Kenapa Batu Empedu Kambuh Lagi, Padahal Saya Sudah Operasi?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 5 September 2017 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Tak menutup kemungkinan batu empedu bisa kambuh bahkan setelah operasi pengangkatan kantong empedu. Peluang kekambuhan ini tercatat terjadi pada hingga 24 persen pasien yang telah operasi dalam 15 tahun pertama semenjak batu empedu mereka yang pertama. Apa yang menyebabkan batu empedu kambuh, padahal Anda sudah dioperasi?

Penyebab batu empedu kambuh setelah operasi

Batu empedu itu sendiri adalah cairan empedu yang mengkristal dan memadat seperti batu kerikil di dalam kantong empedu. Kandungan utama dari batu empedu adalah kolesterol. Batu empedu menyebabkan masalah saat kerikil-kerikil ini menyumbat salah satu saluran yang membawa empedu dari hati atau kantong empedu ke usus kecil.

Setelah kantong empedu diangkat lewat operasi, seharusnya batu empedu tidak akan bisa lagi terbentuk dalam kantong — karena “wadah”nya sudah tidak ada. Namun dalam beberapa kasus, batu empedu masih bisa terbentuk di struktur lain di sepanjang saluran empedu utama.

Ada beberapa alasan kenapa batu empedu kambuh setelah kantong empedu diangkat, termasuk:

  • Genetik. Kemunculan atau kekambuhan batu empedu lebih mungkin terjadi jika ada riwayat keturunan di keluarga Anda. Batu empedu juga lebih mungkin terjadi pada wanita dan lansia.
  • Berat badan. Obesitas dapat meningkatkan kadar kolesterol sehingga membuat hati lebih sulit untuk menguras kelebihan kolesterol dalam tubuh.
  • Diabetes. Orang-orang yang punya diabetes cenderung punya kadar trigliserida tinggi, yang merupakan faktor risiko batu empedu.
  • Gaya hidup dan obat tertentu. Jika Anda menjalani diet terlalu keras sehingga berat badan turun drastis, hati jadi memproduksi ekstra kolesterol yang bisa menyebabkan batu empedu.
  • Sedang konsumsi obat tertentu. Minum obat penurun kolesterol juga bisa menjadi penyebab batu empedu kambuh lagi. Pasalnya, efek samping beberapa obat ini meningkatkan jumlah kolesterol dalam cairan empedu sehingga meningkatkan peluang batu empedu Anda kembali lagi.

Selain berbagai alasan di atas, selama prosedur pengangkatannya, batu empedu mungkin bisa lolos dari kantong empedu ke dalam tabung selang saluran empedu utama atau saluran empedu lainnya. Batu empedu yang “nyasar” dan menyumbat ini kemudian dapat menyebabkan nyeri dan keluhan lainnya yang sama seperti gejala batu empedu pendahulunya — bahkan setelah kantong empedu diangkat. Meski begitu, peluang batu empedu kambuh dari skenario ini cukup rendah.

Batu empedu kambuh mungkin karena menu makan Anda. Apa yang harus dihindari?

Batu empedu paling umum terbentuk dari kelebihan kolesterol dalam empedu. Untuk mencegah rasa sakit yang terkait dengan serangan batu empedu, banyak dokter dan praktisi kesehatan yang menyarankan untuk mengubah menu makan Anda sehari-hari.

Mengetahui makanan mana yang harus dihindari akan mengurangi keluhan akibat batu empedu dan bisa mencegah batu empedu kambuh lagi membentuk yang baru. Pertimbangkan untuk mengurangi atau bahkan sama sekali menghilangkan telur dalam menu makan Anda. Telur mengandung kolesterol tinggi. Terlebih, beberapa studi yang menemukan hubungan antara alergi telur dengan pembentukan batu empedu baru dan iritasi yang muncul sebagai gejalanya.

Dilansir dari Live Strong, Departemen Nutrisi dan Dietetics dari Norfolk dan Rumah Sakit Universitas Norwich merekomendasikan orang-orang yang punya batu empedu dan yang rentan mengalami kambuhan untuk menghindari daging dengan kandungan lemak tinggi. Ini termasuk daging merah, daging babi, daging kornet, sosis, dan ikan berminyak. Ganti daging berlemak dengan sumber protein tanpa lemak seperti ikan air tawar, atau ayam dan kalkun. Saat menyiapkan unggas, selalu siangi kulit dan lemaknya untuk menghindari iritasi batu empedu.

Selain itu, Anda juga perlu menghindari makanan gorengan, makanan prosesan (seperti roti putih, nasi putih, pasta terigu, dan gula refinasi), serta produk susu dan turunannya (seperti keju, yogurt, es krim, dan heavy cream) untuk mencegah batu empedu kambuh. Tukar produk susu utuh (whole milk) Anda dengan jenis low-fat atau skim, atau produk “susu” dari sumber nabati, seperti susu almond atau susu kelapa.

Berapa Banyak Kalori yang Anda Butuhkan?

Selain rajin berolahraga, mengetahui berapa banyak asupan kalori yang harus dikonsumsi juga penting untuk menjaga kesehatan. Cari tahu kalori harian yang Anda butuhkan di sini.

Cari Tahu!
active

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Benarkah Permen Karet yang Mengandung Xylitol Bisa Cegah Gigi Berlubang?

Kandungan xylitol dalam permen karet bebas gula diklaim dapat membantu mencegah gigi berlubang. Berikut penjelasannya.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Perawatan Oral, Gigi dan Mulut 17 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

7 Cara yang Bisa Dicoba Agar Hamil Anak Laki-laki

Katanya, berhubungan intim di hari ovulasi dan dibarengi dengan posisi seks tertentu jadi salah satu cara agar bisa hamil anak laki-laki. Benarkah begitu?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Program Hamil, Kesuburan, Kehamilan 17 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

Bisakah Seseorang Hidup Tanpa Pankreas?

Rusaknya fungsi pankreas memaksa Anda untuk hidup tanpa pankreas dengan menjalani operasi. Apakah hidup tanpa pankreas tetap aman?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Kesehatan Pencernaan, Gangguan Pencernaan Lainnya 16 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

Penyebab dan Cara Mudah Mengatasi Kram Perut Setelah Melahirkan

Berbagai perubahan tubuh terjadi usai melahirkan. Salah satunya yakni rasa sakit atau kram perut setelah melahirkan. Bagaimana mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Melahirkan, Kehamilan 15 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

berapa kali berhubungan intim agar bisa hamil

Berapa Kali Berhubungan Intim agar Anda Bisa Cepat Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 25 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
sarkopenia lansia

3 Kebiasaan Buruk di Masa Muda yang Bisa Picu Sarkopenia Saat Tua Nanti

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 19 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
penyakit pancolitis radang usus besar

Pancolitis (Radang Usus Besar)

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 19 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
Daftar pantangan makanan untuk pengidap hepatitis

7 Pantangan Makanan yang Tidak Boleh Dikonsumsi Pengidap Hepatitis

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 18 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit