Membuat Cat yang Aman untuk Dimakan Anak-anak

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 03/12/2019 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Bayi yang berusia 6-18 bulan sedang senang-senangnya memasukkan jari ke dalam mulut. Saat kita melatih indra peraba (dan jiwa seninya) dengan cara melukis dengan jari, orangtua terkadang khawatir anak akan tak sengaja menelan cat yang berbahaya.

Jangan khawatir. Ini biasa diatasi dengan cat yang bisa dimakan, dan Anda pun bisa membuatnya sendiri dengan mudah dengan bahan-bahan yang bisa Anda temukan di supermarket. Tak berbahaya jika anak Anda memakannya, namun cat ini rasanya hambar sehingga si kecil tak akan tertarik untuk memakannya dengan sengaja. Teksturnya lembut, halus, dan tidak lengket. Sempurna untuk merangsang sensor dan indra peraba anak.

Aktivitas ini sangat bagus untuk bayi, batita, balita, dan anak-anak segala usia karena melukis dan mengekspresikan imajinasi adalah hal yang senang dilakukan oleh semua anak. Dengan cat yang bisa dimakan ini, Anda memberikan kesempatan kepada buah hati untuk mengeksplor cat dengan aman dan bebas.

Melukis dengan cat yang bisa dimakan dapat mendorong pembelajaran dan perkembangan anak, terutama dalam hal:

  • Kreativitas dan ekspresi
  • Kemampuan motorik yang Bagus
  • Koordinasi dan kontrol tangan dan mata
  • Sebab dan akibat
  • Konsentrasi
  • Perkembangan bahasa
  • Mengeksplor indra dan menemukan tekstur yang baru

Yang Anda butuhkan:

  • 4 sendok tepung maizena
  • Air dingin
  • 1 cangkir air mendidih
  • Pewarna makanan cair

Instruksi:

  1. Campur tepung maizena dengan air dingin di dalam panci berukuran sedang. Aduk-aduk sampai teksturnya menyerupai pasta gigi.
  2. Masukkan satu cangkir air mendidih dan aduk hingga tidak ada gumpalan.
  3. Nyalakan kompor dengan panas yang sedang, dan aduk. Adonan akan berubah dan Anda akan melihat ada lapisan jernih terbentuk dalam adonan. Saat Anda melihat ini, matikan kompor tapi lanjutkan mengaduk. Adonan akan mengental dan memiliki tekstur seperti custard.
  4. Ambil dengan sendok dan masukkan ke dalam botol, cangkir, atau wadah kosong dan tambahkan pewarna makanan. Aduk hingga menyatu dengan sempurna. Tetesi dengan pewarna makanan sesuai dengan warna yang Anda inginkan. Campurkan berbagai warna untuk menciptakan warna lain, misalnya untuk membuat warna ungu, gunakan satu tetes warna biru dan dua tetes warna merah.
  5. Tutup rapat dengan cling wrap lalu simpan di dalam kulkas jika tidak dipakai. Pastikan Anda membuang adonan ini jika sudah 2 minggu. Cat ini tidak mengandung pengawet di dalamnya, jadi penting bagi Anda untuk memeriksa apakah cat tersebut belum kedaluwarsa sebelum anda berikan kepada si buah hati.

Saran: Jika adonan mengeras setelah dimasukkan ke dalam kulkas, tambahkan air mendidih atau diamkan selama beberapa jam hingga kembali ke kekentalan sebelumnya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Apa yang Akan Terjadi Jika Muncul Kista Saat Hamil?

    Munculnya kista saat hamil adalah hal yang umum terjadi. Walau biasanya tidak berbahaya, ibu hamil perlu memahami apa saja pengaruhnya terhadap kandungan.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 19/06/2020 . Waktu baca 5 menit

    Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

    Postpartum depression tak cuma menyerang wanita yang baru melahirkan. Depresi pasca melahirkan juga bisa dialami para ayah. Inilah tanda-tandanya.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Parenting, Tips Parenting 14/06/2020 . Waktu baca 5 menit

    Hai Para Suami, Ini 15 Tanda Istri Anda Sedang Hamil

    Tak hanya wanita yang harus memerhatikan perubahan pada dirinya. Sebagai suami Anda juga harus peka melihat tanda istri hamil dan segera mempersiapkan diri.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Kesuburan, Kehamilan, Hidup Sehat 13/06/2020 . Waktu baca 6 menit

    Hal yang Harus Diketahui Jika Ingin Cepat Hamil Setelah Keguguran

    Bukanlah hal yang mustahil jika Anda ingin segera kembali hamil setelah mengalami keguguran, tapi ketahui dulu beberapa hal berikut ini.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Kesuburan, Kehamilan 18/05/2020 . Waktu baca 5 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    cara memandikan bayi yang baru lahir

    Agar Tidak Bingung, Berikut Cara Memandikan Bayi Baru Lahir

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Riska Herliafifah
    Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 9 menit

    Ini Akibatnya Jika Bayi Memakai Popok Terlalu Lama

    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 5 menit
    pelukan bayi perkembangan bayi 14 minggu perkembangan bayi 3 bulan 2 minggu

    Ilmuwan Jepang Ungkap Cara Sempurna Memeluk Bayi

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
    Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 4 menit
    akibat anak terlalu sering dibentak

    Apa Akibat Anak Sering Dibentak? Orangtua Perlu Tahu Ini

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . Waktu baca 8 menit