Hilangkan Mata Ikan dengan 6 Obat Alami Ini

    Hilangkan Mata Ikan dengan 6 Obat Alami Ini

    Mata ikan adalah benjolan keras dan kasar yang biasanya muncul di telapak kaki. Mata ikan memang tidak berbahaya, tetapi bisa membuat kaki Anda sakit saat berjalan. Nah, untuk mengatasinya berikut obat alami mata ikan yang bisa Anda gunakan.

    Pilihan obat alami mata ikan

    Ada beberapa penyebab mata ikan di kaki, seperti infeksi HPV dan gesekan atau tekanan berulang pada telapak kaki.

    Selain obat mata ikan dari apotek, Anda bisa menggunakan bahan-bahan alami di rumah sebagai pengobatan alami mata ikan

    Berikut ini adalah daftar bahan alami yang dapat Anda gunakan untuk mengobati penyakit kulit ini.

    1. Perasan jeruk dan lemon

    Untuk mengatasi mata ikan, Anda cukup menggunakan perasan air jeruk atau lemon.

    Oleskan ke mata ikan, tutup dengan perban, dan biarkan semalaman.

    Jeruk dan lemon mengandung vitamin C yang berpotensi meningkatkan kekebalan serta mempercepat penyembuhan luka.

    Salah satu ulasan dalam The Journal of infectious diseases mencoba mengamati pengaruh asupan vitamin C terhadap infeksi HPV yang menyebabkan terjadinya kutil kulit.

    Riset ini melakukan eksperimen kepada 433 wanita selama 12 bulan dengan pemberian vitamin C secara rutin.

    Hasil studi menyarankan kalau peningkatan konsumsi vitamin C berpotensi menekan infeksi HPV kronis penyebab kutil atau mata ikan.

    Selain itu, vitamin C dapat digunakan untuk menjaga kesehatan kulit.

    2. Soda kue dan batu apung

    Soda kue dapat memicu reaksi yang membuat mata ikan lebih mudah dihilangkan.

    Untuk menggunakan soda kue sebagai obat mata ikan, buat larutan dari campuran air hangat, 2 – 3 sendok makan perasan air lemon, dan soda kue.

    Rendam kaki selama sekitar 10 menit. Kemudian gunakan batu apung untuk menggosok lapisan atas kulit yang menebal.

    Gosok dengan gerakan melingkar dan lembut. Jangan mencoba mengupas seluruh mata ikan sekaligus.

    Lakukan pengobatan mata ikan alami ini secara teratur, setiap malam sebelum tidur.

    3. Minyak pohon teh

    menghilangkan ketombe

    Tea tree oil diyakini memiliki sifat antiradang dan antimikroba untuk mengatasi kutil dan mata ikan yang disebabkan infeksi HPV.

    Untuk menggunakan tea tree oil, Anda perlu terlebih dahulu mencairkannya dengan minyak pelarut. Hal ini bertujuan agar kulit Anda tidak teriritasi ketika minyak esensial ini dioleskan.

    Campurkan setidaknya 1 – 2 tetes tea tree oil dengan 12 tetes minyak pelarut, seperti minyak jarak atau minyak almon.

    Kemudian, teteskan larutan pada kapas dan oleskan pada mata ikan. Diamkan selama 5 – 10 menit. Ulangi sebanyak dua atau tiga kali sehari.

    4. Cuka apel

    Pilihan obat alami untuk mata ikan lainnya adalah cuka sari apel yang bekerja seperti asam salisilat.

    Cuka apel juga mempunyai sifat antimikroba yang bisa membantu untuk melawan infeksi HPV penyebab mata ikan.

    Anda hanya perlu mencampurkan cuka sari apel ke dalam air dengan perbandingan 1:2, misalnya 50 ml cuka apel di dalam 100 ml air.

    Rendam kapas ke dalam larutan cuka apel, kemudian tempelkan di atas mata ikan, dan balut dengan perban. Biarkan selama 3 – 4 jam.

    Pastikan Anda selalu mengencerkan cuka sari apel dengan air. Pasalnya, keasamannya bisa menimbulkan luka bakar dan iritasi pada kulit.

    5. Minyak jarak

    minyak jarak, obat pencahar sembelit alami

    Minyak jarak memiliki khasiat yang menjadikannya sebagai pelumas kulit alami.

    Artinya, minyak ini dapat melembapkan kulit yang kering dan keras sehingga membantu menghilangkan mata ikan.

    Sebuah penelitian dalam jurnal Lipid insights (2016) menunjukkan bahwa kandungan dari minyak jarak dapat bekerja sebagai pelumas kulit dan sebagai obat untuk masalah pencernaan.

    Merendam kaki yang terkena mata ikan ke dalam campuran air hangat dan 5 sendok makan minyak jarak cukup untuk melembutkan kulit yang mengeras dan mengurangi bengkak akibat infeksi.

    6. Lidah buaya

    Gel lidah buaya selama ini dikenal sebagai obat alami untuk masalah kulit seperti luka bakar dan psoriasis.

    Ada juga penelitian yang menunjukkan manfaat lidah buaya dalam mengatasi penyakit kulit yang disebabkan infeksi virus, misalnya herpes.

    Sebuah ulasan dalam Journal of dentistry (2016) mencoba mengamati efek antivirus dari gel lidah buaya. Studi ini memakai metode uji laboratorium in vitro pada sel virus.

    Hasil studi mendapati bahwa lidah buaya memiliki potensi untuk melawan virus herpes simpleks tipe 1.

    Meskipun begitu, masih belum ada penelitian tentang efektivitas gel lidah buaya untuk melawan infeksi HSV yang menyebabkan mata ikan.

    Anda bisa memanfaatkan lidah buaya sebagai obat alami untuk mengurangi gejala mata ikan, seperti nyeri, bengkak, dan kemerahan pada kulit.

    Cukup ambil daun dari tanaman lidah buaya kemudian belah. Selanjutnya, oleskan gel lidah buaya ke bagian kulit yang terdampak mata ikan.

    Terlepas dari pengobatan apapun yang Anda pilih, sebaiknya konsultasikan kepada dokter spesialis kulit terlebih dulu guna menghindari efek samping.

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    Corns: What can you do if you have a corn?. (2006). Cologne, Germany: Institute for Quality and Efficiency in Health Care (IQWiG).

    Arosi, I., Hiner, G., & Rajbhandari, S. (2016). Pathogenesis and Treatment of Callus in the Diabetic Foot. Current diabetes reviews, 12(3), 179–183. https://doi.org/10.2174/1573399811666150609160219

    Ferreira, I.J., de Menezes, L.R. & Tavares, M.I.B.(2021). Morphological and structural evaluation of nanoparticles loaded with tea tree oil for the therapeutic treatment of HPV. Polymer Bulletin, 79, 5457–5479 https://doi.org/10.1007/s00289-021-03780-0

    Giuliano, A. R., Siegel, E. M., Roe, D. J., Ferreira, S., Baggio, M. L., Galan, L., Duarte-Franco, E., Villa, L. L., Rohan, T. E., Marshall, J. R., Franco, E. L., & Ludwig-McGill HPV Natural History Study (2003). Dietary intake and risk of persistent human papillomavirus (HPV) infection: the Ludwig-McGill HPV Natural History Study. The Journal of infectious diseases, 188(10), 1508–1516. https://doi.org/10.1086/379197

    Patel, V. R., Dumancas, G. G., Kasi Viswanath, L. C., Maples, R., & Subong, B. J. (2016). Castor Oil: Properties, Uses, and Optimization of Processing Parameters in Commercial Production. Lipid insights, 9, 1–12. https://doi.org/10.4137/LPI.S40233

    Rezazadeh, F., Moshaverinia, M., Motamedifar, M., & Alyaseri, M. (2016). Assessment of Anti HSV-1 Activity of Aloe Vera Gel Extract: an In Vitro Study. Journal of dentistry (Shiraz, Iran), 17(1), 49–54.

    Corns and calluses – Diagnosis & treatment. (2022). Mayo Clinic. Retrieved September 7, 2022 from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/corns-and-calluses/diagnosis-treatment/drc-20355951#:~:text=Soaking%20corns%20and%20calluses%20in,file%2C%20emery%20board%20or%20washcloth.

    HOW TO TREAT CORNS AND CALLUSES. (n.d). American Academy of Dermatology Association. Retrieved September 7, 2022 from https://www.aad.org/public/everyday-care/injured-skin/burns/treat-corns-calluses

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Ilham Fariq Maulana Diperbarui Oct 20
    Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro