Bisakah Mencegah Sindrom Kematian Mendadak pada Bayi (SIDS)?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 5 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu SIDS?

Ada sebuah kondisi yang membuat bayi bisa mengalami kematian mendadak.

Kematian mendadak pada bayi baru lahir ini dikenal dengan nama sudden infant death syndrome (sindrom kematian bayi mendadak) atau biasa disingkat dengan SIDS.

Sindrom kematian bayi mendadak atau Sudden Infant Death Syndrome (SIDS) adalah kematian mendadak bayi sehat saat sedang tidur.

Kondisi ini lebih sering terjadi pada musim dingin dan tidak dapat diprediksi atau dicegah.

Sebagian besar sindrom ini terjadi pada bayi berumur di bawah 1 tahun.

Sindrom ini lebih banyak terjadi pada anak laki-laki dibandingkan anak perempuan.

Mengutip dari Kids Health, SIDS sering terjadi ketika bayi tidur dalam posisi miring maupun tengkurap.

Maka, sangat penting untuk memeriksa posisi tidur bayi tetap telentang untuk menghindari kematian mendadak.

Tanda dan gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala sindrom kematian bayi mendadak?

SIDS sindrom kematian bayi mendadak

Sindrom kematian bayi mendadak (SIDS) adalah kondisi yang tidak memiliki gejala atau tanda-tanda.

Bayi tidak terlihat menderita atau sakit. Mereka juga tidak menangis.

Masalah pernapasan atau masalah perut ringan mungkin terjadi dalam beberapa minggu sebelum sindrom ini terjadi.

Kemungkinan ada tanda-­tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Ada beberapa kondisi yang perlu dipantau guna menghindari kematian mendadak pada bayi.

Sebagai contoh, kondisi bayi lahir prematur, berat badan dan pertumbuhan bayi di bawah normal, atau memiliki masalah pernapasan.

Berbagai faktor di atas adalah kondisi yang harus dikonsultasikan ke dokter untuk menghindari SIDS.

Penyebab

Apa saja yang bisa menjadi penyebab SIDS?

SIDS adalah kematian bayi mendadak

SIDS adalah kondisi yang menjadi penyebab utama kematian pada bayi usia 30 hari pertama setelah kelahiran.

Namun, penyebab SIDS yang sebenarnya masih belum dapat diketahui dengan pasti. Kondisi ini mungkin terjadi karena berbagai faktor.

Keterlambatan perkembangan bayi

Mengutip dari Medicine Net, SIDS adalah kondisi yang disebabkan oleh keterlambatan atau kelainan perkembangan bayi dalam hal sel-sel saraf dalam otak yang penting untuk fungsi jantung dan paru-paru normal. 

Penelitian pada otak bayi yang meninggal akibat SIDS menunjukkan bahwa adanya keterlambatan dalam perkembangan dan fungsi beberapa jalur saraf pengikat serotonin pada otak.

Jalur saraf ini dianggap penting untuk mengatur pernapasan, detak jantung, dan respon tekanan darah saat bangun dari tidur.

Kelainan perkembangan ini membawa dampak negatif saat bayi tidur. Bayi normal akan terbangun ketika ada hal yang mengganggunya saat tidur.

Sebagai contoh, ada hal yang menghalangi jalan napasnya saat tidur, bayi secara otomatis akan memindahkan bagian tubuhnya ke tempat yang lebih nyaman atau bayi akan bangun.

Namun, pada bayi dengan kelainan, refleks yang mengontrol pernapasan dan terbangun dari tidur mengalami gangguan.

Hal ini membuat bayi tidak dapat mengatasi masalahnya saat tidur.

Ini adalah hal yang berpotensi menyebabkan SIDS pada bayi.

Berat lahir bayi rendah

Bayi lahir dengan berat badan rendah (BBLR) biasanya terjadi pada bayi yang lahir prematur atau pada bayi kembar.

Bayi dengan kondisi ini cenderung memiliki otak yang belum matang, sehingga bayi kurang memiliki kendali atas pernapasan dan detak jantungnya.

Ini adalah kondisi yang berpotensi bayi mengalami SIDS.

Posisi tidur bayi

Bayi yang tidur tengkurap atau tidur miring cenderung memiliki kesulitan untuk bernapas.

Saat bayi dalam posisi tengkurap, pergerakan udara di mulut menjadi terganggu karena adanya penyempitan jalan napas. Ini adalah salah satu kondisi yang menyebabkan SIDS.

Hal ini menyebabkan bayi menghirup karbon dioksida yang baru saja ia hembuskan, sehingga kadar oksigen dalam tubuh bayi menjadi kurang, dan akhirnya bayi bisa meninggal. 

Selain itu, benda-benda yang ada di kasur saat bayi tidur, seperti bantal, selimut, boneka, atau mainan juga dapat menutupi mulut dan hidung bayi, mengakibatkan terganggunya pernapasan bayi saat tidur.

Hipertermia (kepanasan)

SIDS adalah kondisi kematian mendadak pada bayi dengan berbagai faktor risiko. Salah satunya pakaian dan perlengkapan bayi yang terlalu tebal dan tertutup.

Selain itu suhu ruangan yang panas dapat meningkatkan metabolisme bayi, sehingga bayi dapat kehilangan kontrol pernapasan. 

Namun, suhu panas sebagai penyebab SIDS belum dapat dijelaskan dengan baik.

Apakah ini sebagai faktor yang benar-benar dapat menyebabkan SIDS atau hanya faktor yang menggambarkan penggunaan pakaian atau selimut yang menghalangi pernapasan bayi.

Faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko sindrom kematian bayi mendadak (SIDS)?

Faktor-faktor tertentu yang meningkatkan risiko Anda mengalami sindrom kematian bayi mendadak yaitu:

  • Tidur pada posisi perut, terutama bagi bayi yang ditutupi dengan terlalu banyak selimut
  • Prematur, berat lahir yang rendah, dan kelahiran bayi kembar memiliki risiko yang lebih besar
  • Ibu remaja, merokok, dan minum serta menggunakan obat-obatan selama kehamilan

Meski tidak memiliki faktor risiko di atas, orangtua tetap perlu waspada karena kematian mendadak pada bayi (SIDS) adalah kondisi yang bisa terjadi pada siapa saja. 

Pencegahan

Apa yang bisa dilakukan untuk mencegah SIDS?

SIDS adalah kondisi spontan dan mendadak, sehingga tidak ada obat atau pengobatan yang bisa membantu kondisi ini.

Namun, orangtua bisa melakukan langkah pencegahan untuk menurunkan risiko atau SIDS pada bayi.

Berikut beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan oleh orangtua: 

Taruh bayi pada posisi telentang saat tidur

Ini adalah posisi yang tidak akan menghalangi jalan napas bayi, sehingga bayi tidak mengalami gangguan pernapasan saat tidur sampai SIDS.

Pilihlah posisi telentang dibandingkan posisi telungkup kapan saja saat bayi tidur

Jauhkan dari berbagai benda di atas kasur

Jangan letakkan berbagai macam benda di atas tempat tidur anak. Jauhi bayi dari bantal, selimut, boneka, mainan, atau hal lainnya saat bayi tidur.

Ini adalah benda-benda yang bisa menghalangi mulut dan hidung bayi sebagai jalan napas, sehingga bayi dapat mengalami sesak napas saat tidur bahkan sampai SIDS.

Tidurkan bayi dengan dengan ibu

Jika bisa, sebaiknya bayi tidur sendiri di tempat tidurnya yang dekat dengan Anda.

Ketika bayi tidur di kasur yang sama dengan orangtuanya, ini dapat membatasi ruang gerak bayi dan mungkin juga bisa mengganggu pernapasan bayi.

Hindari asap rokok

Bayi yang lahir dari ibu perokok dan meninggal karena SIDS terjadi tiga kali lebih sering daripada bayi yang lahir dari ibu bukan perokok.

Merokok saat hamil adalah faktor risiko utama terjadinya SIDS, dan asap rokok yang bayi hirup juga dapat meningkatkan kejadian SIDS pada bayi.

Beri ASI

Berikan ASI pada bayi, bila kondisi ibu memungkinkan. Menyusui bayi terbukti dapat menurunkan risiko SIDS pada bayi sebesar 50 persen.

ASI dapat melindungi bayi dari penyakit infeksi yang dapat meningkatkan risiko SIDS.

Selain itu, sebaiknya jangan minum alkohol saat Anda menyusui karena alkohol dapat meningkatkan risiko bayi Anda mengalami SIDS.

Imunisasi lengkap

Beri bayi Anda imunisasi secara lengkap sesuai dengan jadwal vaksin. Bayi yang menerima imunisasi sesuai rekomendasi dapat menurunkan risikonya terhadap SIDS sebesar 50 persen dibandingkan dengan bayi yang tidak menerima imunisasi lengkap.

Jaga bayi agar tidak kepanasan

Sebaiknya selalu jaga suhu kamar bayi Anda, hindari pemakaian pakaian yang terlalu tebal atau selimut jika bayi kepanasan, dan pakaikan pakaian tidur yang nyaman saat bayi tidur.

Tidak memberi madu pada bayi di bawah 1 tahun

Hindari memberikan madu pada bayi di bawah usia 1 tahun. Madu dapat menyebabkan bayi menderita botulisme.

Botulisme dan bakteri adalah sesuatu yang bisa dihubungkan dengan kejadian SIDS pada bayi.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Amankah Minum Antibiotik Saat Hamil? Ini Penjelasannya

    Ada yang bilang minum antibiotik saat hamil berbahaya. Padahal dalam kasus tertentu, ibu hamil boleh kok, minum antibiotik. Tapi perhatikan hal-hal ini, ya.

    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 4 November 2020 . Waktu baca 3 menit

    Ketahui Manfaat dan Cara Melakukan Pijat Bayi di Rumah

    Bayi Anda sering menangis di malam hari? Atau Anda ingin membangun ikatan yang lebih kuat dengan si kecil? Pijat bayi bisa menjadi jawaban yang Anda cari.

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 30 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit

    Tahapan Perkembangan Bayi Baru Lahir 0-7 Minggu

    Sejak bayi baru lahir, kemampuan gerak dan otaknya akan terus berkembang. Sebagai panduan, berikut perkembangan bayi baru lahir yang bisa diamati.

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Atifa Adlina
    Bayi, Parenting, Bayi Satu Tahun Pertama 16 Oktober 2020 . Waktu baca 15 menit

    Ketahui 4 Tips Merawat Kulit Bayi Sensitif

    Banyak hal yang menyebabkan kulit bayi sensitif. Ketahui bagaimana cara penanganan agar kulit bayi Anda terjaga. Seperti apa tips perawatan yang tepat?

    Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
    Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 15 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    waktu bermain video game

    Berapa Lama Waktu Bermain Video Game yang Pas untuk Anak?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 26 November 2020 . Waktu baca 4 menit
    komunikasi dengan anak

    Kenapa Orangtua Wajib Rutin Berkomunikasi Dengan Anak?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Dipublikasikan tanggal: 24 November 2020 . Waktu baca 4 menit
    bahaya gurita bayi

    Bayi Ternyata Tak Boleh Pakai Gurita. Apa Bahayanya?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Ajeng Quamila
    Dipublikasikan tanggal: 24 November 2020 . Waktu baca 5 menit
    bayi prematur bertahan hidup

    Seberapa Besar Kemungkinan Bayi Prematur Bertahan Hidup?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
    Dipublikasikan tanggal: 17 November 2020 . Waktu baca 3 menit