home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Beragam Obat Kutil, dari Penanganan Medis Hingga Bahan Alami

Beragam Obat Kutil, dari Penanganan Medis Hingga Bahan Alami

Munculnya kutil di kulit kerap tidak menimbulkan rasa sakit. Namun, sebagian dari Anda mungkin merasa terasa terganggu terutama berkaitan dengan penampilan. Kabar baiknya, ada berbagai cara untuk menghilangkan kutil, baik obat medis maupun alami.

Sebenarnya, kutil itu penyakit atau bukan?

Kutil tergolong sebagai tumor jinak yang disebabkan oleh virus. Penyebab utama dari kutil adalah Human papillomavirus (HPV). Virus ini menginfeksi lapisan atas kulit dan pertumbuhannya sangat cepat.

Anda bisa terinfeksi virus HPV apabila ada luka di kulit atau ketika Anda menyentuh seseorang yang memiliki virus tersebut. Virus ini juga dapat menyebar pada seseorang yang memakai handuk, sisir, serta alat pribadi yang sama dengan penderitanya.

Obat kutil, dari medis hingga alami

cara menghilangkan kutil di tangan

Pada umumnya, kutil dapat menghilang tanpa diberi penanganan khusus. Sebab, seiring waktu tubuh Anda dapat membangun sistem perlawanan sendiri untuk menyerang virus. Sayangnya hal ini membutuhkan waktu yang lama, bisa berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun.

Karena itulah sebagian orang yang mengalaminya melakukan berbagai cara untuk membuat kutil lebih cepat sembuh. Baik secara medis maupun secara alami, berbagai pengobatan ini dapat Anda lakukan untuk menghilangkan kutil.

Obat kutil secara medis

Kutil adalah penyakit kulit menular yang tergolong ringan. Meski demikian, tentu ada beberapa kasus yang lebih parah sehingga membutuhkan penanganan dari dokter. Pengobatannya akan disesuaikan dengan jenis kutil yang diderita pasien. Berikut berbagai pilihannya.

1. Cantharidin

Cantharidin merupakan zat yang berasal dari kumbang lepuh bernama Cantharis vesicatoria. Zat ini telah digunakan sejak ribuan tahun lamanya di Tiongkok untuk mengobati sejumlah penyakit. Obat ini juga bisa digunakan untuk menghilangkan kutil.

Obat ini bekerja dengan melepuhkan kutil yang tumbuh untuk mempermudah pengangkatannya. Cara penggunaannya, cantharidin dioles di atas kutil lalu dibiarkan sampai mengering sebelum ditutup dengan plester selama 4 – 6 jam.

Setelah itu, plester dilepas dan area yang dioleskan obat dicuci dengan air dan sabun.

Luka lepuhnya kemudian akan terbentuk dalam 24 – 48 jam. Selama beberapa hari ke depan, lepuhan akan mengering bersama dengan lepasnya kutil. Selanjutnya, dokter akan memotong lepuhan dan kutil yang telah mati tersebut.

Obat ini tidak akan menembus lapisan epidermis kulit sehingga tidak akan menimbulkan bekas luka. Karena adanya potensi beracun, penggunaan cantharidin sebaiknya diawasi serta dilakukan oleh dokter.

2. Cryotherapy

obat dan penanganan kutil
Sumber: Epiphany Dermatology

Selain kutil di area genital (penis atau vagina), kebanyakan kutil yang di area lainnya dapat dihilangkan dengan cryotherapy. Prosedur ini direkomendasikan sebagai cara menghilangkan kutil yang cukup efektif, terutama untuk kutil di area tangan dan kaki.

Terapi jenis ini biasa dilakukan apabila pengobatan dengan asam salisilat tidak berhasil. Cryotherapy ini juga dapat Anda pilih apabila Anda ingin pengobatan yang cepat.

Prosedur ini hanya bisa dilakukan oleh dokter. Selama prosedur berlangsung, dokter akan memotong kutil Anda dengan pisau yang kecil dan tajam. Dokter lalu akan mengaplikasikan zat beku dengan lidi kapas atau disemprotkan. Nitrogen cair biasa digunakan sebagai zat pembekunya.

Cryotherapy dilakukan dengan pemberian bius lokal (anastesi lokal) untuk mencegah terjadinya rasa nyeri selama prosedur berjalan. Namun, Anda tak butuh waktu yang terlalu lama untuk menyelesaikan pengobatan ini.

3. Operasi pengangkatan kutil

Operasi yang dilakukan untuk menghilangkan kutil adalah operasi kecil di mana nantinya dokter akan melepaskan jaringan kulit yang terkena kutil. Prosedur ini mungkin akan meninggalkan bekas luka.

4. Obat peeling

krim pemutih merusak saraf

Obat peeling atau pengupas kulit juga dapat digunakan untuk menghilangkan kutil. Obat ini tersedia dalam obat yang dijual bebas maupun obat yang harus menggunakan resep dokter.

Biasanya, obat bebas yang bisa dibeli di apotek digunakan untuk mengatasi kutil yang lebih ringan. Salah satu zat yang paling sering ditemui dalam obat ini adalah asam salisilat.

Asam salisilat (salicylic acid) merupakan zat yang diyakini dapat menghilangkan berbagai penyakit kulit, termasuk jerawat, psoriasis, dermatitis, dan kutil. Bentuknya bermacam-macam, ada yang berupa krim, cairan, gel, hingga plester.

Asam salisilat dapat menghilangkan kutil dalam beberapa minggu jika dioleskan setiap hari dan dengan benar. Caranya, rendam bagian kulit yang tumbuh kutil di air hangat selama beberapa menit. Kemudian keringkan kulit dan oleskan obat langsung pada kutil. Biarkan selama 24 – 48 jam, bisa menggunakan perban atau tanpa perban.

Pilihlah produk yang baik untuk menghilangkan kutil. Ada beberapa produk yang hanya spesifik untuk menghilangkan kutil pada beberapa area. Anda bisa minta penjelasan dari dokter atau apoteker untuk menentukan jenis asam salisilat yang tepat buat kondisi Anda.

Bila kutil lebih parah atau jumlahnya lebih banyak, ada baiknya Anda meminta obat peeling yang lebih kuat dari dokter.

5. Laser

Perawatan dengan laser dapat dipilih bila kutil tidak menunjukkan respons setelah diberi obat atau prosedur lain. Jenis perawatan yang dilakukan salah satunya adalah dengan pulsed-dye laser yang dapat membakar pembuluh darah kecil pada jaringan yang terinfeksi.

Sebelum menjalani perawatan ini, dokter akan memberikan suntikan anestesi terlebih dahulu. Kemudian, laser diarahkan pada bagian yang terkena kutil. Nantinya jaringan kulit akan mati dan membuat kutil terlepas.

Perlu diketahui, bukti keefektifan prosedur ini masih terbatas. Selain itu, laser juga dapat menyebabkan nyeri dan menimbulkan luka.

6. Imunoterapi

Perawatan ini juga dilakukan untuk pasien yang memiliki kondisi kutil yang lebih parah dan sulit disembuhkan. Imunoterapi menggunakan sistem kekebalan tubuh pasien sendiri untuk melawan virus.

Salah satu jenisnya, imunoterapi menggunakan bahan bernama diphencyprone (DCP). DCP adalah agen pemeka yang bila dioleskan pada kulit yang terkena kutil akan menimbulkan reaksi alergi ringan. Reaksi inilah yang nantinya dapat menghilangkan kutil.

Obat alami untuk kutil

Selain menggunakan obat dokter dan penanganan medis, ternyata ada beberapa bahan yang berpotensi untuk mengobati kutil. Apa saja?

1. Lidah buaya

lidah buaya menghilangkan kerutan

Lidah buaya biasanya digunakan untuk mengurangi gejala penyakit kulit seperti psoriasis karena khasiatnya yang dapat meringankan rasa gatal dan perih. Bahan ini juga memiliki potensi sebagai obat alami untuk mengatasi kutil.

Sebuah penelitian pada 2016 membuktikan bahwa Aloe vera dapat bekerja melawan virus herpes simpleks tipe 1, tapi belum ada penelitian yang spesifik menilik manfaatnya untuk virus HPV.

Meski demikian, tak ada salahnya untuk mencoba lidah buaya sebagai salah satu obat alami kutil. Caranya, oleskan gel atau daging lidah buaya di atas kutil sebanyak dua sampai tiga kali sehari. Ulangi langkah selama beberapa hari sampai kutil menghilang.

2. Bawang putih

Bawang putih dikenal memiliki komponen antiviral dan antibakteri yang mungkin dapat membantu dalam pengobatan kutil.

Untuk menggunakannya, oleskan sedikit minyak zaitun pada area yang terdampak, setelah itu letakkan irisan tipis bawang putih dan tutup menggunakan plester, biarkan semalaman. Ulangi langkah setiap malam selama dua minggu atau sampai kutil mulai menghilang.

Cara Alternatif Menghilangkan Kutil

Selain dengan obat, ada langkah lain yang kerap dilakukan sebagai cara menghilangkan kutil yaitu dengan menempelkan lakban pada kutil Anda. Anda cukup melakukannya selama kurang lebih enam hari. Setelah itu, lepaskan lakban dan rendam area kulit yang terkena kutil dengan air hangat dan bersihkan.

Beberapa penelitian menemukan bahwa pengobatan menggunakan lakban lebih efektif dibanding metode pembekuan menggunakan nitrogen cair.

Namun, penelitian pada tahun-tahun selanjutnya malah mengungkapkan tak ada perbedaan yang signifikan di antara keduanya. Oleh karena itu, keefektifan penanganan dengan cara ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

Terlepas dari pengobatan apapun yang akan Anda pilih, sebaiknya konsultasikan semua kepada dokter spesialis kulit terlebih dahulu agar tidak menimbulkan masalah pada kulit Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Warts: Diagnosis and Treatment. (n.d.). American Academy of Dermatology. Retrieved 22 September 2020, from https://www.aad.org/public/diseases/a-z/warts-treatment

Common Warts – Diagnosis and Treatment. (2020). Mayo Clinic. Retrieved 22 September 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/common-warts/diagnosis-treatment/drc-20371131

Cantharidin. (2003). DermNet NZ. Retrieved 22 Spetember 2020, from https://dermnetnz.org/topics/cantharidin/

Diphenylcyclopropenone. (2012). DermNet NZ. Retrieved 22 September 2020, from https://dermnetnz.org/topics/diphenylcyclopropenone/

Sudhakar, G., Pai, V., Pai, A., & Kamath, V. (2013). Therapeutic Approaches in the Management of Plantar Warts by Human Papillomaviruses: A review. Retrieved 22 September 2020, from https://www.alliedacademies.org/articles/therapeutic-approaches-in-the-management-of-plantar-warts-by-human-papillomaviruses-a-review.pdf

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh dr. Marsha Desica Arsanta
Tanggal diperbarui 10/11/2020
x