Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Apakah Cuka Apel Efektif untuk Perut Kembung?

Apakah Cuka Apel Efektif untuk Perut Kembung?

Selain dipercaya untuk mengobati jerawat, beberapa orang menyakini cuka apel dapat mengobati perut kembung.

Dengan minum larutan cuka apel yang dicampur dalam air hangat, gas di dalam perut kembung bisa hilang. Benarkah demikian?

Apakah cuka apel bisa mengobati perut kembung?

Perut kembung terjadi akibat penumpukan gas di saluran pencernaan. Akibatnya, muncul rasa tidak nyaman yang membuat perut terasa penuh, nyeri, hingga memicu bersendawa terus-menerus.

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi perut kembung, seperti mengompres perut dan berolahraga.

Namun, tidak sedikit pula orang yang percaya bahwa cuka apel menjadi salah satu pilihan alternatif untuk mengatasi kembung.

Faktanya, belum ada penelitian yang benar-benar membuktikan pernyataan tersebut. Penelitian dari BMC Gastroenterolgy (2007) malah menyimpulkan hasil yang sebaliknya.

Para peneliti sepakat bahwa cuka apel memperlambat proses pengosongan lambung pada penyandang diabetes melitus.

Terhambatnya pengosongan lambung biasa disebut sebagai gastroparesis dan salah satu gejalanya adalah perut kembung.

Saat pengosongan lambung melambat, otot di perut dan usus kesulitan untuk mendorong feses keluar dari tubuh.

Jika feses berada di usus terlalu lama, kemungkinan besar lebih banyak gas yang dihasilkan. Gas yang menumpuk di perut akibat gastroparesis menyebabkan perut kembung.

Dari penelitian ini diketahui justru cuka apel dapat menambah produksi gas yang mengakibatkan perut kembung.

Cuka apel dan perut kembung akibat asam lambung rendah

Manfaat Cuka Apel

Meski tidak bisa mengobati perut kembung yang disebabkan gastroparesis, secara teori cuka apel bisa untuk mengatasi perut kembung akibat asam lambung rendah atau hipokloridria.

Begini, cuka apel bersifat asam alami sehingga konsumsinya bisa membantu meningkatkan kadar asam yang rendah di saluran pencernaan.

Saat kadar asam kembali seimbang, tidak lagi terlalu rendah, proses pencernaan akan lebih lancar. Hal ini akan membantu mengurangi produksi gas yang membuat perut kembung.

Selain itu, menurut hasil penelitian terbitan jurnal Scientific Reports (2018), cuka apel mampu melawan bakteri Escherichia coli, Staphylococcus aureus, dan jamur Candida albicans yang mengganggu ekosistem bakteri baik di usus.

Dengan kata lain, cuka apel membantu menyeimbangkan kadar bakteri atau mikrobiota usus sehingga usus bagian atas bisa melepaskan gas yang menyebabkan perut kembung.

Untuk itu, banyak orang yang percaya bahwa cuka apel bisa mengatasi perut kembung.

Akan tetapi, perlu diingat bahwa asam pada lambung dengan asam dari cuka apel tentu punya sifat asam yang berbeda. Kegunaan cuka apel bagi penderita hipokloridria tetap perlu dikaji lebih lanjut.

Tips mengonsumsi cuka apel untuk perut kembung

mandi dengan cuka apel

Penelitian tentang khasiat cuka apel untuk mengatasi kembung masih sangat terbatas.

Jika Anda ingin tetap mencoba jenis cuka ini untuk mengobati perut kembung, sebaiknya perhatikan cara penggunaan dan efek sampingnya.

Cara paling mudah memanfaatkan cuka apel adalah dengan mencampurkan satu sendok makan cuka ini dengan segelas air hangat. Konsumsilah campuran ini 1–2 kali dalam sehari.

Selain itu, ada beberapa cara lain dalam mengolah cuka apel untuk membantu mengatasi perut kembung.

  • Menambahkan cuka sari apel ke dalam teh lemon atau teh madu.
  • Mencampurkan cuka apel dengan smoothies.
  • Menuangkan cuka sari apel sebagai saus salad.

Efek samping cuka apel

Jika dikonsumsi secara berlebihan, cuka apel akan menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan.

Seperti yang dijelaskan pada penelitian di atas, penggunaan cuka apel juga bisa memperparah gejala kembung pada orang yang punya masalah pencernaan tertentu.

Terlebih lagi, cuka apel mengandung senyawa asam yang cukup tinggi. Jadi, cuka apel harus dicampurkan dengan air sebelum dikonsumsi.

Selain itu, biasakan untuk berkumur dengan air biasa setelah mengonsumsi cuka apel.

Konsumsi cairan asam yang terlalu tinggi menyebabkan masalah pada gigi, jaringan lidah, mulut, dan kerongkongan.

Obat alami alternatif untuk perut kembung

Mengolah jahe jadi obat alami

Jika khawatir akan risiko penggunaan cuka apel, ada beberapa bahan herbal yang lebih aman dikonsumsi untuk membantu mengatasi perut kembung.

Berikut adalah obat alternatif lain yang bisa Anda coba.

  • Jahe: jahe mengandung gingerol dan shogaol yang merangsang gerakan usus sehingga mendorong udara keluar.
  • Teh daun peppermint: kandungan minyak esensial pada daun peppermint bersifat antispasmodik atau melemaskan otot usus sehingga melepaskan udara yang terjebak di perut.
  • Kunyit: kunyit mengandung senyawa sodium curcuminate yang berguna untuk menghambat kram perut sehingga meredakan kembung.
  • Adas dan bunga lawang: bunga lawang dan biji adas untuk kembung mengandung anethole yang melancarkan pencernaan sehingga udara keluar dengan mudah.

Cuka apel mungkin menawarkan khasiat yang baik untuk kesehatan tubuh. Namun, kegunaannya untuk mengatasi perut kembung masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

Verifying...

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Yagnik, D., Serafin, V., & J. Shah, A. (2018). Antimicrobial activity of apple cider vinegar against Escherichia coli, Staphylococcus aureus and Candida albicans; downregulating cytokine and microbial protein expression. Scientific Reports, 8(1). doi: 10.1038/s41598-017-18618-x

Nikkhah Bodagh, M., Maleki, I., & Hekmatdoost, A. (2018). Ginger in gastrointestinal disorders: A systematic review of clinical trials. Food Science & Nutrition, 7(1), 96-108. doi: 10.1002/fsn3.807

Alammar, N., Wang, L., Saberi, B., Nanavati, J., Holtmann, G., Shinohara, R., & Mullin, G. (2019). The impact of peppermint oil on the irritable bowel syndrome: a meta-analysis of the pooled clinical data. BMC Complementary And Alternative Medicine, 19(1). doi: 10.1186/s12906-018-2409-0

Larijani, B., Esfahani, M., Moghimi, M., Shams Ardakani, M., Keshavarz, M., & Kordafshari, G. et al. (2016). Prevention and Treatment of Flatulence From a Traditional Persian Medicine Perspective. Iranian Red Crescent Medical Journal, 18(4). doi: 10.5812/ircmj.23664

Pizzorno, J. E., & Murray, M. T. (2020). Textbook of natural Medicine-E-Book. Elsevier Health Sciences.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Nabila Azmi Diperbarui Jan 17
Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro