Makanan Setelah Operasi

    Makanan Setelah Operasi

    Setelah diperbolehkan pulang ke rumah, dokter akan menjelaskan cara merawat luka operasi yang benar. Selain itu, dokter juga menyarankan apa saja makanan pascaoperasi yang bisa Anda konsumsi untuk mempercepat proses pemulihan. Apa sajakah itu?

    Ragam makanan untuk memulihkan tubuh pascaoperasi

    Mengonsumsi makanan yang tepat membantu mempercepat proses pemulihan pascaoperasi.

    Dengan mengontrol asupan makanan, Anda mampu memenuhi kebutuhan energi dan bisa cepat kembali ke rutinitas normal.

    Anjuran makanan setelah operasi juga biasanya terdiri dari berbagai jenis makanan yang dapat mengurangi komplikasi setelah operasi, seperti memar, bengkak, hingga infeksi.

    Berikut ini beberapa jenis makanan yang baik dikonsumsi setelah Anda menjalani operasi.

    1. Daging ayam dan telur

    makan ayam, makanan pascaoperasi

    Protein merupakan salah satu zat gizi penting untuk pemulihan Anda. Tubuh akan memecah protein menjadi asam amino yang terlibat dalam penyembuhan luka dan regenerasi jaringan.

    Sumber protein yang rendah atau tanpa lemak menjadi pilihan terbaik bagi Anda yang sedang dalam proses penyembuhan. Ini bisa diperoleh dari konsumsi daging ayam dan telur.

    2. Ikan kaya asam lemak omega-3

    Berbagai jenis ikan laut kaya asam lemak omega-3, seperti ikan tuna, ikan kembung, dan ikan tongkol, juga terbukti cukup ampuh meningkatkan kinerja sistem imun setelah operasi.

    Studi dalam jurnal BMC Cancer (2017) juga menemukan asam lemak omega-3 bisa membantu mempercepat penyembuhan luka dan mengurangi peradangan pada tubuh pasien.

    3. Tahu dan tempe

    Tak hanya protein hewani, sumber protein nabati yang mudah Anda temui, seperti tahu dan tempe, juga termasuk pilihan makanan pascaoperasi yang baik dikonsumsi.

    Sebuah studi dari sejumlah peneliti di Yogyakarta menemukan pemberian tempe berbentuk puding memberikan efek yang baik pada penyembuhan luka pasien bedah.

    4. Alpukat

    alpukat untuk bayi

    Salah satu jenis makanan pascaoperasi yang sering dokter sarankan ialah makanan kaya lemak sehat, seperti buah alpukat.

    Lemak sehat akan memberikan energi dan memperkuat sistem kekebalan tubuh. Selain itu, zat gizi ini juga mampu membantu penyerapan vitamin dalam tubuh.

    5. Sayuran hijau

    Makanan kaya serat membantu mencegah sembelit setelah operasi. Gangguan pencernaan ini sering disebabkan oleh efek obat pereda nyeri yang pasien konsumsi.

    Berbagai sayuran hijau, seperti bayam, sawi, dan kangkung, menjadi sumber serat alami yang baik bagi tubuh. Sayuran juga kaya kandungan zat gizi lain, seperti vitamin A dan vitamin C.

    6. Wortel

    Wortel merupakan salah satu sumber vitamin A yang populer bagi banyak orang. Zat gizi ini juga bisa diperoleh dari sayuran berwarna oranye atau hijau, seperti ubi jalar, kangkung, dan brokoli.

    Sebuah studi dari Journal of Clinical Medicine (2018) menemukan vitamin A menghambat sel penyebab peradangan dan mendukung proses penyembuhan luka pada kulit.

    7. Buah beri

    jenis buah beri

    Buah-buahan beri, seperti stroberi atau bluberi, kaya kandungan vitamin C. Zat gizi ini akan merangsang produksi kolagen yang mempercepat pemulihan luka bekas operasi.

    Selain itu, buah yang baik dikonsumsi setelah operasi ini juga mengandung antioksidan yang disebut antosianin.

    Peneliti dari University of Connecticut menyebutkan bahwa senyawa antioksidan ini memiliki efek anti-inflamasi dan antivirus yang mendukung fungsi kekebalan tubuh.

    8. Roti gandum utuh

    Roti gandum merupakan sumber karbohidrat kompleks yang memberikan energi bagi tubuh. Makanan ini juga kaya serat yang baik untuk pencernaan.

    Selain itu, berbagai mineral penting, seperti zat besi dan zinc, juga ditemukan dalam roti gandum utuh. Kedua mineral ini Anda butuhkan untuk membantu proses penyembuhan luka.

    9. Susu rendah lemak

    Susu dan produk olahannya merupakan makanan yang baik dikonsumsi setelah operasi karena tinggi akan protein dan kalsium yang dibutuhkan oleh tubuh.

    Minum susu juga mencegah tubuh kekurangan kalsium (hipokalsemia). Ini bisa terjadi setelah seseorang menjalani prosedur operasi untuk mengatasi gangguan tiroid.

    Selain konsumsi makanan pascaoperasi seperti di atas, minum air putih juga menjadi hal yang tidak kalah penting agar Anda lebih cepat pulih setelah operasi.

    Ini karena air membantu proses pembuangan racun serta zat sisa metabolisme tubuh melalui urine dan keringat.

    Oleh karena itu, menjaga tubuh tetap terhidrasi sangat penting selama proses penyembuhan.

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    Having an operation (surgery) – After surgery. NHS UK. (2021). Retrieved 14 September 2022, from https://www.nhs.uk/conditions/having-surgery/afterwards/

    Blesso, C. (2019). Dietary Anthocyanins and Human Health. Nutrients, 11(9), 2107. https://doi.org/10.3390/nu11092107

    Huang, Z., Liu, Y., Qi, G., Brand, D., & Zheng, S. (2018). Role of Vitamin A in the Immune System. Journal Of Clinical Medicine, 7(9), 258. https://doi.org/10.3390/jcm7090258

    Trads, M., Deutch, S., & Pedersen, P. (2017). Supporting patients in reducing postoperative constipation: fundamental nursing care – a quasi-experimental study. Scandinavian Journal Of Caring Sciences, 32(2), 824-832. https://doi.org/10.1111/scs.12513

    Grass, F., Schäfer, M., Demartines, N., & Hübner, M. (2017). Normal Diet within Two Postoperative Days—Realistic or Too Ambitious?. Nutrients, 9(12), 1336. https://doi.org/10.3390/nu9121336

    Yu, J., Liu, L., Zhang, Y., Wei, J., & Yang, F. (2017). Effects of omega-3 fatty acids on patients undergoing surgery for gastrointestinal malignancy: a systematic review and meta-analysis. BMC Cancer, 17(1). https://doi.org/10.1186/s12885-017-3248-y

    Laway, B., Jaan, S., Sehgal, A., Wani, R., Wani, M., & Wani, K. (2017). Usefulness of pre- and post-operative calcium and Vitamin D supplementation in prevention of hypocalcemia after total thyroidectomy: A randomized controlled trial. Indian Journal of Endocrinology And Metabolism, 21(1), 51. https://doi.org/10.4103/2230-8210.195997

    Widiany, F., Rochadi, R., & Susetyowati, S. (2016). Pemberian Dukungan Gizi Puding Tepung Tempe Memengaruhi Penyembuhan Luka Pasien Bedah. Jurnal Nutrisia, 18(1), 1-6. https://doi.org/10.1089/wound.2012.0415

    Chow, O., & Barbul, A. (2014). Immunonutrition: Role in Wound Healing and Tissue Regeneration. Advances In Wound Care, 3(1), 46-53. https://doi.org/10.1089/wound.2012.0415

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Satria Aji Purwoko Diperbarui Oct 24
    Ditinjau secara medis oleh dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa