Terapkan 4 Kebiasaan Ini untuk Mencegah Batu Empedu

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 27 November 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Semua orang bisa menderita penyakit batu empedu. Umumnya, batu empedu disebabkan oleh gaya hidup yang buruk, masalah pada kantung empedu, hingga karena keturunan. Oleh karena itu, untuk mencegah batu empedu, sebaiknya Anda mulai terapkan pola hidup sehat dari sekarang. Dengan cara itu, Anda bisa mengurangi risiko Anda terkena penyakit batu empedu.

Beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mencegah batu empedu

1. Kontrol berat badan Anda

Obesitas atau kegemukan merupakan salah satu faktor risiko dari batu empedu. Orang dengan obesitas umumnya memiliki kadar kolesterol tinggi, sehingga menyebabkan kantung empedu sulit untuk mengosongkan dirinya. Untuk itu, Anda perlu mengontrol berat badan Anda agar selalu dalam rentang yang sehat untuk mencegah batu empedu.

Jika perlu, Anda mungkin harus menurunkan berat badan Anda sampai mencapai ideal. Tapi, dengan syarat, yaitu harus dilakukan dengan cara yang sehat dan perlahan. Melakukan diet dengan membatasi kalori yang masuk ke tubuh sampai kurang dari 800 kalori dapat memperbesar risiko Anda mengembangkan batu empedu.

Menurunkan berat badan dalam waktu singkat dan kemudian berat badan Anda kembali lagi, juga dapat meningkatkan risiko Anda terkena batu empedu, terutama jika Anda wanita. Idealnya, Anda menurunkan berat badan sebanyak 0,5-1 kg dalam waktu 1 minggu. Dan, sebaiknya kalori minimal yang masuk ke tubuh Anda saat diet adalah sebanyak 1200 kalori, tidak boleh kurang dari itu.

2. Terapkan pola makan sehat

Makan dengan jadwal teratur dapat memperkecil risiko Anda terkena batu empedu. Juga, pilihlah makanan Anda dengan baik untuk mencegah batu empedu. Bukan dengan cara tidak mengonsumsi lemak sama sekali. Justru, tubuh Anda sebenarnya membutuhkan lemak, tapi lemak yang baik. Anda bisa mengonsumsi lemak tak jenuh tunggal (seperti pada minyak zaitun dan minyak kanola) dan asam lemak omega-3 (seperti pada alpukat dan minyak ikan) untuk menurunkan risiko batu empedu. Sebaliknya, Anda perlu membatasi makanan dengan lemak jenuh tinggi, seperti pada daging berlemak, mentega, jeroan, krim, cake, dan lainnya.

Anda juga perlu mengonsumsi serat yang bisa ditemukan pada sayuran, buah-buahan, dan gandum. Setidaknya Anda harus mengonsumsi sayuran dan buah-buahan sebanyak 5 porsi per hari. Serat dapat membantu menurunkan kolesterol dan menurunkan berat badan Anda. Perbanyak juga mengonsumsi kacang-kacangan dan biji-bijian.

3. Lakukan olahraga secara teratur

Olahraga secara teratur dapat membantu Anda mempertahankan maupun menurunkan berat badan. Olahraga juga dapat membantu Anda dalam menurunkan kadar kolesterol dan trigliserida yang tinggi. Sehingga, olahraga dapat membantu Anda mencegah batu empedu. Anda disarankan untuk melakukan olahraga setidaknya 30 menit per hari atau 150 menit per minggu.

4. Hindari konsumsi obat tertentu

Beberapa obat dapat meningkatkan risiko Anda mengembangkan batu empedu, seperti obat penurun kolesterol (gemfibrozil dan fenofibrate). Hal ini dapat terjadi karena obat tersebut dapat meningkatkan jumlah kolesterol yang dilepaskan ke dalam empedu, sehingga batu empedu dapat terbentuk.

Selain itu, terapi hormon, seperti hormon estrogen yang digunakan setelah wanita menopause atau pil KB dosis tinggi yang mengandung estrogen, juga dapat meningkatkan risiko wanita mengembangkan batu empedu. Perlu Anda ketahui bahwa hormon estrogen dapat membuat tubuh lebih banyak menghasilkan kolesterol, yang bisa menyebabkan batu empedu. Hal ini sekaligus menjawab mengapa wanita lebih berisiko menderita batu empedu.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Pilihan Cara Menghilangkan Selulit yang Mengganggu

Banyak yang menyangka penyebab selulit adalah tumpukan lemak di tubuh, namun ini ternyata kurang tepat. Lalu, bagaimana cara menghilangkan selulit?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan Kulit, Penyakit Kulit Lainnya 5 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Kolesistitis

Kolesistitis adalah penyakit yang menyerang batu empedu.. Cari tahu apa obat penyebab, ciri, gejala, dan cara mengatasi kolesistitis di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Kesehatan Pencernaan, Penyakit Empedu 3 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Kolesterol Ldl

Kolesterol LDL tinggi adalah kondisi ketika kolesterol "jahat" menumpuk pada dinding arteri, membuat keras dan sempit. Bagaimana menanganinya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Kesehatan Jantung, Kolesterol 2 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

7 Minuman Penurun Kolesterol yang Baik untuk Kesehatan dan Nikmat Dikonsumsi

Ternyata tidak hanya makanan yang dapat menjadi penurun kolesterol, tapi minuman juga. Yuk, simak berbagai minuman sehat yang dapat menurunkan kolesterol.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Jantung, Kolesterol 31 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

perbedaan mentega dan margarin

Perbedaan Mentega dan Margarin: Mana yang Lebih Sehat?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
penyakit pada sistem pencernaan

11 Penyakit yang Paling Sering Terjadi pada Sistem Pencernaan

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 13 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit
medical checkup

Perlukah Melakukan Medical Check Up secara Rutin?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 7 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
sakit perut sebelah kanan

Penyebab Paling Umum Sakit Perut Sebelah Kanan

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 6 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit