Yang Harus Anda Lakukan Saat Anak Anda Kejang

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 02/12/2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Kejang pada anak-anak merupakan hal yang menakutkan bagi para orang tua. Apalagi, anak-anak usia 6 bulan hingga 5 tahun sangat rentan mengalami kejang demam, terutama ketika anak Anda mengalami demam tinggi. Sering kali, kita sebagai orang tua panik ketika melihat anak kita tiba-tiba kejang, apalagi untuk mereka yang baru pertama kali mengalaminya. Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk mengetahui ciri-ciri kejang dan bagaimana penanganan pertama yang tepat di rumah pada saat anak kejang, agar kondisi anak tidak semakin buruk.

Kenali ciri dan tanda saat anak kejang

Tak semua kejang melibatkan gerakan kejut tak henti pada seluruh tubuh. Kejang memiliki gambaran yang bermacam-macam. Dua anak yang berbeda, biarpun sama-sama kejang, bisa memberikan gambaran yang berbeda tergantung jenis kejangnya. Secara umum, tampilan kejang bisa berupa:

  • AbsansAnak mendadak menghentikan aktivitasnya, terlihat diam dan tidak bergerak, menatap kosong. Sering kali disangka sedang melamun. Tidak ada respons ketika disentuh.
  • Mioklonik. Tangan, kaki atau keduanya tiba-tiba kelojotan dan biasanya anak masih sadar.
  • Tonik-klonikAnak tiba-tiba mengeluarkan suara keras (ictal cry), hilang kesadaran dan terjatuh. Tubuh anak kemudian menjadi kaku, bibir menjadi biru dan keluar busa dari mulut, dan napas berhenti. Kemudian anak mulai bernapas dangkal dan kelojotan pada tangan dan kaki. Menjelang kejang usai, anak mungkin mengompol atau BAB.
  • AtonikTubuh anak tiba-tiba lemas seperti tidak bertenaga dan terjatuh.

Pertolongan pertama saat anak kejang

Ketika anak Anda kejang, hal pertama yang harus Anda lakukan adalah tenangkan diri Anda dan jangan panik. Setelah itu, Anda bisa memulai melakukan hal-hal berikut pada anak Anda:

  1. Posisikan anak Anda berbaring dengan posisi menghadap ke samping untuk mencegah supaya air liur atau muntah tidak masuk ke saluran napas.
  2. Letakkan alas seperti bantal di bawah kepala anak.
  3. Tempatkan anak di alas yang datar dan tidak ramai orang, serta jauhkan anak dari benda-benda yang membahayakan seperti benda-benda yang terbuat dari kaca.
  4. Longgarkan pakaian anak agar lebih nyaman untuk bernapas.
  5. Jika anak Anda demam, berikan obat penurun panas yang dimasukkan lewat anus (jika tersedia di rumah).
  6. Selalu ingat durasi kejang anak Anda, info ini penting untuk dokter dalam mendiagnosis kejang pada anak.
  7. Ketika kejang usai, anak mungkin bisa merasakan kantuk atau masih belum sadar. Terus awasi anak hingga anak terbangun dan sadar sepenuhnya.
  8. Berikan waktu istirahat untuk anak Anda usai kejang.
  9. Segera bawa anak Anda ke rumah sakit untuk penanganan dan diagnosis lebih lanjut

Yang tidak boleh dilakukan saat anak kejang

Beberapa hal yang tidak boleh Anda lakukan pada anak ketika kejang:

  • Jangan letakkan apapun di dalam mulut anak karena bisa mencederai Anda atau anak. Selain itu, gigi bisa patah dan masuk saluran napas menyebabkan sumbatan jalan napas. Tidak perlu khawatir lidah akan tertelan.
  • Jangan berikan makanan ataupun minuman pada saat anak kejang.
  • Jangan berusaha untuk menahan tubuh anak Anda pada saat kejang.

Kejang memang terlihat menakutkan dan perlu kita waspadai. Namun dengan penangangan pertama yang tepat kita dapat mencegah kejadian-kejadian tidak diinginkan ketika kejang itu berlangsung. Jangan lupa untuk membawa anak Anda ke dokter untuk mendapatkan tindak lanjut dan jelaskan kepada dokter semua yang terjadi  pada anak Anda secara detail untuk membantu dokter dalam menentukan diagnosis.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

3 Pertanda Ketika Sistem Imun Anak Menurun

Apabila anak mulai sering atau mudah jatuh sakit, berarti sesuatu terjadi pada sistem imunnya. Yuk, kenali apa saja tanda saat sistem imun anak menurun.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Kesehatan Anak, Parenting 16/04/2020 . 4 mins read

4 Hal yang Tidak Boleh Dilakukan untuk Mengatasi Demam pada Anak

Mengatasi demam pada anak tidak boleh sembangan. Beberapa hal ini sebaiknya Anda hindari karena tidak efektif untuk meredakan demam.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Kesehatan Anak, Parenting 15/04/2020 . 3 mins read

Curiga Terjadi Gangguan Makan pada Anak? Lakukan 6 Langkah Ini

Bila terjadi perubahan drastis pada pola makan anak, patut dicurigai ada gangguan makan pada anak. Apa yang harus orangtua lakukan?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kesehatan Anak, Parenting 13/04/2020 . 5 mins read

Mengenal Marasmus, Masalah Gizi Penyebab Kematian Anak

WHO mencatat marasmus adalah penyebab kematian pada 500 ribu anak di negara berkembang. Apa itu marasmus dan apa penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Parenting, Nutrisi Anak 01/04/2020 . 14 mins read

Direkomendasikan untuk Anda

memilih hewan untuk anak

Tidak Perlu Bingung Pilih Hewan Peliharaan untuk Anak, Ini 5 Tips dan Manfaatnya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 10/05/2020 . 6 mins read
Ibu memakaikan masker agar imunisasi saat pandemi corona aman

Aturan Pakai Masker Wajah untuk Anak dan Tips Membuat Mereka Terbiasa

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 08/05/2020 . 6 mins read
encephalocele adalah ensefalokel

Encephalocele

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 28/04/2020 . 8 mins read
selulitis pada anak

Bagaimana Selulitis Terjadi pada Anak dan Cara Mencegahnya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 18/04/2020 . 4 mins read