home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

5 Pantangan yang Perlu Dihindari Setelah Operasi Batu Empedu

5 Pantangan yang Perlu Dihindari Setelah Operasi Batu Empedu

Salah satu cara mengatasi batu empedu yang cukup parah yaitu menjalani operasi pengangkatan kantung empedu atau kolesistektomi. Prosedur ini cukup aman dan efektif, tetapi tetap memerlukan perhatian khusus, terutama untuk hal-hal yang perlu dihindari pasca-operasi dilakukan. Simak apa saja pantangan setelah operasi batu empedu.

Pantangan setelah operasi batu empedu

Meski terbilang aman, operasi batu empedu terkadang memicu komplikasi berupa diare yang tentu mengganggu aktivitas harian Anda. Kondisi ini belum diketahui penyebab pastinya.

Walaupun demikian, banyak dokter beranggapan bahwa diare terjadi akibat pengangkatan kantung empedu.

Kantung empedu sendiri berperan menampung cairan empedu yang nantinya akan dialirkan menuju usus.

Guna mencegah diare pasca-operasi dilakukan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, mulai dari makanan hingga aktivitas yang perlu dihindari.

Berikut sederet pantangan yang perlu Anda taati setelah operasi batu empedu.

1. Membatasi daging berlemak

Salah satu pantangan yang perlu dihindari setelah menjalani operasi batu empedu yaitu membatasi makanan berlemak.

Pasalnya, makan makanan berlemak setelah kolesistektomi dapat menimbulkan rasa sakit, kembung, dan diare.

Untuk itu, usahakan membatasi makanan yang mengandung lebih dari 3 gram lemak dalam satu porsi.

Sederet makanan berlemak yang perlu dibatasi antara lain:

  • sosis,
  • daging sapi,
  • gorengan,
  • bologna atau salami, dan
  • steak atau potongan daging merah tinggi lemak.

Bila sudah terlanjur konsumsi daging berlemak, mulailah dengan mencoba daging versi rendah atau tanpa lemak.

Aturannya begini, lemak seharusnya hanya mengisi sekitar 30% dari pola makan harian. Jika Anda mengonsumsi sekitar 2.000 kalori per hari, usahakan untuk mengonsumsi kurang dari 60-65 gram lemak.

Dengan begitu, gejala yang muncul setelah operasi batu empedu bisa lebih ringan.

2. Mengurangi susu dan produk olahannya

produk olahan susu

Sama seperti makanan berlemak, susu dan produk olahannya ternyata sulit dicerna ketika kantung empedu sudah diangkat. Hal inilah yang menjadikan produk susu sebagai pantangan setelah operasi batu empedu.

Sebagai contoh, minum susu dengan kandungan lemak tinggi memperlambat proses pencernaan akibat kantung empedu yang tidak ada. Akibatnya, diare pun dapat terjadi.

Ada pun susu dan produk olahannya yang perlu dihindari dan dibatasi, yaitu:

  • susu,
  • yoghurt dengan lemak tinggi,
  • keju penuh lemak,
  • mentega,
  • krim asam,
  • es krim,
  • krim kocok, atau
  • saus yang dibuat dengan krim.

Bila membatasi susu dan produk olahannya tidak memungkinkan, Anda bisa memilih yoghurt atau keju rendah lemak.

Alih-alih minum susu sapi yang tinggi lemak, cobalah alternatif susu nabati, seperti susu almon atau susu kedelai.

3. Menghindari makanan olahan tinggi gula dan lemak

Pantangan lain setelah operasi batu empedu yang perlu Anda hindari yaitu makanan olahan yang ditambahkan banyak lemak dan gula.

Makanan manis dan berlemak bisa bertahan lebih lama di dalam perut karena gula dan lemak cenderung sulit dicerna, terutama ketika kantung empedu sudah diangkat.

Beragam makanan olahan yang perlu Anda batasi agar tidak terjadi efek samping usai operasi batu empedu antara lain:

  • kue,
  • pai
  • sereal manis,
  • roti putih atau roti olahan lainnya, dan
  • makanan yang dimasak dalam minyak sayur.

Perlu diingat pula, banyak makanan olahan rendah lemak yang mengandung gula dalam jumlah tinggi.

Untuk itu, selalu periksa informasi nilai gizi dari setiap produk makanan dan usahakan untuk menjaga asupan gula seminimal mungkin.

4. Berhenti minum kafein dan alkohol

efek minum kopi terhadap hubungan intim

Kafein memang memiliki sejumlah manfaat bagi tubuh, terutama dalam meningkatkan fokus.

Sayangnya, minum minuman berkafein tidak dianjurkan bagi Anda yang baru saja menjalani kolesistektomi. Hal ini berkaitan dengan hilangnya fungsi kantung empedu dalam menyeimbangkan kadar asam asam lambung.

Kantung empedu bertugas melepaskan cairan empedu untuk memperlambat proses pengosongan isi perut. Organ ini juga berperan dalam mengurangi keasaman isi perut.

Tanpa kantung empedu, hati mungkin tidak melepaskan empedu dengan baik, sehingga kafein mungkin memberikan efek yang lebih besar.

Kafein dapat lebih cepat merangsang perut untuk mempercepat proses pengosongan lambung. Akibatnya, usus kecil akan menerima lebih banyak kandungan asam lambung.

Kondisi seperti ini juga berlaku ketika Anda minum minuman beralkohol.

Untuk itu, cobalah untuk membatasi makanan dan minuman berkafein ini setelah operasi batu empedu, yaitu:

  • kopi,
  • teh,
  • soda,
  • minuman berenergi, atau
  • coklat.

5. Tidak beraktivitas terlalu berat

Pantangan setelah operasi batu empedu yang perlu diperhatikan selain pola makan yaitu tidak beraktivitas terlalu berat.

Aktivitas yang terlalu berat biasanya bisa memicu rasa sakit atau menarik sayatan bekas operasi. Namun, Anda bisa mulai aktivitas yang ringan ketika merasa sanggup melakukannya.

Cobalah untuk berjalan di sekitar rumah, mandi, dan memanfaatkan tangga selama minggu pertama ketika sudah di rumah.

Bila terasa sakit ketika melakukan sesuatu, segera hentikan aktivitas tersebut. Di sisi lain, Anda mungkin dapat menyetir setelah seminggu atau lebih bila tidak mengonsumsi obat pereda nyeri dengan dosis tinggi.

Meski begitu, alangkah baiknya untuk berdiskusi dengan dokter lebih lanjut terkait aktivitas apa saja yang diperbolehkan setelah operasi untuk pengobatan batu empedu.

Bila memiliki pertanyaan lebih lanjut, silakan hubungi dokter guna memahami solusi yang tepat untuk Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Wechter, D.G. (2020). Gallbladder removal – laparoscopic – discharge. Medline Plus. Retrieved 24 August 2021, from https://medlineplus.gov/ency/patientinstructions/000117.htm 

Sambrook, J. (n.d). Gallstones diet sheet. Patient UK. Retrieved 24 August 2021, from https://patient.info/news-and-features/gallstones-diet-sheet 

Cholecystectomy. (n.d). American College of Surgeons [PDF File]. Retrieved 24 August 2021, from https://www.facs.org/~/media/files/education/patient%20ed/cholesys.ashx 

Jewell, T. (2020). Gallbladder Removal Diet: What to Eat and What to Skip. Healthline. Retrieved 24 August 2021, from https://www.healthline.com/health/gallbladder-removal-diet 

Jewell, T. (2018). Can You Live Without a Gallbladder?. Healthline. Retrieved 24 August 2021, from https://www.healthline.com/health/can-you-live-without-a-gallbladder

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Nabila Azmi Diperbarui 3 minggu lalu
Ditinjau secara medis oleh dr Patricia Lukas Goentoro
x