Memahami Fase Separasi dan Kemandirian Anak

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 29/11/2019
Bagikan sekarang

Saat anak Anda mulai mengembangkan berbagai keterampilan fisik, mental, dan emosional, ia akan tumbuh semakin percaya diri. Pada tahap ini, ia akan mulai memahami konsep diri, bahwa ia adalah dirinya sendiri, dengan perasaan dan pemikiran sendiri. Si kecil akan mulai memisahkan diri dari Anda dan mengerjakan sesuatu dengan caranya sendiri.

Kapan separasi dan kemandirian anak mulai terbangun?

Individualitas tidak terjadi sehari semalam. Butuh waktu bagi anak Anda untuk mengembangkan kemandiriannya. Menginjak usia 6 – 7 bulan, anak Anda akan menyadari bahwa Anda dan dirinya adalah dua individu yang berbeda dan Anda dapat membiarkannya sendiri.

Saat ia yakin bahwa Anda akan tetap ada untuk mendukungnya, anak Anda akan dapat terus mengembangkan diri dan membangun identitas dirinya. Di usia prasekolah, kepercayaan diri anak yang menggebu-gebu akan menyebabkan suatu masalah yaitu ingin melakukan segala hal dengan caranya sendiri, dan ini merupakan akar dari temper tantrum.

Bagaimana anak saya membangun rasa separasi dan kemandirian?

25 – 30 bulan

Di usia prasekolah, anak Anda akan “berjuang” untuk kemandiriannya. Ia akan berjalan jauh dari Anda untuk mengeksplorasi lingkungan sekitar saat Anda dan si kecil bermain di luar, dan ia akan terus menguji sampai batas mana ia dapat lolos melakukan sesuatu tanpa supervisi Anda, misalnya mencoret-coret dinding, bahkan jika Anda melarangnya. “Aku bisa sendiri” adalah respon penolakan yang umum dilontarkan si kecil saat Anda berusaha membantunya.

31 – 36 bulan

Fase separation anxiety alias tak mau berpisah dengan orangtuanya akan hilang dengan sendirinya, terutama saat anak Anda mulai menginjak usia 3 tahun. Namun jangan khawatir jika sesekali terjadi episode kambuhan. Masa tumbuh kembang anak akan dipenuhi dengan perpisahan: hari pertama masuk sekolah, misalnya. Membantu anak untuk mengatasi perpisahan akan membuat perpisahan menjadi lebih mudah.

Tugas Anda

Anak Anda perlu jaminan kasih sayang dan dukungan penuh agar ia yakin untuk melangkah bebas, bereksplorasi dengan dunianya. Dengan kasih sayang dan dukungan dari Anda, ia akan membangun kepercayaan diri untuk mulai mandiri. Ia juga perlu kebebasan untuk menguji batas kemampuannya, maka berikan lingkungan rumah yang aman. Daripada terus melarang anak Anda tanpa alasan untuk tidak menyentuh benda-benda tajam, jauhkan benda-benda berbahaya tersebut dari jangkauannya.

Biasakan sikap mandiri pada anak dengan memberikan pilihan dan mengajarkan tanggung jawab atas pilihannya. Membiarkannya memilih jenis pakaian yang akan ia pakai, camilan apa yang ingin ia makan, atau aktivitas akhir minggu apa yang ingin ia lakukan, akan membangun konsep diri anak Anda dan melatihnya untuk berpikir untuk dirinya sendiri. Makan sendiri tanpa disuapi atau latihan membaca sendiri akan membiasakan anak Anda untuk menolong dirinya sendiri.

Tetapi, mandiri bukan berarti anak Anda tidak lagi membutuhkan kasih sayang dan perhatian Anda. Sikap manjanya mungkin akan berkurang, tapi ia tetap membutuhkan perhatian Anda. Beri kesempatan anak Anda untuk melakukan sesuatu dengan caranya, tapi jangan “mengusirnya” saat ia meminta pertolongan Anda. Dukungan tanpa henti Anda akan terus berperan penting pada kehidupannya.

Seiring bertambahnya usia, anak Anda akan semakin mantap dengan identitas dirinya dan jangkauan kemampuannya. Perkembangan selanjutnya adalah termasuk kemampuan untuk menyiapkan makanannya sendiri, membuat teman baru, dan pergi ke sekolah.

Kapan saya harus khawatir?

Normal bagi anak usia prasekolah untuk mengalami separation anxiety dan tidak mau jauh-jauh dari Anda, namun jika Anda melihat gejala anxiety yang bertambah parah, si kecil menangis meraung-raung jika Anda tinggal, atau ia benar-benar tidak mau lepas dari Anda, diskusikan dengan dokter Anda.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"

    Yang juga perlu Anda baca

    Berbagai Jenis Gangguan Makan yang Umum Dialami Ibu Hamil

    Gangguan makan yang dialami oleh ibu hamil tentu akan memberikan dampak yang berbahaya bagi keselamatan dan perkembangan janin.

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha

    Kulit Wajah Terlihat Kusam Saat Hamil, Apa Penyebabnya?

    Alih-alih mendapatkan pregnancy glow, sebagian orang malah merasa kulit wajah jadi lebih kusam saat hamil. Apa penyebabnya?

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha

    Kapan Waktu Terbaik untuk Kontrol Kandungan Selama Pandemi COVID-19?

    Pemeriksaan kehamilan amatlah penting. Di sisi lain, pemeriksaan kehamilan selama pandemi COVID-19 membuat ibu rentan tertular. Apa yang harus ibu lakukan?

    Ditulis oleh: Diah Ayu
    Coronavirus, COVID-19 29/04/2020

    6 Makanan Bergizi untuk Memperkuat Kandungan

    Selain sehat untuk ibu, berbagai makanan ini juga dapat memperkuat janin dalam kandungan agar masa kehamilan tetap lancar.

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha

    Direkomendasikan untuk Anda

    mengajak orang tua pindah

    Tips Mengajak Orang Tua Pindah ke Tempat yang Baru

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Dipublikasikan tanggal: 25/05/2020
    hamil setelah keguguran

    Hal yang Harus Diketahui Jika Ingin Cepat Hamil Setelah Keguguran

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Dipublikasikan tanggal: 18/05/2020
    menu puasa untuk ibu hamil

    Menu Wajib Saat Puasa untuk Ibu Hamil

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Dipublikasikan tanggal: 17/05/2020
    puasa bagi ibu hamil

    4 Kondisi yang Mengharuskan Ibu Hamil Membatalkan Puasanya

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 14/05/2020