Tips Merawat dan Membersihkan Tindik Pusar Agar Tak Infeksi

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 29 November 2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Tindik atau piercing di bagian pusar memang kerap menjadi pilihan wanita. Pasalnya, tindik pusar dianggap memberikan kesan sensual ketika seorang wanita mengenakan pakaian atau bikini. Jadi, tidak heran tren tindik pusar ini sangat popular di kalangan kaum muda khususnya wanita.

Meski begitu, ada banyak hal yang harus Anda perhatikan ketika akan memutuskan tindik pusar. Misalnya, ketika membersihkan pusar. Simak tips membersihkan pusar jika ditindik dalam artikel ini.

Yang perlu Anda tahu sebelum tindik pusar

Sebelum melakukan tindik pusar, pastikan Anda memilih penindik profesional terlatih dan berkualitas sehingga sudah terjamin keamanan dan kebersihannya.

Perlu diketahui, jika di antara semua aktivitas tindik, bagian pusar memang memakan waktu terpanjang untuk proses penyembuhannya. Tindik pusar membutuhkan waktu sekitar 6 – 12 bulan waktu pemulihan agar benar-benar sembuh. Namun, hal ini tentu bergantung pada setiap orang. Ada yang mungkin mengalami proses penyembuhan yang cepat, ada pula yang membutuhkan waktu yang lama.

Setelah tindik pusar, Anda tidak dianjurkan untuk membungkuk atau berjongkok dalam beberapa waktu sampai benar-benar tubuh Anda siap bergerak seperti biasa. Selain itu, umumnya akan terlihat pembengkakan, kemerahan, atau perubahan warna di bagian pusar. Anda mungkin juga akan melihat adanya kerak seperti kristal di bagian sekitar tindikan.

Meski begitu, gejala ini seharusnya menjadi lebih baik dari waktu ke waktu, bukan justru lebih buruk. Tidak hanya itu, tindik pusar juga berisiko tinggi terkena infeksi. Apalagi jika Anda tidak membersihkan bagian pusar dengan benar.

Cara membersihkan pusar yang ditindik

Berikut ini beberapa cara membersihkan tindik pusar yang bisa Anda lakukan sendiri di rumah:

  • Selalu mencuci tangan dengan sabun anti-bakteri sebelum menyentuh tindikan. Hal ini dilakukan untuk mencegah kontak dengan bakteri.
  • Cuci area pusar dengan larutan satu sendok teh garam ke dalam air hangat. Anda bisa menggunakan bola kapas yang sudah dicelupkan ke larutan garam untuk membasuh area pusar.
  • Agar hasil optimal, Anda bisa berbaring lalu tempelkan bola kapas tersebut di atas pusar dan diamkan selama kurang lebih 10 menit.
  • Setelah itu, bilas pusar dengan air hangat dan keringkan dengan handuk kering.
  • Biasakan diri untuk mengeringkan segera bagian pusar setelah Anda selesai mandi. Selain untuk menjaganya dari infeksi, mengeringkan dengan handuk akan mencegah setiap bakteri masuk ke dalamnya.

Hal yang harus diperhatikan saat merawat pusar yang ditindik

Berikut ini beberapa hal yang harus diperhatikan saat merawat pusar yang ditindik:

  • Jangan gunakan cairan alkohol ataupun hidrogen peroksida untuk membersihkan pusar. Pasalnya kedua bahan tersebut akan membuat kulit di sekitar pusar kering dan mengiritasi tindikan.
  • Pakailah pakaian longgar sehingga daerah yang ditindik tidak mudah bergesekan dengan pakaian ketat.
  • Anda juga sebaiknya memperhatikan posisi ketika tidur, misalnya menghindari tidur tengkurap.
  • Jika Anda penggemar olahraga renang sebaiknya menghentikan sementara waktu kebiasaan tersebut. Pasalnya, berenang di kolam renang di mana airnya mengandung banyak klorin akan membuat tindikan di perut terasa menusuk dan memicu rasa gatal.
  • Jangan pernah melepas tindikan di perut dengan alasan apapun dan kemudian kembali memasangnya sendiri. Pasalnya, tindakan ini justru mempertinggi kemungkinan terjadinya infeksi pada kulit. Jadi jika ingin melakukannya, sebaiknya tunggu hingga efek tindikan benar-benar sembuh dan pergi ke penindik profesional untuk melepaskan tindikan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Psstt… Jangan Bikin Tato Saat Sedang Tidak Enak Badan!

Jika Anda akan bikin tato dalam waktu dekat, pastikan kondisi tubuh benar-benar fit saat hari-H. Menato saat daya tahan tubuh lagi drop bisa berbahaya.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Kesehatan Kulit, Penyakit Kulit Lainnya 5 September 2018 . Waktu baca 4 menit

Apakah Tato Henna Benar Aman untuk Kulit Anda?

Sering dijadikan penghias tubuh mempelai wanita, tato henna tangan sejauh ini dianggap aman karena bersifat sementara. Eits, tunggu dulu...

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Kesehatan, Informasi Kesehatan 28 Agustus 2018 . Waktu baca 5 menit

Kenapa Pusar Saya Berair? Ini 5 Kemungkinan Penyebabnya

Pusar berair menjadi salah satu pertanda infeksi yang paling umum. Penyebabnya dimulai dari infeksi jamur hingga efek pembedahan perut.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan Kulit 27 April 2018 . Waktu baca 4 menit

3 Kondisi Kesehatan yang Menyebabkan Pusar Berdarah

Pernah alami pusar berdarah? Meski jarang terjadi, kondisi ini tetap saja mengkhawatirkan. Lalu, apa sih yang menyebabkan pusar berdarah? Berikut ulasannya.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan, Gejala dan Kondisi Umum 15 April 2018 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

hernia umbilikalis

7 Fakta Menarik Tentang Pusar Alias “Udel” Manusia

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 23 November 2020 . Waktu baca 4 menit
bahaya tindik

Ingin Memasang Tindik? Coba Pertimbangkan 5 Bahaya Ini Terlebih Dulu

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2019 . Waktu baca 3 menit
plester untuk pusar bodong

Plester untuk Pusar Bodong, Ampuhkah Mengembalikan Bentuk Pusar?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 29 Juni 2019 . Waktu baca 4 menit
mengatasi pusar bau

Cara Cepat Mengatasi Pusar Bau, Berdasarkan Penyebabnya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 15 Oktober 2018 . Waktu baca 3 menit