6 Tips Cerdas Saat Memilih Kursi Makan Bayi

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 08/04/2018 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Ketika buah hati Anda memasuki usia 6 bulan, tandanya masa pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) sudah dimulai. Di waktu itu pula, anak biasanya sudah mampu duduk sendiri. Nah, untuk memudahkan proses makan, Anda mungkin membutuhkan kursi makan bayi agar si kecil bisa menikmati makanannya sembari duduk.

Selain itu, kursi ini juga memungkinkan anak untuk ikut duduk di meja makan bersama anggota keluarga lainnya sehingga waktu makan lebih hangat dan berkualitas. Bila Anda bingung menentukan kursi yang cocok, berikut beberapa pertimbangan yang perlu Anda pikirkan sebelum memutuskan untuk membeli kursi makan bayi.

1. Aman bagi buah hati

Bayi belum bisa menjaga keseimbangan tubuhnya sehingga mudah terjatuh. Oleh karena itu, pastikan bahwa kursi yang akan Anda beli cukup aman. Kursi bayi harus sudah lolos standar keselamatan. Biasanya informasi ini terdapat di kardus kemasan. Dikutip dari Baby Center, perangkat yang bisa menjamin keamanan bayi antara lain:

  • Tali pengaman untuk selangkangan dan tali pinggang untuk menjaga anak tetap stabil.
  • Kunci roda jika kursinya memiliki roda untuk mencegah kursi bergerak kesana kemari lepas kendali.
  • Desain dan material yang kokoh agar bisa menahan beban melebihi berat badan si kecil.

2. Nyaman

Selain aman, Anda juga harus memastikan kursi untuk makan bayi cukup nyaman. Anak akan menghabiskan waktu yang cukup lama di kursi pada waktu makan. Pilih kursi yang dilengkapi dengan bantalan yang empuk yang sandaran yang cukup tinggi.

Di beberapa toko, Anda bahkan bisa mencoba mendudukkan anak di kursi makan tersebut sebelum membelinya. Jika anak terlihat nyaman, maka kursi tersebut bisa jadi pilihan Anda.

3. Mudah dibersihkan

Bayi yang baru mulai makan sendiri biasanya akan sangat berantakan. Sisa makanan dan air pasti berceceran di nampan, sela-sela kursi, dan bantalannya. Oleh karena itu, usahakan untuk memilih kursi yang mudah dibersihkan.

Kalau bisa, bantalan kursinya tidak banyak lekukannya agar makanan tidak mudah menempel di sela-selanya. Selain itu, pilih kursi dengan nampan yang bisa dilepas sehingga Anda mudah mencucinya saat anak selesai makan.

4. Serba guna dan mudah disesuaikan

Ada beberapa jenis kursi makan bayi yang masih bisa digunakan bahkan setelah anak tumbuh menjadi balita. Semakin bertambahnya usia, kursi makan bayi tentu akan ditinggalkan dan tidak terpakai. Memilih kursi yang serba guna dan bisa diubah menjadi meja dan kursi yang terpisah akan membuat kursi tetap terpakai sehingga bisa dimanfaatkan lebih lama.

Selain itu, cobalah untuk memilih kursi yang mudah disesuaikan. Misalnya nampan yang bisa diatur posisinya jadi lebih maju, jadi ketika bayi tumbuh membesar ia tidak terjepit dan kesempitan. Atau kaki kursinya bisa dipendekkan saat anak sudah cukup tinggi.

5. Bisa dilipat dan mudah disimpan

Bagi Anda yang memiliki rumah yang cukup luas, mungkin tidak menjadi masalah memilih kursi yang tidak bisa dilipat. Akan tetapi, jika ruang di rumah cukup terbatas, kursi yang dapat dilipat akan memudahkan Anda untuk menyimpannya saat tidak terpakai sehingga tidak bikin sempit.

Kursi yang bisa dilipat juga tentu lebih mudah dibawa bepergian. Misalnya saat anak berkunjung ke rumah kakek dan neneknya yang tidak menyediakan kursi makan khusus bayi.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Panduan Menerapkan Jadwal MPASI Usia 6-24 Bulan Beserta Aturannya

Sejak dini bayi sebaiknya punya jadwal MPASI yang teratur. Agar lebih optimal, ortu perlu tahu seperti apa jadwal makan yang tepat untuk bayi.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Parenting, Nutrisi Anak 01/04/2020 . Waktu baca 8 menit

Aneka Macam Resep Makanan Bayi yang Sehat dan Menggugah Selera

Menyajikan menu makanan bayi dalam masa MPASI sebenarnya tidak sulit. Berbekal resep ini, mari buat aneka makanan yang sehat dan lezat untuk bayi yuk, Bu!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Parenting, Nutrisi Anak 01/04/2020 . Waktu baca 12 menit

Membuat Menu Makanan Bayi 8 Bulan Tidak Sulit, Kok! Ini Inspirasi yang Bisa Dicoba

Menyajikan beragam menu makanan dapat membantu bayi 8 bulan agar terbiasa dan tidak suka pilih-pilih makan. Yuk, sontek berbagai menunya di sini!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Parenting, Nutrisi Anak 23/03/2020 . Waktu baca 7 menit

Agar Kebutuhan Karbohidrat Bayi Tidak Kurang, Ini Jumlah yang Sebaiknya Dipenuhi

Sama seperti zat gizi lainnya, bayi juga harus mendapatkan asupan karbohidrat setiap harinya. Apa fungsi karbohidrat dan berapa kebutuhan harian untuk bayi?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Parenting, Nutrisi Anak 19/03/2020 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kebutuhan lemak untuk bayi

Tidak Selalu Buruk, Ini Jumlah Kebutuhan Lemak untuk Bayi yang Harus Dipenuhi

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 10/04/2020 . Waktu baca 7 menit
kebutuhan protein bayi

Memahami Kebutuhan Protein Bayi dan Pilihan Sumbernya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 09/04/2020 . Waktu baca 7 menit
menu makanan bayi 7 bulan

Agar Lebih Bervariasi, Begini Cara Membuat Menu Makanan Bayi 7 Bulan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 05/04/2020 . Waktu baca 7 menit
jadwal makan bayi di bawah 6 bulan

Ketika Sudah Mulai MPASI, Ini Jadwal Makan Bayi di Bawah Usia 6 Bulan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 04/04/2020 . Waktu baca 6 menit