Yang Harus Anda Lakukan Saat Anak Anda Kejang

Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 21 Juli 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Kejang pada anak-anak merupakan hal yang menakutkan bagi para orang tua. Apalagi, anak-anak usia 6 bulan hingga 5 tahun sangat rentan mengalami kejang demam, terutama ketika anak Anda mengalami demam tinggi. Sering kali, kita sebagai orang tua panik ketika melihat anak kita tiba-tiba kejang, apalagi untuk mereka yang baru pertama kali mengalaminya. Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk mengetahui ciri-ciri kejang dan bagaimana penanganan pertama yang tepat di rumah pada saat anak kejang, agar kondisi anak tidak semakin buruk.

Kenali ciri dan tanda saat anak kejang

Tak semua kejang melibatkan gerakan kejut tak henti pada seluruh tubuh. Kejang memiliki gambaran yang bermacam-macam. Dua anak yang berbeda, biarpun sama-sama kejang, bisa memberikan gambaran yang berbeda tergantung jenis kejangnya. Secara umum, tampilan kejang bisa berupa:

  • AbsansAnak mendadak menghentikan aktivitasnya, terlihat diam dan tidak bergerak, menatap kosong. Sering kali disangka sedang melamun. Tidak ada respons ketika disentuh.
  • Mioklonik. Tangan, kaki atau keduanya tiba-tiba kelojotan dan biasanya anak masih sadar.
  • Tonik-klonikAnak tiba-tiba mengeluarkan suara keras (ictal cry), hilang kesadaran dan terjatuh. Tubuh anak kemudian menjadi kaku, bibir menjadi biru dan keluar busa dari mulut, dan napas berhenti. Kemudian anak mulai bernapas dangkal dan kelojotan pada tangan dan kaki. Menjelang kejang usai, anak mungkin mengompol atau BAB.
  • AtonikTubuh anak tiba-tiba lemas seperti tidak bertenaga dan terjatuh.

Pertolongan pertama saat anak kejang

Ketika anak Anda kejang, hal pertama yang harus Anda lakukan adalah tenangkan diri Anda dan jangan panik. Setelah itu, Anda bisa memulai melakukan hal-hal berikut pada anak Anda:

  1. Posisikan anak Anda berbaring dengan posisi menghadap ke samping untuk mencegah supaya air liur atau muntah tidak masuk ke saluran napas.
  2. Letakkan alas seperti bantal di bawah kepala anak.
  3. Tempatkan anak di alas yang datar dan tidak ramai orang, serta jauhkan anak dari benda-benda yang membahayakan seperti benda-benda yang terbuat dari kaca.
  4. Longgarkan pakaian anak agar lebih nyaman untuk bernapas.
  5. Jika anak Anda demam, berikan obat penurun panas yang dimasukkan lewat anus (jika tersedia di rumah).
  6. Selalu ingat durasi kejang anak Anda, info ini penting untuk dokter dalam mendiagnosis kejang pada anak.
  7. Ketika kejang usai, anak mungkin bisa merasakan kantuk atau masih belum sadar. Terus awasi anak hingga anak terbangun dan sadar sepenuhnya.
  8. Berikan waktu istirahat untuk anak Anda usai kejang.
  9. Segera bawa anak Anda ke rumah sakit untuk penanganan dan diagnosis lebih lanjut

Yang tidak boleh dilakukan saat anak kejang

Beberapa hal yang tidak boleh Anda lakukan pada anak ketika kejang:

  • Jangan letakkan apapun di dalam mulut anak karena bisa mencederai Anda atau anak. Selain itu, gigi bisa patah dan masuk saluran napas menyebabkan sumbatan jalan napas. Tidak perlu khawatir lidah akan tertelan.
  • Jangan berikan makanan ataupun minuman pada saat anak kejang.
  • Jangan berusaha untuk menahan tubuh anak Anda pada saat kejang.

Kejang memang terlihat menakutkan dan perlu kita waspadai. Namun dengan penangangan pertama yang tepat kita dapat mencegah kejadian-kejadian tidak diinginkan ketika kejang itu berlangsung. Jangan lupa untuk membawa anak Anda ke dokter untuk mendapatkan tindak lanjut dan jelaskan kepada dokter semua yang terjadi  pada anak Anda secara detail untuk membantu dokter dalam menentukan diagnosis.

Cara mencegah kejang demam pada anak

Kejang demam sebetulnya dapat dicegah dengan pemberian obat penurun panas yang aman untuk dikonsumsi anak, seperti parasetamol. Agar mudah dan nyaman dikonsumsi, berikan sediaan obat dalam bentuk cair (sirup). Sementara bayi yang belum bisa menelan atau minum obat secara oral, Ibu bisa berikan sediaan enema atau penggunaan obat melalui rektal (dubur).

Selanjutnya, Ibu bisa mengompres hangat pada dahi, ketiak, lipatan tubuh. Berikan anak minum banyak untuk bantu menurunkan suhunya. Setelah itu, coba ukur suhu tubuh anak dengan termometer untuk mengetahui apakah demamnya sudah mereda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

11 Gejala Pneumonia Pada Anak yang Perlu Diwaspadai

Pneumonia pada anak diklaim sebagai penyebab kematian anak tiap 20 detik. Berikut beberapa gejala pneumonia pada anak yang sebaiknya Anda ketahui.

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Parenting, Tips Parenting 3 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Apa Peran Keseimbangan Mikrobiota Usus dalam Cegah Alergi Anak?

Sudah tahu peran keseimbangan mikrobiota usus dalam mencegah alergi anak? Cari tahu faktanya berdasarkan penelitian terbaru di sini!

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Konten Bersponsor
potret anak bahagia bebas dari alergi karena orangtua menjaga keseimbangan mikrobiota usus
Kesehatan Anak, Parenting 31 Agustus 2020 . Waktu baca 5 menit

Syok Anafilaksis, Reaksi Alergi Parah yang Membahayakan Nyawa

Anafilaksis atau syok anafilaksis adalah reaksi yang muncul ketika pemicu alergi timbul pada tubuh. Seberapa bahaya reaksi ini?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Alergi 28 Agustus 2020 . Waktu baca 6 menit

Kaki Kram Terus? Mungkin Anda Kekurangan 6 Nutrisi Ini

Bangun tidur tiba-tiba kaki kram? Duh, pasti mengganggu sekali! Pastikan kram tak kambuh lagi dengan meningkatkan asupan beragam nutrisi penting ini, ya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 26 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

iga nefropati penyakit berger

Nefropati: Jenis, Gejala, Penyebab, Pengobatan, dll.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 15 September 2020 . Waktu baca 9 menit
telinga kemasukan serangga

Pertolongan Pertama Ketika Telinga Kemasukan Serangga

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 9 September 2020 . Waktu baca 3 menit
memaksa anak olahraga

Memaksa Anak Jago Olahraga

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 9 September 2020 . Waktu baca 5 menit
cara menghilangkan dahak pada anak

4 Cara Menghilangkan Dahak pada Anak Secara Alami

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 9 September 2020 . Waktu baca 3 menit