sedikit krim urea ke mata ikan, kemudian biarkan selama beberapa menit. Lalu, baru bilas dengan air hingga bersih.

2. Asam laktat

Asam laktat bekerja dengan mengikis lapisan kulit mati sehingga dapat menipiskan kulit mata ikan yang menebal.

Jenis asam laktat yang umumnya dipakai untuk mengatasi mata ikan adalah asam laktat 12% yang berbentuk krim atau salep.

Anda cukup mengoleskan salep ini sebanyak 1 – 2 kali sehari.

3. Asam salisilat topikal

Asam salisilat dikenal sebagai salah satu obat untuk melawan bakteri dan fungi.

Bahan aktif ini membantu melembutkan lapisan kulit yang menebal, seperti mata ikan, sehingga mudah untuk dihilangkan.

Cara penggunaannya, Anda perlu melembapkan area mata ikan lima menit sebelumnya, kemudian oleskan salep langsung pada mata ikan.

Tutup areanya semalam dan bilas hingga bersih saat pagi.

4. Retinoid

Jenis retinoid yang digunakan untuk mengobati mata ikan yaitu tretinoin topikal.

Tretinoin topikal dapat berupa krim dan gel yang dioleskan pada bagian mata ikan.

Oleskan sedikit krim tretinoin di area mata ikan sekali sehari sebelum tidur.

Pengobatan mata ikan menggunakan tretinoin mungkin memerlukan waktu selama 3 – 4 bulan hingga menampakkan hasil yang signifikan.

5. Kortikosteroid

Kortikosteroid dapat membantu menghilangkan mata ikan, terutama ketika penebalan kulit semakin besar dan keras.

Jenis kortikosteroid yang bisa digunakan untuk mata ikan adalah triamcinolone.

Oleskan obat ini sekitar tiga menit selepas mandi ketika kondisi kulit masih lembap atau setengah kering.

Obat alami mata ikan

penyebab mata ikan

Apabila gejala penyakit kulit ini termasuk ringan, Anda bisa mencoba mengatasi mata ikan dengan melakukan perawatan sendiri di rumah.

Berikut ini sejumlah daftar obat alami mata ikan.

1. Soda kue dan batu apung

Obat alami ini menggunakan larutan dari campuran air hangat, perasan lemon, dan soda kue.

Untuk membuat larutan ini, Anda perlu memasukkan perasan lemon dan soda kue ke dalam air hangat di baskom.

Rendam kaki selama beberapa menit untuk membuat kulit lembap, baru tambahkan soda kue ke dalam larutan.

Rendam kaki kembali ke dalam baskom yang sudah ditambahkan soda kue. Diamkan selama 10 menit.

Setelah itu, gunakan batu apung untuk menghilangkan lapisan atas kulit yang menebal. Gosok dengan gerakan melingkar.

2. Cuka apel

Cuka sari memiliki sifat antimikroba yang berpotensi melawan infeksi HPV penyebab mata ikan.

Campurkan cuka sari apel ke dalam air dengan perbandingan 1:2, misalnya 100 ml cuka apel di dalam 200 ml air.

Kemudian rendam kapas ke dalam larutan cuka apel dan tempelkan di atas mata ikan. Balut dengan perban dan biarkan selama 3 – 4 jam.

Selalu encerkan cuka sari apel dengan air. Cuka apel yang langsung dioleskan ke kulit bisa menyebabkan iritasi.

3. Minyak jarak

Sebuah penelitian dalam jurnal Lipid insights (2016) mencari cara pengolahan baru dari minyak jarak.

Hasil penelitian menunjukkan kalau kandungan minyak jarak berpotensi sebagai pelumas kulit.

Jika dapat melumasi kulit, artinya membuat kulit lebih lembap, minyak ini bisa membantu masalah kulit kering, seperti mata ikan.

Untuk menggunakan obat alami ini, Anda bisa melarutkan minyak jarak ke dalam air di baskom.

Setelah itu, rendamlah kaki yang terkena mata ikan selama beberapa menit. Ini cukup untuk melumasi kulit yang menebal.

4. Minyak pohon teh

Tea tree oil punya sifat antimikroba dan antiradang.

Namun, Anda perlu mengencerkan minyak pohon teh dengan pelarut sebelum menggunakannya.

Jadi, campurkan 1 – 2 tetes tea tree oil dengan 12 tetes minyak pelarut terlebih dulu.

Selanjutnya, Anda bisa mengoleskan minyak ini ke bagian kulit yang terdampak mata ikan dengan kapas.

5. Vitamin C

Vitamin C dapat bekerja untuk menjaga kesehatan kulit.

Penelitian dalam The Journal of infectious diseases mencoba mengamati efek asupan rutin vitamin C terhadap infeksi HPV.

Hasil studi menyarankan konsumsi vitamin C secara rutin berpotensi menekan infeksi HPV yang bisa jadi penyebab mata ikan.

Tindakan medis untuk pengobatan mata ikan

operasi mata ikan

Jika berbagai pengobatan di atas membuat mata ikan Anda hilang, cobalah periksakan ke dokter spesialis kulit di rumah sakit atau klinik kesehatan terdekat melalui Hello Sehat.

Dokter akan menentukan pengobatan yang sesuai dengan kondisi Anda.

Berikut beberapa prosedur medis yang biasa dilakukan untuk mengatasi mata ikan di kaki.

1. Operasi

Dokter bisa membuang mata ikan dengan memotong penebalan kulit menggunakan pisau bedah.

Prosedur ini bertujuan untuk mengurangi tekanan pada jaringan kulit di bawah mata ikan.

Setelah prosedur operasi mata ikan selesai dilakukan, dokter biasanya akan memberikan obat antibiotik untuk mempercepat penyembuhan.

Operasi untuk memperbaiki posisi atau bentuk tulang kaki juga disarankan apabila mata ikan disebabkan oleh kelainan bentuk kaki.

2. Pengobatan laser

Laser pulsed-dye (PDL) dapat dilakukan untuk mengobati mata ikan di kaki.

Dalam prosedur ini, dokter akan membakar gumpalan pembuluh darah kecil di area yang terinfeksi dengan laser.

Jaringan yang terinfeksi ini pada akhirnya akan mati dan benjolan pun akan terlepas.

PDL biasanya memakan waktu beberapa menit, tapi membutuhkan beberapa kali perawatan sampai mata ikan benar-benar hilang.

3. Cryotherapy

Cryotherapy atau krioterapi adalah terapi untuk mendinginkan bagian tubuh dalam sebuat alat yang bisa mengeluarkan udara dingin.

Alat ini akan menggunakan nitrogen cair yang berfungsi untuk membekukan area yang bermasalah.

Namun, terapi ini bisa menimbulkan efek samping berupa mati rasa, kesemutan, kemerahan, dan iritasi kulit.

Catatan pengobatan mata ikan

Mata ikan yang tidak terlalu tebal dan mengeras masih bisa hilang dengan obat apotek atau perawatan alami. Namun, operasi kecil terkadang dibutuhkan untuk mengangkat mata ikan yang sangat keras dan menyulitkan Anda untuk berjalan.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Corns: What can you do if you have a corn?. (2006). Cologne, Germany: Institute for Quality and Efficiency in Health Care (IQWiG).

Pennycook, K. M., McCready, T. A. (2022). Clavus. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing.

Arosi, I., Hiner, G., & Rajbhandari, S. (2016). Pathogenesis and Treatment of Callus in the Diabetic Foot. Current diabetes reviews, 12(3), 179–183. https://doi.org/10.2174/1573399811666150609160219

Coughlin, M. J., & Kennedy, M. P. (2003). Operative repair of fourth and fifth toe corns. Foot & ankle international, 24(2), 147–157. https://doi.org/10.1177/107110070302400209

Ferreira, I.J., de Menezes, L.R. & Tavares, M.I.B.(2021). Morphological and structural evaluation of nanoparticles loaded with tea tree oil for the therapeutic treatment of HPV. Polymer Bulletin, 79, 5457–5479 https://doi.org/10.1007/s00289-021-03780-0

Giuliano, A. R., Siegel, E. M., Roe, D. J., Ferreira, S., Baggio, M. L., Galan, L., Duarte-Franco, E., Villa, L. L., Rohan, T. E., Marshall, J. R., Franco, E. L., & Ludwig-McGill HPV Natural History Study (2003). Dietary intake and risk of persistent human papillomavirus (HPV) infection: the Ludwig-McGill HPV Natural History Study. The Journal of infectious diseases, 188(10), 1508–1516. https://doi.org/10.1086/379197

Patel, V. R., Dumancas, G. G., Kasi Viswanath, L. C., Maples, R., & Subong, B. J. (2016). Castor Oil: Properties, Uses, and Optimization of Processing Parameters in Commercial Production. Lipid insights, 9, 1–12. https://doi.org/10.4137/LPI.S40233

Rezazadeh, F., Moshaverinia, M., Motamedifar, M., & Alyaseri, M. (2016). Assessment of Anti HSV-1 Activity of Aloe Vera Gel Extract: an In Vitro Study. Journal of dentistry (Shiraz, Iran), 17(1), 49–54.

Sacchidanand, S., Mallikarjuna, M., Purohit, V., & Sujaya, S. N. (2012). Surgical enucleation of corn: a novel technique. Journal of cutaneous and aesthetic surgery, 5(1), 52–53. https://doi.org/10.4103/0974-2077.94329

Corns and calluses – Diagnosis & treatment. (2022). Mayo Clinic. Retrieved September 8, 2022 from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/corns-and-calluses/diagnosis-treatment/drc-20355951#:~:text=Soaking%20corns%20and%20calluses%20in,file%2C%20emery%20board%20or%20washcloth.

HOW TO TREAT CORNS AND CALLUSES. (n.d). American Academy of Dermatology Association. Retrieved September 8, 2022 from https://www.aad.org/public/everyday-care/injured-skin/burns/treat-corns-calluses

Corns and Calluses. (2019). Cleveland Clinic. Retrieved September 8, 2022 from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/16896-corns-and-calluses

Corns and calluses. (2022). National Health Services. Retrieved September 8, 2022 from https://www.nhs.uk/conditions/corns-and-calluses/#foot-care-products

Corns and calluses – Diagnosis & treatment. (2022). Mayo Clinic. Retrieved September 8, 2022 from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/corns-and-calluses/diagnosis-treatment/drc-20355951

Plantar warts – Diagnosis & treatment. (2022). Mayo Clinic. Retrieved September 8, 2022 from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/plantar-warts/diagnosis-treatment/drc-20352697

Salicylic Acid. (n.d.). MIMS. Retrieved September 8, 2022 from https://www.mims.com/indonesia/drug/info/salicylic%20acid?mtype=generic

Tretinoin. (n.d.). MIMS. Retrieved September 8, 2022 from https://www.mims.com/indonesia/drug/info/tretinoin?mtype=generic

Triamcinolone. (n.d.). MIMS. Retrieved September 8, 2022 from https://www.mims.com/indonesia/drug/info/triamcinolone?mtype=generic

Urea. (n.d.). MIMS. Retrieved September 8, 2022 from https://www.mims.com/indonesia/drug/info/urea?mtype=generic

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Ilham Fariq Maulana Diperbarui Oct 20
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan