Pusar merupakan sisa potongan dari tali ari-ari janin. Meski tidak memiliki fungsi khusus, kondisi pusar bisa menunjukkan kondisi kesehatan Anda. Salah satu tanda bila Anda memiliki masalah kesehatan adalah pusar berair.
Penyebab pusar berair
Dalam kondisi normal, kulit pusar biasanya kering, sama keringnya dengan kulit di sekitar perut.
Namun, beberapa hal bisa menyebabkan cairan keluar dari pusar. Berikut ini beberapa alasan kenapa pusar berair.
1. Infeksi bakteri
Menurut sebuah studi yang diterbitkan dalam Microbes and Environments, ada banyak bakteri yang ditemukan di pusar, baik bakteri yang bermanfaat maupun yang berbahaya.
Membiarkan pusar kotor dan lembap dapat memicu bakteri jahat berkembang biak. Akibatnya, bakteri baik kalah dan populasinya digantikan oleh bakteri jahat penyebab infeksi.
Selain kurang bersih, luka akibat tindik pusar menjadi salah satu faktor risiko terjadi infeksi. Jika pusar berdarah sudah terinfeksi, biasanya pusar pun bau dan berair.
Selain itu, cairan yang keluar bisa saja bukan lagi bening, tetapi berwarna hijau atau kuning. Gejala pusar berair dan bau ini juga bisa disertai dengan pusar nyeri.
2. Infeksi jamur
Selain infeksi bakteri, penyebab pusar berair adalah infeksi jamur. Infeksi ini biasanya disebabkan oleh Candida albicans, jamur yang tumbuh di tempat yang gelap dan lembap termasuk ketiak, pusar, serta selangkangan.
Infeksi biasanya akan menyebabkan ruam disertai rasa gatal di daerah yang terinfeksi. Jamur penyebab pusar gatal dan berair sebenarnya hidup pada kulit manusia dalam jumlah yang terbatas.
Lagi-lagi, jumlah mikrobiota kulit yang tidak seimbang membuat bakteri baik tidak bisa melawan pertumbuhan jamur berlebih. Akibatnya, Anda pun mengalami udel berair.
Infeksi biasanya akan menyebabkan ruam disertai rasa gatal. Tak hanya itu, gejala lainnya dari infeksi jamur pada kulit pusar biasanya disertai dengan keluarnya cairan putih yang cukup kental.
3. Kista urachal

Kista urachal merupakan kista yang terbentuk jika saluran kemih yang terhubung ke tali pusar tidak menutup dengan benar.
Biasanya, kondisi ini terjadi saat janin masih berada di dalam rahim ibu dan tetap tidak menutup dengan benar hingga bayi lahir.
Akibatnya, benjolan ini bisa mengalami pembengkakan yang berujung pada infeksi. Jika kista sudah terinfeksi, biasanya cairan di dalamnya yang berupa lendir bisa keluar melalui pusar.
Umumnya cairan yang keluar berbau busuk. Adapun gejala lain dari kista urachal, yakni:
- perut terasa sakit,
- demam,
- adanya benjolan di perut, dan
- rasa sakit saat buang air kecil.
4. Kista epidermoid
Kista epidermoid adalah benjolan yang terjadi di bawah kulit. Kista ini berasal dari tumpukan keratin atau protein penyusun kulit, rambut, dan kuku.
Kondisi ini umumnya dijumpai pada kulit kepala, telinga, wajah, betis, punggung, atau paha dalam.
Meski begitu, kulit pusar juga bisa ditumbuhi kista epidermoid. Kista ini bisa tumbuh lebih besar, lalu meradang dan pecah. Hal ini memicu luka dan terinfeksi.
Saat mengalami infeksi, pusar akan berair, dengan warna putih kental atau kuning serta berbau busuk. Kista juga mungkin berwarna merah dan membengkak.
5. Diabetes
Ternyata, pusar berair bisa menjadi tanda dari adanya penyakit kronis. Mengapa demikian?
Menurut penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Clinical Medicine, pengidap diabetes berisiko mengalami infeksi jamur, termasuk di pusar.
Perlu diketahui, pengidap diabetes memiliki kadar gula yang tinggi pada darahnya. Nah, gula ini ternyata bisa memberi energi pada jamur alami di tubuh.
Akibatnya, pertumbuhan jamur pun tak terkendali dan menyebabkan pusar gatal dan berair. Maka itu, selalu pantau gula darah Anda serta keluhan kesehatan lain yang mungkin Anda alami.
6. Pembedahan
Pembedahan di bagian perut, seperti hernia dapat mengakibatkan keluarnya cairan atau nanah dari pusar.
Hal ini dikarenakan adanya komplikasi operasi berupa infeksi, baik bakteri maupun jamur.
Jika efek samping atau komplikasi ini terjadi, segera konsultasikan ke dokter.
Cara mengobati pusar berair

Pengobatan pusar berair disesuaikan dengan penyebabnya. Berikut pilihan pengobatan yang mungkin dianjurkan dokter.
1. Obat antijamur
Jika disebabkan oleh infeksi jamur dokter biasanya akan mengobatinya dengan memberikan obat antijamur, baik dalam bentuk salep, krim, maupun bedak.
Bila tidak kunjung sembuh, dokter mungkin akan memberikan obat antijamur minum.
2. Obat antibiotik
Begitu juga dengan udel berair akibat bakteri. Kondisi ini diobati dengan obat antibiotik, baik obat salep maupun obat minum.
Jika penyebabnya adalah kista, dokter juga mengobati infeksi dengan antibiotik. Ini merupakan langkah pengobatan pertama yang biasanya dilakukan.
3. Pengobatan kista
Selain itu, dokter dapat mengobati kista pada pusar dengan melakukan drainase, yakni pembedahan kecil untuk mengeluarkan isi kista.
Kista masih mungkin untuk tumbuh lagi. Oleh karena itu diperlukan tindakan operasi untuk mengangkat kista secara keseluruhan. Operasi pengangkatan kista ini termasuk operasi kecil.
Kenapa di pusar ada kotoran?
Kotoran pada udel atau pusar muncul karena area ini memiliki banyak lipatan sehingga mudah menjadi tempat bagi kotoran, sel kulit mati, atau bakteri berkumpul. Jika tidak dibersihkan secara teratur, tumpukan kotoran ini akan mengeras dan terkadang menimbulkan bau tidak sedap.
Cara mencegah pusar berair
Pusar berair biasanya muncul akibat infeksi. Untuk mencegahnya, usahakan untuk membersihkan pusar setiap hari dengan lembut.
Berikut beberapa cara mencegah udel berair, gatal, dan bau.
- Jangan menggaruk pusar agar tidak terluka.
- Bersihkan pusar perlahan dengan sabun dan air setiap hari.
- Selalu keringkan pusar setelah dibersihkan.
- Gunakan pakaian dengan bahan yang menyerap keringat.
- Bila menggunakan tindik pusar, pastikan tidak ada kotoran yang terjebak setiap hari.
- Jangan taruh krim atau pelembap apapun di dalam lubang pusar. Tujuannya, agar tidak terlalu lembap yang membuat bakteri dan jamur berkembang biak lebih subur.
Pusar berair bisa menjadi tanda infeksi atau masalah kesehatan lain. Jadi, bila Anda mengalami udel berair disertai dengan gejala seperti demam, kemerahan, nyeri dan sulit buang air kecil segera konsultasikan kepada dokter.
Deteksi dini dan perawatan yang tepat dapat membantu mencegah komplikasi lebih serius.
Kesimpulan
- Pusar berair biasanya muncul akibat infeksi jamur atau bakteri. Kondisi ini juga bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan lain seperti kista urachal, kista epidermoid, diabetes atau komplikasi akibat prosedur operasi.
- Pengobatan kondisi ini disesuaikan dengan penyebabnya, bisa dengan obat antijamur, antibiotik, ataupun operasi.
- Cara mencegah udel berair antara lain tidak menggaruk pusar agar tidak terluka, bersihkan pusar setiap hari, keringkan pusar setelah dibersihkan, gunakan pakaian yang menyerap keringat, dan hindari menaruh krim atau pelembap apa pun di lubang pusar.