Iskemia Usus Besar, Kondisi Sumbatan Pembuluh Darah Usus yang Berbahaya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 2 Agustus 2018 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Seluruh tubuh membutuhkan pasokan darah dalam jumlah yang optimal, termasuk organ usus. Ketika aliran darah ke usus besar terhambat, tentu hal ini akan memengaruhi kerja usus, bahkan menimbulkan rasa nyeri. Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal dengan nama iskemia usus besar atau kolitis iskemik. Lantas, apa penyebab utama dari kondisi ini? Apakah penyakit ini berbahaya?

Apa yang menyebabkan iskemia usus besar?

Kerja seluruh organ tubuh, termasuk usus, dapat berfungsi normal jika didukung oleh aliran darah yang mencukupi. Namun ketika ada penyumbatan pada pembuluh darah arteri ke usus besar, maka bisa berakibat pada berkurangnya pasokan darah.

Hal ini membuat usus besar tak mendapatkan oksigen dan makanan yang cukup untuk bisa menjalankan fungsinya. Bila dibiarkan, kondisi tersebut akan menyebabkan penyakit iskemia usus besar.

Penyumbatan yang terjadi pada pembuluh darah arteri ini tidak selalu sama pada setiap orang. Hal-hal tertentu bisa mengakibatkan terhambatnya aliran darah, seperti karena adanya penumpukan lemak atau plak dalam dinding arteri. Kondisi ini dikenal dengan nama aterosklerosis.

Selain itu, adanya pembekuan darah yang memblokir arteri, juga bisa mengakibatkan berkurangnya atau bahkan berhentinya aliran darah menuju usus. Biasanya, pembekuan darah ini sering menyerang penderita aritmia. Tekanan darah rendah (hipotensi) akibat gagal jantung, operasi besar, serta trauma juga bisa memicu penurunan aliran darah.

Tanda dan gejala iskemia usus besar

Penyakit iskemia usus besar umumnya lebih sering dialami oleh lansia yang telah berusia sekitar 60 tahun keatas, tapi tidak menutup kemungkinan usia yang lebih muda juga bisa mengalaminya. Waspada jika tiba-tiba Anda merasa nyeri dan kram di bagian perut sebelah kiri Anda, ini merupakan gejala yang paling khas dari iskemia usus besar.

Terlebih jika disertai dengan perdarahan pada feses, tapi biasanya tidak terlalu parah. Beberapa tanda dan gejala yang harus segera Anda sadari jika memiliki iskemia usus besar, yaitu:

  • Sakit perut setelah makan
  • Dorongan untuk selalu ingin buang air besar
  • Diare
  • Perut kembung
  • Mual dan muntah
  • Demam
  • Berat badan berangsur menurun

Semakin lama nyeri perut akan berkembang di sisi sebelah kanan, mungkin disebabkan karena adanya penyumbatan arteri yang mengarah pada bagian usus besar lainnya. Penting untuk tidak menunda konsultasi dengan dokter kapanpun Anda merasa ada gejala yang mencurigakan.

sakit gejala usus buntu

Seperti apa perawatan yang tepat untuk kondisi ini?

Pengobatan untuk kondisi usus yang mengalami penyumbatan ini biasanya bisa sembuh dengan sendirinya. Selain itu, Anda mungkin menerima cairan infus guna menjaga tubuh tetap terhidrasi optimal, sekaligus memberi istirahat pada usus selama dalam masa penyembuhan.

Dalam kondisi yang masih terbilang ringan, perawatan dengan obat-obatan bisa menjadi salah satu cara untuk memperbesar arteri yang menyempit dan menghancurkan gumpalan darah yang membeku, misalnya konsumsi obat trombolitik dan vasodilator.

Jika kasus yang Anda alami sudah lebih serius, operasi mungkin dibutuhkan untuk mengangkat dan memperbaiki jaringan usus yang telah rusak.

Adakah komplikasi dari iskemia usus besar?

Meski bisa sembuh dengan sendiri untuk kategori ringan, tapi penyakit iskemia usus besar tidak bisa disepelekan. Pasalnya, bisa muncul komplikasi yang paling serius yakni gangren. Gangren terjadi ketika aliran darah ke usus besar terhambat, akibatnya jaringan mati dan rusak sehingga diperlukan operasi untuk mengangkatnya.

Berbagai komplikasi lain yang bisa muncul, seperti:

  • Perforasi, yakni lubang pada usus
  • Peritonitis, adanya peradangan pada jaringan yang melapisi perut
  • Peradangan usus
  • Sepsis, akibat adanya infeksi bakteri yang menyebar melalui aliran darah dan dapat berisiko fatal

Bisakah kondisi ini dicegah?

Tidak jauh berbeda dengan penyakit lainnya, risiko penyakit iskemia usus besar bisa ditekan dengan rutin menerapkan gaya hidup sehat sejak dini yang meliputi berolahraga secara teratur, makan makanan bernutrisi, serta mengurangi atau menghindari rokok.

Selalu rutin memantau kadar kolesterol, tekanan darah, dan kesehatan jantung juga mampu membantu mencegah penyumbatan aliran darah di usus.

Sementara untuk Anda yang pernah mengalami iskemia usus besar, biasanya dokter menyarankan untuk berhenti mengonsumsi jenis obat apapun yang bisa memicu kambuhnya penyumbatan pada aliran darah. Untuk itu, pastikan Anda memberi tahu dokter mengenai jenis obat apa saja yang sedang rutin Anda konsumsi.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?

Yang juga perlu Anda baca

Radang Usus Mungkin Bisa Ganggu Kesuburan, Ini Syaratnya Jika Ingin Punya Anak

Beberapa orang percaya bahwa wanita dengan penyakit IBD sulit memiliki keturunan. Nah, benarkah radang usus bisa mengganggu kesuburan Anda?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Masalah Kesuburan, Kesuburan, Kehamilan 28 April 2019 . Waktu baca 5 menit

Mengenal Jaringan Epitel dan Peran Pentingnya Dalam Tubuh Manusia

Tubuh manusia tersusun atas empat jaringan utama yang punya fungsi berbeda. Salah satunya adalah jaringan epitel. Penasaran apa saja fungsi epitel?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Kesehatan, Informasi Kesehatan 27 Maret 2019 . Waktu baca 6 menit

5 Pilihan Teh Herbal untuk Membantu Mengatasi Gejala IBS

Minum teh herbal bisa membantu mengatasi gejala IBS saat kambuh dan menyerang. Untuk itu, yuk seduh teh herbal sebagai perawatan alami untuk IBS.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan Pencernaan, Gangguan Pencernaan Lainnya 1 Maret 2019 . Waktu baca 4 menit

4 Tips Mengatasi Kelelahan Akibat Terserang Radang Usus (IBD)

Selain kurang tidur, radang usus (IBD) juga bisa menimbulkan kelelahan. Penting untuk mencari tahu cara mengatasi kelelahan akibat radang usus ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Kesehatan Pencernaan, Gangguan Pencernaan Lainnya 7 Februari 2019 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Divertikulitis

Divertikulitis

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 5 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
sindrom usus bocor

Sindrom Usus Bocor, Masalah Pencernaan yang Misterius dan Memicu Banyak Penyakit

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 13 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit
kanker usus besar kolorektal rektum kolon colon

Kanker Kolorektal (Usus Besar/Kolon dan Rektum)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 13 April 2020 . Waktu baca 10 menit
obat radang usus

Rekomendasi Obat dari Dokter untuk Mengobati Radang Usus Besar

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 15 November 2019 . Waktu baca 6 menit