Artikel Bersponsor

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

5 Tips Menjaga Kesehatan Pencernaan Selama Berpuasa

5 Tips Menjaga Kesehatan Pencernaan Selama Berpuasa

Selama menjalankan ibadah puasa, terkadang ada masalah pencernaan yang bisa Anda alami. Gangguan pencernaan saat puasa yang bisa terjadi yaitu mulas, kembung, refluks asam, dan sembelit. Untuk menghindari masalah pencernaan yang tidak diinginkan, Anda perlu menjaga kesehatan agar ibadah puasa tidak terganggu. Berikut ini cara agar pencernaan lancar saat puasa.

Cara agar pencernaan lancar saat puasa

Gangguan pencernaan dapat terjadi karena metabolisme tubuh yang berubah saat puasa. Umumnya, tubuh akan menerima makanan di pagi, siang, atau sore hari.

Namun, hal ini tidak terjadi. Akibatnya, asam lambung akan naik karena tidak ada makanan yang masuk dalam jangka waktu yang lama.

Untuk mencegah gangguan pencernaan selama puasa, Anda bisa mencoba menerapkan tips berikut ini.

1. Batasi makanan berlemak dan pedas

Melansir dari Hopkins Medicine jenis makanan pedas, tinggi lemak, dan garam bisa memicu heartburn dan refluks asam lambung.

Contoh makanan yang pedas, tinggi lemak, dan garam adalah:

  • seperti gorengan,
  • makanan cepat saji,
  • bubuk cabai, dan
  • merica.

Makanan tersebut akan mencegah sfingter esofagus bagian bawah mengencang sepenuhnya dan menciptakan celah bagi asam lambung untuk mengalir ke atas.

Selain itu, makanan yang tinggi lemak tinggi juga membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna. Hal ini dapat menyebabkan sakit perut dan menyebabkan perasaan mual.

2. Setelah makan jangan langsung tidur

Cara agar pencernaan Anda lancar saat puasa selanjutnya adalah tidak langsung tidur sehabis makan, terutama setelah sahur.

Ketika Anda langsung tidur setelah sahur, asam lambung bisa mengalir kembali ke kerongkongan. Nantinya, Anda akan mulai merasa tidak nyaman atau heartburn dan refluks.

Gejala gangguan pencernaan ini akan lebih mungkin muncul jika Anda memiliki masalah dengan asam lambung.

Setelah makan, lebih baik menyisakan waktu hingga tiga jam sebelum tidur. Ini akan memberikan waktu bagi tubuh Anda untuk mencerna makanan terakhir yang Anda makan.

3. Makan perlahan dan tidak terlalu cepat

Makan dengan santai menjadi salah satu cara agar pencernaan lancar saat berbuka puasa. Tidak hanya untuk pencernaan, makan perlahan juga bermanfaat untuk berat badan dan nutrisi.

Ketika makan terlalu cepat, Anda akan menelan lebih banyak udara sehingga dapat menyebabkan perut kembung dan penuh gas.

Memperlambat mengunyah makanan dapat membantu memecah partikel makanan yang lebih besar menjadi lebih kecil, serta membantu pencernaan.

Selain baik untuk pencernaan, makan perlahan membantu Anda makan lebih sedikit. Pasalnya, perut butuh waktu 20 menit untuk memberi tahu otak bahwa Anda sudah kenyang.

4. Hindari minuman bersoda

Minum minuman berkarbonasi seringkali dapat menyebabkan Anda menelan udara berlebih dan membuat perut kembung.

Gelembung yang ada di dalam perut ini akan memberi tekanan pada sfingter, otot di kerongkongan yang cincin dan dapat membuka dan menutup.

Bila gelembung menekan sfingter, dapat mendorong asam lambung dan isinya kembali ke kerongkongan.

Selain itu, soda juga mengandung asam yang berdampak buruk pada perut Anda. Asam dari soda dapat mengiritasi lapisan perut, dan menyebabkan mulas dan refluks.

5. Tidak makan berlebihan

Kebiasaan makan terlalu banyak saat berbuka puasa menjadi penyebab gangguan pencernaan, seperti sakit perut.

Makan terlalu banyak akan membuat organ Anda untuk bekerja lebih keras. Sayangnya, enzim pencernaan hanya tersedia dalam jumlah terbatas.

Kondisi ini membuat semakin banyak jumlah makanan yang Anda makan, semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk mencernanya.

Untuk membantu proses pencernaan, Anda dapat mencari suplemen yang mengandung enzim. Suplemen enzim adalah salah cara agar pencernaan lancar saat puasa.

Banyak orang mengonsumsi suplemen enzim untuk mengatasi gangguan pencernaan seperti refluks asam, gas berlebih, kembung dan diare.

Suplemen enzim umumnya mengandung amilase, lipase dan protease yang berperan dalam memecah lemak, protein dan karbohidrat.

Nah, semua enzim tersebut dapat ditemukan dalam Enzymax. Di dalam suplemen ini juga terdapat enzim laktase dan alfa-galaktosidase (enzim yang tidak dibuat tubuh).

Fungsi dari enzim laktase adalah membantu proses tubuh dalam mencerna laktosa, jenis gula yang terkandung dalam berbagai produk susu.

Enzim laktase akan memecah laktosa menjadi gula yang lebih sederhana, yaitu glukosa dan galaktosa yang berperan sebagai sumber energi.

Orang dengan intoleransi laktosa biasanya sering disarankan untuk mengonsumsi enzim laktase tambahan saat mengonsumsi susu.

Sementara itu, Alpha-galactosidase dapat membantu memecah jenis serat yang tidak dapat diserap yang disebut galactooligosaccharides (GOS).

Serat inilah yang dapat menyebabkan gas dan kembung pada beberapa orang.

Tidak hanya itu, Enzymax juga mengandung ekstrak jahe dan wheat dextrin (serat alami) yang membantu meredakan mual dan muntah dan membantu pencernaan

Anda bisa mendapatkan suplemen ini di apotek terdekat atau membelinya melalui e-commerce.

Verifying...

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Minimise stomach upsets during Ramadan. (n.d.). Malaysian Dietitians’ Association. Retrieved 29 March 2022, from https://www.dietitians.org.my/health-info/minimise-stomach-upsets-during-ramadan 

Blackburn, K. B. (2019). What happens when you overeat? MD Anderson Cancer Center. Retrieved 29 March 2022, from https://www.mdanderson.org/publications/focused-on-health/What-happens-when-you-overeat.h23Z1592202.html

GERD diet: Foods that help with acid reflux (Heartburn). (n.d.). Johns Hopkins Medicine, based in Baltimore, Maryland. Retrieved 29 March 2022, from https://www.hopkinsmedicine.org/health/wellness-and-prevention/gerd-diet-foods-that-help-with-acid-reflux-heartburn

Is it bad to eat before bed? (2022). Cleveland Clinic. Retrieved 29 March 2022, from https://health.clevelandclinic.org/is-eating-before-bed-bad-for-you/ 

Medicine, N. (2017). Quick dose: Is eating too fast unhealthy? Northwestern Medicine. Retrieved 29 March 2022, from https://www.nm.org/healthbeat/healthy-tips/nutrition/quick-dose-is-eating-too-fast-unhealthy 

Feel bloated? 5 odd reasons for your stomach pain. (2021). Cleveland Clinic. Retrieved 29 March 2022, from https://health.clevelandclinic.org/feel-bloated-5-odd-reasons-stomach-pain/

Digestive enzymes and digestive enzyme supplements. (n.d.). Johns Hopkins Medicine, based in Baltimore, Maryland. Retrieved 29 March 2022, from https://www.hopkinsmedicine.org/health/wellness-and-prevention/digestive-enzymes-and-digestive-enzyme-supplements 

Nikkhah Bodagh, M., Maleki, I., & Hekmatdoost, A. (2019). Ginger in gastrointestinal disorders: A systematic review of clinical trials. Food Science & Nutrition, 7(1), 96-108. https://doi.org/10.1002/fsn3.807 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Angelin Putri Syah Diperbarui Apr 05
Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto