Membuat Cat yang Aman untuk Dimakan Anak-anak

Oleh

Bayi yang berusia 6-18 bulan sedang senang-senangnya memasukkan jari ke dalam mulut. Saat kita melatih indra peraba (dan jiwa seninya) dengan cara melukis dengan jari, orangtua terkadang khawatir anak akan tak sengaja menelan cat yang berbahaya.

Jangan khawatir. Ini biasa diatasi dengan cat yang bisa dimakan, dan Anda pun bisa membuatnya sendiri dengan mudah dengan bahan-bahan yang bisa Anda temukan di supermarket. Tak berbahaya jika anak Anda memakannya, namun cat ini rasanya hambar sehingga si kecil tak akan tertarik untuk memakannya dengan sengaja. Teksturnya lembut, halus, dan tidak lengket. Sempurna untuk merangsang sensor dan indra peraba anak.

Aktivitas ini sangat bagus untuk bayi, batita, balita, dan anak-anak segala usia karena melukis dan mengekspresikan imajinasi adalah hal yang senang dilakukan oleh semua anak. Dengan cat yang bisa dimakan ini, Anda memberikan kesempatan kepada buah hati untuk mengeksplor cat dengan aman dan bebas.

Melukis dengan cat yang bisa dimakan dapat mendorong pembelajaran dan perkembangan anak, terutama dalam hal:

  • Kreativitas dan ekspresi
  • Kemampuan motorik yang Bagus
  • Koordinasi dan kontrol tangan dan mata
  • Sebab dan akibat
  • Konsentrasi
  • Perkembangan bahasa
  • Mengeksplor indra dan menemukan tekstur yang baru

Yang Anda butuhkan:

  • 4 sendok tepung maizena
  • Air dingin
  • 1 cangkir air mendidih
  • Pewarna makanan cair

Instruksi:

  1. Campur tepung maizena dengan air dingin di dalam panci berukuran sedang. Aduk-aduk sampai teksturnya menyerupai pasta gigi.
  2. Masukkan satu cangkir air mendidih dan aduk hingga tidak ada gumpalan.
  3. Nyalakan kompor dengan panas yang sedang, dan aduk. Adonan akan berubah dan Anda akan melihat ada lapisan jernih terbentuk dalam adonan. Saat Anda melihat ini, matikan kompor tapi lanjutkan mengaduk. Adonan akan mengental dan memiliki tekstur seperti custard.
  4. Ambil dengan sendok dan masukkan ke dalam botol, cangkir, atau wadah kosong dan tambahkan pewarna makanan. Aduk hingga menyatu dengan sempurna. Tetesi dengan pewarna makanan sesuai dengan warna yang Anda inginkan. Campurkan berbagai warna untuk menciptakan warna lain, misalnya untuk membuat warna ungu, gunakan satu tetes warna biru dan dua tetes warna merah.
  5. Tutup rapat dengan cling wrap lalu simpan di dalam kulkas jika tidak dipakai. Pastikan Anda membuang adonan ini jika sudah 2 minggu. Cat ini tidak mengandung pengawet di dalamnya, jadi penting bagi Anda untuk memeriksa apakah cat tersebut belum kedaluwarsa sebelum anda berikan kepada si buah hati.

Saran: Jika adonan mengeras setelah dimasukkan ke dalam kulkas, tambahkan air mendidih atau diamkan selama beberapa jam hingga kembali ke kekentalan sebelumnya.

Sumber
Yang juga perlu Anda baca