home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Kenapa Batu Empedu Kambuh Lagi, Padahal Saya Sudah Operasi?

Kenapa Batu Empedu Kambuh Lagi, Padahal Saya Sudah Operasi?

Tak menutup kemungkinan batu empedu bisa kambuh bahkan setelah operasi pengangkatan kantong empedu. Peluang kekambuhan ini tercatat terjadi pada hingga 24 persen pasien yang telah operasi dalam 15 tahun pertama semenjak batu empedu mereka yang pertama. Apa yang menyebabkan batu empedu kambuh, padahal Anda sudah dioperasi?

Penyebab batu empedu kambuh setelah operasi

Batu empedu itu sendiri adalah cairan empedu yang mengkristal dan memadat seperti batu kerikil di dalam kantong empedu. Kandungan utama dari batu empedu adalah kolesterol. Batu empedu menyebabkan masalah saat kerikil-kerikil ini menyumbat salah satu saluran yang membawa empedu dari hati atau kantong empedu ke usus kecil.

Setelah kantong empedu diangkat lewat operasi, seharusnya batu empedu tidak akan bisa lagi terbentuk dalam kantong — karena “wadah”nya sudah tidak ada. Namun dalam beberapa kasus, batu empedu masih bisa terbentuk di struktur lain di sepanjang saluran empedu utama.

Ada beberapa alasan kenapa batu empedu kambuh setelah kantong empedu diangkat, termasuk:

  • Genetik. Kemunculan atau kekambuhan batu empedu lebih mungkin terjadi jika ada riwayat keturunan di keluarga Anda. Batu empedu juga lebih mungkin terjadi pada wanita dan lansia.
  • Berat badan. Obesitas dapat meningkatkan kadar kolesterol sehingga membuat hati lebih sulit untuk menguras kelebihan kolesterol dalam tubuh.
  • Diabetes. Orang-orang yang punya diabetes cenderung punya kadar trigliserida tinggi, yang merupakan faktor risiko batu empedu.
  • Gaya hidup dan obat tertentu. Jika Anda menjalani diet terlalu keras sehingga berat badan turun drastis, hati jadi memproduksi ekstra kolesterol yang bisa menyebabkan batu empedu.
  • Sedang konsumsi obat tertentu. Minum obat penurun kolesterol juga bisa menjadi penyebab batu empedu kambuh lagi. Pasalnya, efek samping beberapa obat ini meningkatkan jumlah kolesterol dalam cairan empedu sehingga meningkatkan peluang batu empedu Anda kembali lagi.

Selain berbagai alasan di atas, selama prosedur pengangkatannya, batu empedu mungkin bisa lolos dari kantong empedu ke dalam tabung selang saluran empedu utama atau saluran empedu lainnya. Batu empedu yang “nyasar” dan menyumbat ini kemudian dapat menyebabkan nyeri dan keluhan lainnya yang sama seperti gejala batu empedu pendahulunya — bahkan setelah kantong empedu diangkat. Meski begitu, peluang batu empedu kambuh dari skenario ini cukup rendah.

Batu empedu kambuh mungkin karena menu makan Anda. Apa yang harus dihindari?

Batu empedu paling umum terbentuk dari kelebihan kolesterol dalam empedu. Untuk mencegah rasa sakit yang terkait dengan serangan batu empedu, banyak dokter dan praktisi kesehatan yang menyarankan untuk mengubah menu makan Anda sehari-hari.

Mengetahui makanan mana yang harus dihindari akan mengurangi keluhan akibat batu empedu dan bisa mencegah batu empedu kambuh lagi membentuk yang baru. Pertimbangkan untuk mengurangi atau bahkan sama sekali menghilangkan telur dalam menu makan Anda. Telur mengandung kolesterol tinggi. Terlebih, beberapa studi yang menemukan hubungan antara alergi telur dengan pembentukan batu empedu baru dan iritasi yang muncul sebagai gejalanya.

Dilansir dari Live Strong, Departemen Nutrisi dan Dietetics dari Norfolk dan Rumah Sakit Universitas Norwich merekomendasikan orang-orang yang punya batu empedu dan yang rentan mengalami kambuhan untuk menghindari daging dengan kandungan lemak tinggi. Ini termasuk daging merah, daging babi, daging kornet, sosis, dan ikan berminyak. Ganti daging berlemak dengan sumber protein tanpa lemak seperti ikan air tawar, atau ayam dan kalkun. Saat menyiapkan unggas, selalu siangi kulit dan lemaknya untuk menghindari iritasi batu empedu.

Selain itu, Anda juga perlu menghindari makanan gorengan, makanan prosesan (seperti roti putih, nasi putih, pasta terigu, dan gula refinasi), serta produk susu dan turunannya (seperti keju, yogurt, es krim, dan heavy cream) untuk mencegah batu empedu kambuh. Tukar produk susu utuh (whole milk) Anda dengan jenis low-fat atau skim, atau produk “susu” dari sumber nabati, seperti susu almond atau susu kelapa.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Foods to Avoid When You Have Gallstones http://www.livestrong.com/article/247554-foods-to-avoid-when-you-have-gallstones/ accessed Aug 23 2017

 

Gallbladder removal http://www.nhs.uk/conditions/Laparoscopiccholecystectomy/Pages/Introduction.aspx accessed Aug 23 2017

Gallstones: What You Should Know http://www.webmd.com/digestive-disorders/gallstones#1 accessed Aug 23 2017

https://www.uptodate.com/contents/gallstones-beyond-the-basics

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Ajeng Quamila
Tanggal diperbarui 24/08/2017
x