Melihat Sisi Positif dari Anak Tantrum Atau Mengamuk

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum.

Tantrum adalah ledakan emosi, yang biasanya ditandai dengan sikap keras kepala, menangis, menjerit, berteriak, pembangkangan, atau marah. Ketika anak tantrum, Anda mungkin jadi frustrasi dan bingung menghadapinya. Apalagi ketika anak menangis hingga menjerit kencang

Tantrum sebenarnya adalah bagian dari perkembangan anak yang normal. Anak tantrum sebenarnya sedang berusaha menunjukkan bahwa dirinya sedang kesal. Biasanya tantrum terjadi saat anak-anak lelah, lapar, tidak nyaman, atau karena mereka tidak bisa mendapatkan sesuatu yang mereka inginkan.

Umumnya, tantrum akan terjadi pada tahun kedua kehidupan anak, saat kemampuan bahasa mulai berkembang. Karena balita belum bisa mengatakan apa yang mereka inginkan, rasakan, atau butuhkan, pengalaman yang bikin frustrasi bisa menyebabkan anak tantrum atau mengamuk. Namun, seiring kemampuan bahasa meningkat, amukan cenderung akan menurun.

Berbagai manfaat anak tantrum

Meskipun memang menghadapi anak tantrum itu sangat melelahkan, sebenarnya tantrum ada manfaatnya juga. Mengapa bisa begitu? Berikut adalah beberapa alasan penting mengapa tantrum sebenarnya adalah hal yang baik.

1. Lebih baik diungkapkan dari pada tidak

Menangis adalah salah satu bentuk emosi yang anak tunjukkan saat tantrum. Dengan menangis, anak Anda akan melepaskan perasaan kesal, marah, atau frustasi. Setelah anak Anda menangis atau merengek, suasana hati mereka cenderung membaik.

2. Membantu anak Anda belajar

Anak yang tantrum sedang berjuang dan mengungkapkan rasa frustrasi mereka, hal ini akan membantu mereka untuk mengendalikan diri sehingga mereka bisa belajar sesuatu yang baru seperti belajar untuk bekerja sama, berkomunikasi, dan mengatasi emosi negatif.

Lama-lama, anak akan mengerti bahwa tantrum bukanlah cara yang tepat untuk menarik perhatian orangtua atau untuk memaksakan kehendaknya sendiri.

3. Mendekatkan anak dan orangtua

Ketika anak tantrum, biarkan mereka melewati gejolak perasaannya. Tantrum adalah bagian dari proses belajar anak untuk mempelajari kosakata seperti apa yang dapat membuat kebutuhannya terpenuhi dan mana yang tidak.

Saat anak tantrum, Anda perlu tetap tenang, jangan terlalu banyak bicara, dan tawarkan beberapa kata yang meyakinkan dan pelukan hangat. Dengan begitu, anak Anda akan belajar untuk menerima keputusan Anda dan merasa lebih dekat dengan Anda sesudahnya.

4. Anak belajar soal batasan perilakunya

Anak bisa saja menggunakan tantrum sebagai senjata untuk mendapatkan apa pun yang ia mau. Namun, dengan bersikap tegas meski anak tantrum, si kecil pun akan belajar bahwa memang ada batasan-batasan perilaku (atau permintaan) yang harus diikuti anak. Meskipun ia tantrum, kalau orangtua tegas menolak hal-hal yang sudah melewati batas, maka tetap tidak akan dituruti.

Kapan harus menghubungi dokter?

Tantrum merupakan perilaku yang umumnya berhenti sendiri seiring perkembangan anak. Akan tetapi, kalau anak Anda mengalami beberapa hal di bawah ini, Anda perlu segera berkonsultasi dengan dokter.

  • Anda sering merasa marah atau hilang kendali saat menghadapi anak yang sedang tantrum
  • Hubungan Anda dengan anak menjadi tidak harmonis atau renggang
  • Tantrum jadi lebih sering, intens, atau bertahan lebih lama
  • Anak Anda sering menyakiti dirinya sendiri atau orang lain
  • Anak Anda tampaknya sangat tidak menyenangkan, banyak menunutut, dan hampir tidak pernah bisa diajak bekerja sama

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca