home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Berbagai Obat Mata Ikan Dengan dan Tanpa Resep yang Bisa Anda Gunakan

Berbagai Obat Mata Ikan Dengan dan Tanpa Resep yang Bisa Anda Gunakan

Mata ikan menimbulkan rasa tidak nyaman bahkan sakit saat tertekan. Maka itu, meskipun bukan kondisi yang berbahaya, mata ikan harus diatasi dengan tepat agar tidak mengganggu aktivitas sehari-hari Anda. Obat mata ikan dari dokter apa saja yang dibutuhkan? Simak di bawah ini.

Gejala mata ikan yang paling umum

Berjalan dengan telapak kaki yang mengalami mata ikan rasanya seperti berjalan di atas batu kecil. Ada yang mengganjal dan tidak enak. Apa Anda pernah merasakannya? Jika ya, mungkin Anda benar-benar mengalami mata ikan. Tanda-tanda lainnya seperti:

  • Ada benjolan yang mengeras
  • Daerah kulit sekitar tonjolannya terasa tebal dan kasar
  • Nyeri di bawah kulit
  • Kulit ada yang terkelupas

Jenis-jenis obat mata ikan dari dokter

Ada beberapa jenis obat yang digunakan untuk mata ikan. Obat ini tersedia dalam berbagai bentuk. Mulai dari krim, plester, atau ada juga yang menggunakan pipet (cair).

Dilansir dalam laman Medscape, ada 3 jenis obat yang digunakan sebagai penanganan mata ikan atau clavus, dengan keratolytic agents, kortikosteroid, dan retinoid.

1. Keratolytic agents

Keratolytic ini adalah zat bisa melarutkan protein atau keratin yang terkandung dalam mata ikan dan kulit mati di sekitarnya. Zat ini membuat lapisan kulit melunak dan mengelupas. Beberapa obat yang termasuk dalam jenis keratolitik adalah:

Asam salisilat topikal

Asam salisilat ini bisa melawan bakteri dan fungi. Asam salisilat ini yang akan membantu melembutkan lapisan mata ikan hingga dapat dengan mudah dihilangkan. Ada berbagai bentuk asam salisilat topikal, berbentuk gel, cair, patch, dan foam.

Ketika menggunakan obat jenis ini sebaiknya lindungi kulit di sekitar mata ikan dengan petrolatum yang melembabkan. Cara penggunaan asam salisilat topikal yang gel dan cair cukup mudah dengan mengoleskannya langsung pada mata ikan. Untuk asam salisilat yang berbentuk patch biasanya ditempelkan semalaman.

Gunakan obat jenis ini sesuai dengan petunjuk penggunaan yang tertera pada label kemasannya. Pengobatan standar untuk mata ikan yang paling umum adalah menggunakan asam salisilat ini, yang biasanya juga digunakan dalam pengobatan kutil.

Aminum laktat

Amonium laktat dapat mengikis bagian kulit di lapisan kulit mati, sehingga bisa menipiskan kulit yang menebal. Penebalan kulit yang diakibatkan mata ikan akan dikikis dengan amonium sekaligus melembutkan kulit kering dan bersisik.

Ammonium laktat yang biasa digunakan untuk mata ikan adalah amonium laktat 12 persen berbentuk krim atau salep. Amonium laktat ini ada dalam obat AmLactin, Lac-Hydrin, dan Lactinol.

Urea

Urea topikal yang digunakan untuk mengatasi mata ikan ditemukan dalam Aquadrate, Calmurid, Carmol, atau Nutraplus dalam bentuk krim. Urea dapat mengatasi kulit kering dan iktiosis sekaligus sebagai pelembab. Ikitiosis adalah gangguan pembentukan keratin pada kulit sehingga kulit jadi kasar, bersisik, dan tebal seperti yang ditemukan pada mata ikan.

2. Kortikosteroid

Kortikosteroid memiliki sifat anti peradangan, maka itu dibutuhkan dalam menangani mata ikan apalagi pada mata ikan yang sudah semakin mengganggu. Jenis kortikosteroid yang digunakan adalah Triamcinolone, yang bisa ditemukan dalam obat aristospan, kenalog IV, atau Trivaris. Obat ini biasanya diberikan dalam bentuk suntikan oleh dokter.

3. Retinoid

Retinoid yang digunakan untuk pengobatan clavus adalah tretionin topikal, yang bisa ditemukan dalam obat atralin, avita, atau refissa.

Tretionin topikal ini berbentuk krim dan gel yang dioleskan pada bagian mata ikan. Tretionin ini mengobati luka agar mata ikan cepat sembuh. Obat ini tersedia dalam dosis 0,025%, 0,05%, dan 0,1% dalam bentuk krim. Ada juga yang berbentuk gel mengandung tretionin sebanyak 0,025 persen.

Tak hanya obat mata ikan, supaya cepat hilang lakukan tips ini

Agar mata ikan lebih cepat sembuh, selain obat diperlukan juga penanganan pendukung seperti di bawah ini:

  • Merendam kaki yang mengalami mata ikan selama 5-10 menit. Kemudian gesekan dengan batu apung dengan gerakan melingkar
  • Menggunakan pelembab setiap hari di kaki. Sebelum tidur sebaiknya oleskan pelembab di sekitar mata ikan yang kering dan mengeras lalu tutup dengan kaus kaki.
  • Gunakan sepatu dan kaos kaki yang pas saat berjalan

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Silverberg Nanette. 2017. Corn (Clavus) Medication. [Online] Tersedia pada: https://emedicine.medscape.com/article/1089807-medication#2 (Diakses 3 Juli 2018)

Nordqvist Christian.2017. All About Corns and Calluses. [Online] Tersedia pada: https://www.medicalnewstoday.com/articles/172459.php (Diakses 3 Juli 2018)

Dermboard. Tanpa tahun. Corns and Calluses. [Online] Tersedia pada: https://dermboard.org/non-cancerous-growths-and-bumps/corns-and-calluses/ (Diakses 3 Juli 2018)

NHS Choces. 2016,Corns and Calluses. [Online] Tersedia pada:  https://www.nhs.uk/conditions/corns-and-calluses/treatment/#foot-care-products (Diakses 3 Juli 2018)

WebMD. 2017. Understanding Corns and Calluses Diagnosis and Treatment. [Online] Tersedia pada: https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/understanding-corns-calluses-treatment#1

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Tanggal diperbarui 22/07/2018
x