Hernia Hiatal

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 25 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Definisi hernia hiatal

Apa itu hernia hiatal?

Hiatal hernia adalah kondisi ketika bagian atas lambung menonjol ke dada melalui bukaan pada diafragma. Diafragma adalah dinding otot yang memisahkan lambung dengan dada. Otot ini membantu mencegah naiknya asam lambung ke kerongkongan.

Ketika Anda mengalami hernia hiatal, asam lambung lebih mudah naik. Bocornya cairan asam dari lambung ke kerongkongan disebut gastroesophageal reflux disease (GERD). Penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi pada perut dan tenggorokan.

Seberapa umumkah kondisi ini?

Setiap orang dari segala kelompok usia dapat mengalami hernia hiatal. Namun, kondisi ini lebih sering terjadi pada wanita, orang dengan kelebihan berat badan, dan orang-orang yang berusia lebih dari 50 tahun.

Anda dapat mencegah terkena penyakit ini dengan mengurangi faktor-faktor risikonya. Silakan konsultasikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Tanda & gejala hernia hiatal

Apa saja tanda-tanda dan gejala hernia hiatal?

Kebanyakan orang dengan kondisi ini seringkali tidak merasakan gejala. Meski begitu, secara umum beberapa tanda dan gejala khas yang kerap muncul adalah:

  • rasa panas pada perut,
  • nyeri pada ulu hati (heartburn),
  • sering sendawa, dan
  • dalam kasus yang langka, kesulitan untuk menelan.

Biasanya gejala muncul satu jam setelah seseorang selesai makan. Bersandar atau berbaring dapat memperburuk rasa panas pada perut. Jika hernia telah menyebabkan iritasi pada kerongkongan, perdarahan mungkin terjadi.

Mungkin masih ada tanda dan gejala lain yang belum disebutkan. Jika Anda memiliki kekhawatiran atau pertanyaan mengenai suatu gejala, silakan berkonsultasi dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda telah didiagnosis mengalami hiatal hernia dan merasakan sakit yang parah pada dada dan daerah perut, segera kunjungi dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Selain itu, Anda juga perlu memeriksakan diri apabila kondisi tersebut disertai dengan mual, muntah, atau tidak dapat buang gas. Anda kemungkinan mengalami jepitan atau gangguan hernia yang merupakan kondisi gawat darurat medis.

Tubuh setiap orang dapat menunjukkan reaksi yang beragam. Maka dari itu, pastikan Anda berkonsultasi dengan dokter apabila mengalami keluhan apa pun terkait hernia, sekalipun keluhan tersebut tidak umum.

Penyebab hernia hiatal

Apa penyebab kondisi ini?

Diafragma normalnya memiliki semacam lubang kecil yang disebut hiatus. Lubang ini dilewati oleh kerongkongan yang merupakan penghubung antara mulut dan lambung.

Hernia hiatal terjadi ketika ada bagian otot diafragma yang melemah sehingga bagian atas lambung mencuat melewati hiatus. Penyebab pelemahan diafragma tidak diketahui secara pasti, tapi kemungkinan berkaitan dengan kondisi berikut.

  • Terlahir dengan hiatus yang berukuran besar.
  • Menurunnya kekuatan otot diafragma akibat pertambahan usia.
  • Cedera pada diafragma, misalnya akibat benturan atau operasi.
  • Tekanan terus-menerus terhadap otot sekitar diafragma akibat batuk, muntah, mengangkat benda berat, kebiasaan mengejan saat buang air besar, dan lain-lain.

Faktor-faktor risiko hernia hiatal

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk mengalami hernia hiatal?

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko Anda untuk mengalami hiatal hernia adalah:

  • kehamilan,
  • obesitas,
  • sering batuk kencang, dan
  • mengejan saat buang air besar.

Di samping itu, orang yang berumur lebih dari 50 tahun berisiko lebih tinggi mengalami hernia pada diafragmanya. Ini karena diafragma sama seperti otot lainnya pada tubuh yang akan melemah seiring bertambahnya usia.

Diagnosis & pengobatan hernia hiatal

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk mendiagnosis hernia pada diafragma?

Hernia hiatal sering kali terdiagnosis ketika pasien menjalani tes untuk mencari tahu penyebab heartburn, nyeri dada, atau sakit perut bagian atas. Berikut jenis tes yang biasanya dilakukan.

  • Endoskopi. Endoskopi dilakukan dengan memasukkan alat berbentuk selang kecil panjang dengan kamera melewati kerongkongan. Alat ini dapat memperlihatkan kondisi saluran pencernaan Anda dan mendeteksi hernia.
  • Rontgen. Anda akan menjalani pemeriksaan sinar X setelah sebelumnya meminum cairan barium yang memperjelas warna saluran pencernaan.
  • Esophageal manometry. Pemeriksaan ini mengukur irama gerak dan tekanan otot-otot kerongkongan ketika Anda menelan.

Apa saja pilihan pengobatan yang tersedia?

Pengobatan paling utama yang bisa dilakukan untuk mengatasi hernia hiatal adalah dengan melakukan perubahan gaya hidup menjadi lebih sehat. Tujuan dari pengobatan ini adalah mengontrol gejala dan mencegah komplikasi.

Mencuatnya lambung bisa memicu naiknya asam lambung sehingga penderita kerap mengalami gejala maag. Anda dapat mengatasi hal ini dengan melakukan berbagai upaya untuk mencegah asam lambung naik.

Batasi atau hindari berbagai makanan pemicu asam lambung yang bisa memperburuk gejala. Jangan pula langsung berbaring setelah Anda makan karena ini akan membuat asam lambung lebih mudah mengalir kembali menuju kerongkongan.

Sebelum tidur, tinggikan posisi kepala Anda sekitar 10 – 15 di atas kasur. Meninggikan posisi kepala dapat membantu menjaga cairan asam tetap berada di dalam lambung selama Anda tidur.

Jika berbagai perubahan tersebut tidak juga memberikan hasil, dokter mungkin akan meresepkan obat. Jenis obat yang umumnya diresepkan adalah antasida, ranitidine, famotidine, dan obat penghambat pompa proton seperti omeprazol.

Apabila gejala tidak bisa dikontrol atau muncul komplikasi, dokter kemungkinan akan menyarankan operasi untuk membetulkan posisi lambung. Komplikasi dapat berupa luka, bisul, atau perdarahan pada saluran pencernaan.

Pengobatan hernia hiatal di rumah

Apa saja pengobatan rumahan yang dapat membantu mengatasi kondisi ini?

Berikut beberapa perubahan gaya hidup dan pengobatan rumahan untuk membantu Anda mengatasi hernia hiatal.

  • Mengurangi berat badan jika sebelumnya berlebih.
  • Makan secara perlahan.
  • Makan sebanyak 4 – 5 kali sehari dengan porsi kecil sebagai pengganti waktu makan tiga kali sehari dengan porsi besar.
  • Menghindari makan gorengan, pedas, atau makanan berlemak sampai kondisi Anda membaik.

Hernia hiatal terjadi ketika lambung mencuat ke otot diafragma karena terdapat bagian otot yang melemah. Kendati tidak ada pengobatan khusus, Anda dapat berkonsultasi kepada dokter untuk mengetahui apa saja pilihan penanganan yang bisa dilakukan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

9 Cara Jitu Mengatasi Nyeri Haid Tanpa Obat

Sebelum terburu-buru mengambil obat, ikutilah tips-tips berikut untuk mengurangi nyeri haid Anda.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan Wanita, Menstruasi 7 November 2018 . Waktu baca 6 menit

Cara Mengatasi Pusar yang Menonjol dan Terasa Nyeri Setelah Melahirkan (Hernia Umbilikal)

Banyak ibu yang mengalami turun berok setelah melahirkan. Jika tidak diobati, hernia bisa berbahaya. Adakah cara mengatasi hernia setelah melahirkan?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Perawatan Ibu, Perawatan Setelah Persalinan, Kehamilan 23 Oktober 2018 . Waktu baca 3 menit

Sembelit Setelah Operasi Caesar? Hati-hati, Bisa Jadi Tanda Turun Berok (Hernia)

Merasa sembelit setelah melahirkan caesar? Jangan disepelekan, karena bisa jadi salah satu tanda dari hernia atau turun berok. Lho, kok bisa?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Persalinan, Melahirkan, Kehamilan 13 Agustus 2018 . Waktu baca 3 menit

Susah Menelan Akibat Disfagia, Apakah Bisa Disembuhkan?

Kondisi susah menelan akibat disfagia bisa disebabkan oleh kerusakan saraf atau otot pada mulut, lidah, atau kerongkongan. Apakah disfagia bisa sembuh?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Kesehatan THT, Gangguan Tenggorokan 27 Juli 2018 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

sakit perut sebelah kanan

Penyebab Paling Umum Sakit Perut Sebelah Kanan

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 6 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
penyakit usus buntu gatau apendisitis

Radang Usus Buntu (Apendisitis)

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 22 Desember 2020 . Waktu baca 12 menit
bayi tersedak

Saat Bayi Tersedak, Ketahui Penyebab, Cara Menolong, dan Pencegahannya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 11 Desember 2020 . Waktu baca 9 menit
angkat barang berat bikin hernia

Benarkah Angkat Barang Berat Bisa Bikin Turun Berok (Hernia)?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 28 November 2018 . Waktu baca 4 menit