home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

10 Makanan dan Minuman yang Ampuh Usir Perut Kembung

10 Makanan dan Minuman yang Ampuh Usir Perut Kembung

Perut kembung merupakan salah satu gejala masalah pencernaan yang paling umum. Untungnya, kondisi ini bisa membaik dengan sendirinya meskipun tanpa pengobatan. Anda bahkan dapat mengonsumsi makanan atau minuman tertentu untuk mengurangi rasa kembung yang membuat perut terasa begah.

Di sisi lain, patut diingat bahwa beberapa jenis makanan justru dapat memperparah rasa begah. Jadi, jangan sampai Anda keliru dalam membedakannya. Berikut sekilas panduan yang dapat Anda ikuti untuk memilih makanan saat perut terasa kembung.

Makanan dan minuman penyebab perut kembung

ngidam makanan asin
(Source: www.shutterstock.com)

Ketika Anda merasa begah, biasanya ini terjadi karena saluran pencernaan terisi oleh gas dalam jumlah yang lebih banyak dari biasanya. Dampaknya, perut terasa penuh, membesar, atau bahkan nyeri akibat meningkatnya tekanan dalam perut.

Ada beragam faktor yang dapat meningkatkan produksi gas dalam perut. Beberapa di antaranya yakni kebiasaan makan yang terlalu cepat, perubahan hormon pada masa menstruasi, hingga penyakit pada sistem pencernaan.

Dalam kondisi seperti ini, makanan dan minuman tertentu justru dapat meningkatkan produksi gas sehingga memperparah keluhan Anda. Maka dari itu, Anda disarankan untuk menghindari makanan dan minuman berikut saat perut terasa kembung.

1. Makanan asin

Makanan asin tinggi akan natrium yang berasal dari garam. Kelebihan natrium dalam tubuh dapat menyebabkan retensi cairan, yaitu kondisi ketika cairan tidak bisa keluar dari tubuh sepenuhnya. Akibatnya, air terjebak dalam perut dan menyebabkan begah.

2. Produk dari susu

Beberapa orang memiliki sistem pencernaan yang sensitif terhadap laktosa. Laktosa adalah gula yang terdapat dalam produk susu. Pencernaan laktosa membutuhkan enzim laktase, tapi tidak semua orang memiliki enzim ini dalam jumlah yang cukup.

Bagi orang dengan intoleransi laktosa, konsumsi susu atau produk-produknya dapat menyebabkan perut kembung dan gejala lainnya pada sistem pencernaan. Ini karena keberadaan laktase memicu pembentukan gas dalam usus Anda.

3. Kubis dan kol

Kubis, kol, dan sayuran sejenisnya tinggi akan rafinosa, yaitu sejenis gula yang baru dapat dicerna dalam proses fermentasi bakteri. Fermentasi menghasilkan gas berlebih sehingga makanan ini tidak disarankan untuk orang yang mengalami perut kembung.

4. Makanan dengan pemanis buatan

Beberapa jenis pemanis tambahan mengandung zat yang sulit dicerna oleh tubuh. Zat-zat ini akan menumpuk dalam perut dan akhirnya membuat perut terasa kembung. Jadi, sebaiknya batasi takaran gula tambahan yang Anda konsumsi sehari-hari.

5. Minuman berkarbonasi

Minuman berkarbonasi, soda, serta sparkling water mengandung banyak gelembung. Gelembung yang tidak dapat keluar akan terjebak dalam sistem pencernaan Anda. Bersama gas yang menumpuk, hal ini akan membuat begah terasa semakin parah.

Makanan dan minuman untuk meredakan perut kembung

buah dan sayuran untuk asam urat

Kabar baiknya, ada sejumlah makanan dan minuman yang bisa membantu mengatasi masalah perut kembung. Berikut beberapa contohnya.

1. Timun

Timun kaya akan zat antioksidan yang disebut quercetin. Menurut sejumlah penelitian terdahulu, zat ini dapat membantu meredakan gejala umum irritable bowel syndrome seperti perut kembung, diare, dan konstipasi (sembelit).

Selain itu, timun juga mengandung silika, asam kafeat, dan vitamin C yang membantu mencegah retensi cairan dalam tubuh. Anda bisa mendapatkan manfaat ini dengan mengonsumsi timun mentah atau mencampurkan irisan timun dalam air minum.

2. Seledri

Seledri diyakini ampuh mengurangi produksi gas berlebih dalam usus Anda. Berkat kemampuannya untuk membersihkan tubuh dari berbagai racun dan zat berbahaya, sayuran ini juga dapat mencegah penumpukan cairan dalam saluran pencernaan.

3. Pisang

Pisang merupakan salah satu buah yang bagus untuk meredakan perut kembung. Ini karena kandungan kaliumnya dapat menetralisasi kelebihan natrium pada tubuh akibat konsumsi makanan asin.

4. Semangka

Semangka memiliki sifat diuretik yang mampu merangsang ginjal untuk mengeluarkan lebih banyak urine. Hal ini akan membantu mengempiskan perut Anda yang begah karena kelebihan gas atau cairan.

5. Pepaya

Makanan lain yang ampuh untuk mengatasi perut kembung adalah pepaya. Pasalnya, pepaya kaya akan serat, enzim pengurai protein, dan berbagai zat antiperadangan yang membantu melegakan perut yang begah.

6. Kunyit

teh kunyit herbal jamu

Kunyit mampu menenangkan sistem pencernaan Anda dengan membuang gas yang terjebak dalam tubuh. Untuk menghilangkan perut kembung, Anda bisa meminum sari kunyit (jamu) atau mencampurkannya dalam makanan Anda.

7. Teh jahe

Jahe kaya akan zingibain yang bisa mengurangi produksi gas berlebih, sedangkan teh membantu menenangkan perut Anda. Maka dari itu, minum secangkir teh jahe tanpa pemanis tambahan dapat meredakan rasa tidak nyaman akibat perut yang begah.

8. Kiwi

Kiwi kaya akan enzim yang disebut actinidin. Menurut sebuah studi dalam Journal of Agricultural and Food Chemistry, actinidin dapat melancarkan kerja pencernaan dan mempercepat penguraian protein sehingga perut terhindar dari rasa kembung.

9. Bawang putih

Bawang putih mampu merangsang kerja pencernaan dan membuang kelebihan cairan dalam tubuh. Kandungan allicin dalam bawang putih juga bekerja bersama protein alami untuk membantu penguraian zat yang sulit dicerna oleh tubuh.

10. Yogurt

Meskipun termasuk produk susu, yogurt justru merupakan makanan yang tepat untuk mengatasi perut kembung. Ini karena berbagai proses yang terlibat dalam pembuatan yogurt membuatnya lebih mudah dicerna oleh tubuh.

Kandungan probiotik dalam yogurt juga merangsang pertumbuhan bakteri baik yang membantu meredakan perut kembung. Untuk meningkatkan khasiatnya, Anda bisa mengonsumsi yogurt dengan makanan kaya serat seperti pisang atau pepaya.

Perut kembung biasanya dapat membaik dengan sendirinya, tapi kondisi ini juga bisa bertambah parah bila Anda keliru memilih makanan atau minuman. Sebisa mungkin, pilihlah makanan yang tidak meningkatkan produksi gas sehingga ampuh untuk mengatasi perut yang kembung.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Beat belly bloat this summer. (2020). Retrieved 8 December 2020, from https://www.providence.org/news/uf/625542671

Bloating: Causes and Prevention Tips. (2020). Retrieved 8 December 2020, from https://www.hopkinsmedicine.org/health/wellness-and-prevention/bloating-causes-and-prevention-tips

Problems with bloating? Watch your sodium intake. (2020). Retrieved 8 December 2020, from https://www.health.harvard.edu/staying-healthy/problems-with-bloating-watch-your-sodium-intake

Gas: Beat The Bloat. (2020). Retrieved 8 December 2020, from https://www.brighamandwomens.org/patients-and-families/meals-and-nutrition/bwh-nutrition-and-wellness-hub/special-topics/gas-beat-the-bloat

Cialdella-Kam, L., Nieman, D., Sha, W., Meaney, M., Knab, A., & Shanely, R. (2013). Dose–response to 3 months of quercetin-containing supplements on metabolite and quercetin conjugate profile in adults. British Journal of Nutrition, 109(11), 1923-1933.

Kaur, L., Rutherfurd, S. M., Moughan, P. J., Drummond, L., & Boland, M. J. (2010). Actinidin enhances gastric protein digestion as assessed using an in vitro gastric digestion model. Journal of agricultural and food chemistry, 58(8), 5068–5073.

Hungin, A. P., Mulligan, C., Pot, B., Whorwell, P., Agréus, L., Fracasso, P., et al. (2013). Systematic review: probiotics in the management of lower gastrointestinal symptoms in clinical practice — an evidence-based international guide. Alimentary pharmacology & therapeutics, 38(8), 864–886.

Foto Penulis
Ditulis oleh Irene Anindyaputri pada 20/06/2020
Ditinjau oleh dr Patricia Lukas Goentoro
x