home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

4 Tanda Usus Anda Kotor, dan Bagaimana Cara Membersihkannya

4 Tanda Usus Anda Kotor, dan Bagaimana Cara Membersihkannya

Tahukah Anda bahwa usus bisa jadi kotor akibat makanan dan minuman yang Anda konsumsi tiap hari? Setiap makanan dan minuman tersebut memang akan dicerna di dalam perut Anda, tetapi sebagian dari sisanya menumpuk menjadi sampah dan bisa membahayakan kesehatan. Lantas, seperti apa ciri-ciri usus yang kotor dan bagaimana cara membersihkannya?

Apa ciri dan tanda jika usus Anda kotor?

endometritis

Sebelum Anda memutuskan untuk membersihkan pencernaan, sebaiknya ketahui dulu apakah memang usus Anda penuh dengan kotoran. Oleh karena itu, Anda harus mengenali berbagai tandanya.

1. Anda susah buang air besar (sembelit)

Apabila Anda mengalami sembelit, ini menandakan bahwa usus Anda penuh dengan sisa-sisa makanan. Makanan yang tidak sehat, stres, serta sering mengonsumsi obat-obatan dapat mengakibatkan usus tidak memproduksi banyak lendir.

Padahal, lendir ini berfungsi untuk melancarkan saluran di dalam usus agar sampah-sampah makan tersebut mudah dikeluarkan dari perut.

2. Merasa nyeri dan sakit di berbagai bagian tubuh

Bukan hanya sakit perut saja. Nyeri yang timbul akibat usus kotor dapat termasuk sakit kepala, sakit tulang belakang, dan nyeri yang menjalar dari punggung hingga tubuh bagian bawah, seperti paha, betis, serta tumit.

Biasanya rasa sakit ini timbul akibat infeksi jamur yang muncul karena pencernaan yang kotor.

3. Kelelahan

Racun akibat sisa-sisa makanan yang membuat usus kotor, ternyata dapat masuk ke dalam darah melalui saluran limfa. Kondisi ini mengakibatkan Anda cepat lelah, sistem kekebalan tubuh menurun, dan berisiko mengalami penyakit infeksi.

4. Bau mulut

Bau mulut adalah tanda yang paling umum terjadi apabila usus Anda kotor akibat sisa makanan. Makanan sisa yang menumpuk tersebut mengeluarkan gas yang berbau kurang sedap. Bau gas tersebut bisa membuat napas Anda menjadi berbau tidak enak.

Jadi, bagaimana caranya untuk membersihkan usus yang kotor?

anatomi dan fungsi usus besar

Apabila Anda merasakan beberapa gejala yang telah tertera sebelumnya, kemungkinan Anda harus melakukan beberapa langkah untuk membersihkan usus. Berikut adalah berbagai caranya.

1. Jalani pola makan yang sehat

Membersihkan usus yang kotor tak selalu membutuhkan obat khusus. Sebab, tubuh tidak akan membiarkan racun mengendap dalam usus.

Tubuh yang normal dan sehat memiliki respons yang baik untuk mengatasi dan mengeluarkan racun dari sisa makanan. Peran ini akan dibantu oleh organ hati dan ginjal.

Sehingga, Anda tak perlu merasa terlalu khawatir. Anda cukup mengubah kebiasaan makan Anda sehari-hari menjadi lebih sehat.

Cobalah untuk lebih banyak makan makanan yang mengandung serat seperti buah dan sayuran. Serat sendiri dikenal baik untuk pencernaan dan pencegahan sembelit karena zat gizi ini dapat meningkatkan ukuran dan massa kotoran serta menyerap air, sehingga kotoran lebih mudah dikeluarkan dari tubuh.

Sebaliknya, kurangi konsumsi daging merah serta makanan yang digoreng. Begitu juga dengan makanan yang telah melalui proses pengolahan panjang seperti sosis dan daging asap. Perlu Anda ketahui, konsumsi keduanya kerap dikaitkan dengan meningkatnya risiko kanker usus.

2. Olahraga untuk cegah usus kotor

Ternyata, banyaknya massa lemak tubuh Anda dapat berpengaruh terhadap risiko kanker usus. Bila persentase lemak tubuh Anda tinggi, maka risiko Anda terkena kanker usus akan lebih besar.

Oleh karena itu, pertahankan berat badan yang sehat dengan menjaga persentase lemak tubuh tetap ideal. Salah satu caranya adalah berolahraga.

Olahraga atau aktivitas fisik dapat meningkatkan aliran darah ke otot dalam sistem pencernaan. Hal ini akan membuat otot bekerja lebih cepat dan efektif dalam menggerakkan makanan di sepanjang saluran pencernaan.

3. Minum obat

Bila sembelit yang Anda alami mulai mengganggu, minum obat laksatif atau pencahar mungkin bisa menjadi solusinya. Obat ini dapat membantu ‘menguras’ kotoran yang menumpuk.

Obat laksatif bekerja dengan menarik air dari tubuh Anda ke dalam usus. Air ini akan diserap tinja untuk memudahkan pengeluarannya.

4. Menjalani hidroterapi

Pembilasan dengan cara hidroterapi biasanya akan direkomendasikan bagi pasien dengan sembelit parah yang sudah tidak bisa ditangani dengan obat-obatan.

Prosedur hidroterapi melibatkan pembilasan usus besar dengan memasukkan cairan dalam jumlah yang besar. Nantinya, cairan ini akan mengairi usus besar dan mengeluarkan tinja yang masih menumpuk.

Sayangnya, prosedur ini juga dapat menimbulkan beberapa efek samping seperti:

  • dehidrasi,
  • mual dan muntah,
  • membuat elektrolit tubuh tidak seimbang,
  • merusak bakteri baik dalam usus,
  • berisiko meningkatkan cairan dalam paru-paru, dan
  • berpeluang mengalami gangguan fungsi jantung.

Maka dari itu, bila Anda memiliki kekhawatiran akan gejala yang Anda rasakan, baiknya Anda konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter untuk mendapatkan solusi yang tepat.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Colon cleansing: Is it helpful or harmful? (2020). Retrieved 26 April 2021, from http://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/consumer-health/expert-answers/colon-cleansing/faq-20058435

Colon Cleansing: Health or Hype? (2015). MD Anderson Cancer Center. Retrieved 26 April 2021, from https://www.mdanderson.org/publications/focused-on-health/FOH-colon-cleansing.h12-1589835.html

4 Things You Should Know About Colon Cleansing. (2020). Cleveland Clinic. Retrieved 26 April 2021, from https://health.clevelandclinic.org/colon-cleansing-is-it-safe/

Dietary Fiber: Essential for a Healthy Diet. (2021). Mayo Clinic. Retrieved 26 April 2021, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/nutrition-and-healthy-eating/in-depth/fiber/art-20043983

 

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Nimas Mita Etika M
Tanggal diperbarui 18/03/2017
x