Saat Bayi Prematur Jatuh Sakit, Apa yang Sebaiknya Ortu Lakukan?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 29/07/2018 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang
Artikel ini berisi:

Bayi prematur lebih rentan jatuh sakit karena secara fisik mereka belum siap untuk keluar dari rahim. Sistem kekebalan tubuh mereka belum terbentuk matang sehingga tidak cukup kuat untuk melawan infeksi. Lantas, apa yang harus orangtua lakukan ketika bayi prematur sakit?

Tips menghadapi dan merawat bayi prematur sakit

Bayi prematur yang sehat dan stabil memang sudah diizinkan pulang dari rumah sakit. Walaupun demikian, kuman penyakit bisa menyerang bayi kapan saja setelah berada di rumah. Saat bayi prematur sakit, orangtua pasti menjadi sangat khawatir dan cemas. Perlukah langsung ke dokter atau UGD rumah sakit saat bayi Anda jatuh sakit?

Sebelum panik dan terburu-buru, Anda harus lebih dulu bisa membedakan mana tanda-tanda sakit yang umum dan penyakit yang serius. Pada kebanyakan kasus, gejala sakit umum biasanya masih bisa ditangani sendiri di rumah. Ketika Anda tahu bayi Anda sudah sakit serius, barulah Anda memutuskan untuk pergi mencari bantuan medis.

Kenali dulu tanda-tanda penyakit yang umum

Tanda-tanda bayi prematur sakit mungkin sedikit sulit untuk dikenali. bayi baru lahir tidak bisa mengeluh kesakitan, dan hanya bisa menangis. Tangisan bayi pun sering kali disalahartikan sebagai tanda mengantuk atau kelaparan, padahal kondisi tubuhnya memang sedang tidak baik.

Selain lebih rewel, bayi yang sakit umumnya lebih sering mengantuk dan tidur lebih lama dari biasanya. Mereka juga sulit untuk bangun saat menyusui.

Anda juga bisa melihat apakah bayi Anda sakit atau masih baik-baik saja dari fesesnya. Bayi sehat yang diberi ASI eksklusif mengeluarkan feses berwarna kuning, sementara bayi susu formula mengeluarkan feses berwarna cokelat. Ketika bayi sakit, ia akan lebih sering BAB hingga 3-4 kali sehari.

Gejala sakit pada bayi juga dapat dilihat dari muntahnya. Gumoh setelah menyusu adalah hal yang wajar, tapi kalau muntahannya berwarna beda dari biasanya dan jadi jauh lebih sering bahkan jika tidak habis menyusu, ini tandanya bayi sedang sakit. Bila tidak segera diatasi, bayi yang sering BAB dan muntah-muntah berisiko mengalami dehidrasi.

gangguan pencernaan pada bayi

Waspadai gejala penyakit serius pada bayi

Jika bayi menunjukkan tanda-tanda berikut, segera pergi ke IGD rumah sakit terdekat untuk mendapatkan bantuan medis yang tepat bagi bayi Anda.

1. Kesulitan bernapas

Bayi prematur lebih rentan mengalami masalah pernapasan karena paru-parunya belum berkembang sempurna. Salah satu masalah pernapasan yang sering terjadi pada bayi prematur adalah displasia bronkopulmoner.

Namun  agar lebih yakin bayi Anda benar-benar sakit, perhatikan seperti apa pola pernapasan bayi biasanya.

Jika tiba-tiba bayi bernapas berat, hitungan napasnya lebih dari 60 kali napas per menit, dan berbunyi keras sampai Anda bisa melihat ruas-ruas tulang rusuknya, ini adalah alarm bagi Anda untuk segera mencari bantuan medis. Apalagi jika warna bibir bayi sampai membiru.

2. Demam tinggi

Dilansir dari Very Well Family, anak-anak memang langganan demam tapi apabila demam tinggi terjadi pada bayi berusia kurang dari 3 tahun apalagi ia lahir prematur, ini bisa jadi tanda penyakit serius.

Suhu tubuh ideal bayi adalah sekitar 36,6 hingga 37,5º celcius. Apabila demam bayi mencapai 38º Celcius atau lebih tinggi, ini adalah tanda infeksi dan perlu segera dibawa ke dokter bahkan jika ia tidak menunjukkan gejala atau tanda-tanda lainnya. Untuk kondisi ini, perawatan medis tidak boleh ditunda.

3. Tidak mau makan, tubuh kemerahan atau meradang

Ketika bayi yang tadinya sering menyusu jadi banyak menolak atau timbul peradangan di sekitar tali pusatnya, segera bawa bayi Anda ke dokter atau rumah sakit terdekat. Apalagi jika area tersebut sudah hangat, merah, dan membengkak.

Gejala-gejala bayi prematur sakit mungkin sering diabaikan oleh orang lain, namun sebagai orangtua Anda pasti lebih paham. Jika Anda tidak benar-benar yakin, jangan tunda untuk segera periksakan bayi ke dokter. Mendapatkan bantuan medis adalah langkah yang tepat agar kondisinya tidak bertambah parah.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

Yang juga perlu Anda baca

Encephalocele

Encephalocele atau ensefalokel adalah cacat lahir pada bayi. Cari tahu mengenai definisi, gejala, penyebab, dan pengobatannya di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Penyakit A-Z, Kesehatan A-Z 28/04/2020 . Waktu baca 8 menit

Bagaimana Selulitis Terjadi pada Anak dan Cara Mencegahnya?

Infeksi di kulit sering terjadi pada anak. Salah satunya adalah selulitis. Apa itu selulitis dan bagaimana mencegahnya terjadi pada anak?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kesehatan Anak, Parenting 18/04/2020 . Waktu baca 4 menit

3 Pertanda Ketika Sistem Imun Anak Menurun

Apabila anak mulai sering atau mudah jatuh sakit, berarti sesuatu terjadi pada sistem imunnya. Yuk, kenali apa saja tanda saat sistem imun anak menurun.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Kesehatan Anak, Parenting 16/04/2020 . Waktu baca 4 menit

Curiga Terjadi Gangguan Makan pada Anak? Lakukan 6 Langkah Ini

Bila terjadi perubahan drastis pada pola makan anak, patut dicurigai ada gangguan makan pada anak. Apa yang harus orangtua lakukan?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kesehatan Anak, Parenting 13/04/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Apa Akibatnya pada Janin Jika Ibu Merokok Saat Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020 . Waktu baca 8 menit
memilih hewan untuk anak

Tidak Perlu Bingung Pilih Hewan Peliharaan untuk Anak, Ini 5 Tips dan Manfaatnya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 10/05/2020 . Waktu baca 6 menit
Ibu memakaikan masker agar imunisasi saat pandemi corona aman

Aturan Pakai Masker Wajah untuk Anak dan Tips Membuat Mereka Terbiasa

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 08/05/2020 . Waktu baca 6 menit
tabel berat badan bayi prematur

Aturan Imunisasi untuk Bayi Prematur Ini Penting Diketahui

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 02/05/2020 . Waktu baca 8 menit