9 Tips Menyeimbangkan Pekerjaan dan Merawat Bayi

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 28/04/2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Merawat bayi merupakan kewajiban utama seorang ibu, tak terkecuali bagi ibu yang bekerja. Hal ini kadang membuat seorang ibu stres karena menjalankan kedua peran sekaligus dirasa begitu sulit. Lalu, bagaimana ibu bisa menyeimbangkan antara pekerjaan dan merawat bayi? Berikut tips agar bisa menjalankan kedua peran tersebut dengan baik.

Tips untuk menyeimbangkan pekerjaan dan merawat bayi

Menjadi ibu baru tentu tidak mudah. Anda perlu menjaga kondisi tubuh tetap sehat agar bisa merawat bayi Anda dan memenuhi kebutuhan ASI-nya, tetapi di sisi lain, kebiasaan bayi terbangun tengah malam justru membuat Anda kesulitan istirahat.

Belum lagi, saat cuti melahirkan segera berakhir, Anda akan dihadapi dengan perasaan sedih dan bersalah karena akan meninggalkan bayi Anda pada pengasuhnya. Anda terkadang menjadi tidak fokus saat bekerja sehingga pekerjaan Anda menjadi tidak lancar, tetapi Anda tetap mengkhawatirkan anak di rumah.

Bila hal ini terjadi pada Anda, sebaiknya Anda mengikuti tips-tips di bawah ini untuk menyeimbangkan pekerjaan dan merawat bayi agar keduanya berjalan dengan baik dan lancar.

1. Jangan merasa bersalah

Langkah pertama yang harus dilakukan, yaitu Anda perlu menerima dengan ikhlas, tetap tenang, dan jangan merasa bersalah akan pilihan yang Anda ambil untuk bekerja.

Anda perlu berpikir bahwa Anda pun bekerja untuk memberi kehidupan yang lebih baik pada anak Anda. Dengan bekerja, Anda bisa memberi peluang kepada anak untuk mendapat pendidikan tertentu atau dapat menyimpan uang yang Anda peroleh untuk kuliahnya nanti.

2. Libatkan suami

Setelah melepaskan rasa bersalah, Anda perlu menyadari bahwa Anda tidak sendiri dalam menghadapinya. Libatkan suami Anda untuk mengurus rumah tangga dan merawat bayi sejak awal.

Buatlah jadwal dan bagilah tugas dengan suami Anda, kapan Anda harus mengasuh anak, kapan harus membersihkan rumah atau mencuci pakaian. Anda dan suami pun perlu bergantian menjaga dan merawat bayi bila terbangun pada malam hari, agar kondisi Anda keesokan hari lebih baik guna menyeimbangkan pekerjaan Anda.

3. Cari pengasuh atau tempat penitipan

Sebelum cuti melahirkan Anda berakhir, Anda perlu memulai mencari pengasuh (babysitter) atau tempat penitipan anak (daycare/childcare) yang dapat diandalkan dan dapat dipercaya. Bila Anda menggunakan pengasuh, mulai pekerjakan pengasuh tersebut sebelum cuti Anda selesai agar dapat lebih dulu beradaptasi sebelum benar-benar Anda tinggalkan.

Bila memilih untuk menitipkan bayi Anda di tempat penitipan anak, dilansir dari ChildCare.gov, Anda perlu memilih tempat yang memiliki program berkualitas serta dapat memastikan bayi Anda aman, sehat, serta mendapat didikan yang baik.

4. Menjaga komunikasi

Jika sudah menetapkan di antara kedua hal tersebut, Anda perlu menjaga komunikasi dengan pengasuh atau tempat penitipan anak. Pastikan Anda selalu mendapat informasi mengenai perkembangan anak dan apa yang dilakukannya.

Bila mungkin, teleponlah atau video call pengasuh bayi Anda saat ada waktu senggang di kantor untuk melihat dan mendengar bayi Anda secara langsung. Selain bisa mengetahui perkembangannya, menelfonnya di tengah bekerja pun dapat menghibur Anda.

5. Cari pengasuh cadangan

Meski sudah memiliki pengasuh atau tempat penitipan anak, ada suatu waktu ketika ia tidak bisa merawat bayi Anda. Untuk itu, Anda pun perlu memikirkan pengasuh cadangan untuk bayi Anda, seperti saudara terdekat atau orangtua Anda.

6. Fokus

Kunci untuk menyeimbangkan pekerjaan dan merawat bayi adalah fokus pada kedua hal tersebut dan jangan dicampuradukkan. Saat Anda di kantor, Anda harus fokus bekerja. Ketika Anda di rumah, Anda pun harus fokus merawat bayi Anda. Anda pun perlu meluangkan waktu untuk bermain dengan bayi setiap akhir pekan.

7. Minta pengertian dan dukungan ke perusahaan

Selain mengatur diri Anda sendiri, Anda pun perlu meminta pengertian dan dukungan kepada perusahaan tempat Anda bekerja. Tanyakan kepada perusahaan bagaimana kebijakannya bila bayi Anda sakit, apakah Anda bisa bekerja di rumah jika hal tersebut terjadi? Lalu diskusikan pula terkait kebutuhan Anda untuk memerah ASI saat di kantor.

8. Minta bantuan untuk mengurus rumah

Bila Anda merasa sulit membagi waktu antara merawat bayi, bekerja, dan menyelesaikan urusan rumah, jangan ragu untuk mencari asisten rumah tangga yang bisa melakukannya. Dengan rumah yang bersih, Anda bisa menyeimbangkan pekerjaan dan merawat bayi dengan lebih mudah.

9. Luangkan waktu untuk “me time”

Kunci untuk menjaga mental tetap waras saat melaksanakan kewajiban sebagai karyawan dan ibu secara bersamaan, yaitu mencari waktu untuk diri sendiri atau me time. Luangkanlah waktu untuk sekadar bersantai dan rutinitas atau menjalankan hobi Anda. Mintalah pasangan Anda atau pengasuh saat hal ini dilakukan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kerja Freelance Juga Bisa Bikin Stres, Ini 5 Cara Mencegahnya

Menjadi pekerja lepas bukan berarti bebas dari ancaman stres. Yuk, cari tahu cara mencegah stres akibat kerja freelance agar bekerja tetap menyenangkan.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Psikologi 10/05/2019 . Waktu baca 4 menit

4 Alasan Kenapa Sebaiknya Tak Perlu Langsung Mandikan Bayi yang Baru Lahir

Banyak orangtua merasa perlu segera memandikan bayi baru lahir karena kulitnya lengket terbalut lapisan lilin putih. Padahal, lapisan itu banyak manfaatnya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Perawatan Bayi, Parenting, Tips Parenting 07/11/2018 . Waktu baca 5 menit

Tips dan Trik Jitu Menghadapi Si Kecil yang Suka Menggigit Temannya

Balita suka menggigit obyek terdekatnya. Entah itu tangan orangtua atau pengasuhnya, mainan, atau justru temannya. Wajarkah jika anak suka menggigit?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Parenting, Tips Parenting 19/09/2018 . Waktu baca 4 menit

Harus Hati-hati, Begini Langkah Membersihkan Pusar Bayi yang Benar

Pusar bayi harus dibersihkan dengan benar untuk mencegah infeksi. Lantas, bagaimana cara membersihkan pusar bayi dengan tepat? Simak di sini

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 02/09/2018 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara memandikan bayi yang baru lahir

Agar Tidak Bingung, Berikut Cara Memandikan Bayi Baru Lahir

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 9 menit
kerja 4 hari seminggu

Kerja 4 Hari Seminggu Terbukti Bikin Karyawan Microsoft Makin Produktif

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 09/12/2019 . Waktu baca 3 menit
cara agar tidak mengantuk saat bekerja

5 Tips Jitu Menghilangkan Ngantuk Saat Kerja

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 19/06/2019 . Waktu baca 4 menit
vernix caseosa pada bayi baru lahir

Fungsi Vernix Caseosa, Lapisan Lembut yang Melindungi Kulit Bayi Baru Lahir

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 06/06/2019 . Waktu baca 4 menit