home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Ini Beberapa Komplikasi yang Mungkin Terjadi pada Bayi Prematur

Ini Beberapa Komplikasi yang Mungkin Terjadi pada Bayi Prematur

Pada umumnya, bayi yang lahir prematur memiliki beberapa masalah terkait kondisi fisiknya. Hal ini karena sebenarnya mereka belum 100% siap ketika keluar dari rahim. Akibatnya, beberapa organ tubuh bayi yang lahir prematur pun belum berfungsi dengan sempurna. Selain masalah pernapasan, ini beberapa komplikasi yang juga bisa terjadi pada bayi prematur yang perlu diketahui.

Komplikasi jangka pendek pada bayi prematur

Paru-paru merupakan organ tubuh yang terakhir berkembang saat bayi berada di dalam rahim. Biasanya, paru-paru bayi dianggap sempurna pada minggu ke-36, tetapi dalam kasus tertentu terdapat pengecualian.

Itu sebabnya, bayi yang lahir prematur biasanya memiliki paru-paru yang belum berkembang secara optimal, sehingga rentan terhadap berbagai komplikasi.

Jika bayi harus lahir lebih cepat daripada perkiraan, beberapa calon ibu biasanya memerlukan suntikan steroid agar paru-paru lebih cepat siap. Namun, tidak hanya organ paru-paru, komplikasi juga bisa terjadi pada area lainnya.

Berikut beberapa komplikasi jangka pendek yang biasanya muncul pada bayi prematur:

1. Bronchopulmonary dysplasia

Bronchopulmonary dysplasia (BPD) merupakan sebuah kondisi di mana bayi membutuhkan oksigen tambahan selama beberapa minggu.

Penyebab utama dari komplikasi pada bayi prematur ini belum diketahui dengan pasti. Namun, para peneliti menduga bahwa BPD berkembang akibat penggunaan ventilator.

Walaupun inkubator berfungsi untuk membantu kelangsungan hidup bayi Anda, ternyata ventilator yang terpasang juga berpotensi meningkatkan risiko peradangan yang mengarah pada BPD.

Di sisi lain, jika bayi prematur tidak didukung oleh ventilator, bayi akan mengalami kesulitan bernapas.

Oleh karena itu, para dokter biasanya menggunakan obat hirup atau diuretik pada usia tertentu agar bayi bisa terlepas dari ketergantungan oksigen tambahan dari ventilator.

2. Sindrom gangguan pernapasan

Sindrom gangguan pernapasan (respiratory distress syndrome) adalah salah satu penyebab utama kematian bayi prematur. Hal ini terjadi ketika paru-paru bayi yang belum sempurna tidak memiliki zat pelindung, yaitu surfaktan, yang cukup.

Surfaktan merupakan zat yang diproduksi di dalam paru dan bertugas untuk membantu menjaga paru bayi agar tetap berkembang. Jika surfaktan tidak cukup, bayi akan kesulitan untuk mengambil oksigen dan mengeluarkan karbondioksida.

Oleh karena itu, bayi prematur yang mengalami komplikasi pada paru-paru berupa sindrom gangguan pernapasan sering diberikan tabung oksigen dan pengganti surfaktan.

Sindrom gangguan pernapasan dapat menyebabkan akibat yang lebih parah dibandingkan BPD, seperti asma ketika dewasa hingga kematian. Akan tetapi, jika diobati dengan tepat, sindrom ini hanya terjadi beberapa minggu sampai bulan saja.

3. Apnea

Menurut sebuah jurnal dari American Academy of Pediatrics, hampir 100% bayi prematur yang lahir sebelum minggu ke-28 mengalami apnea.

Apnea, yang juga menjadi ciri-ciri bayi prematur ini merupakan gangguan pernapasan yang memberikan jeda saat bernapas selama 15 detik (henti napas).

Komplikasi atau gangguan paru-paru pada bayi prematur yang satu ini biasanya tidak terjadi segera setelah lahir. Kondisi ini biasanya terjadi 1-2 minggu setelah bayi prematur lahir, tetapi belum ada hal yang bisa memastikan itu.

Beberapa penyebab yang menimbulkan apnea pada bayi prematur, antara lain:

  • Bayi lupa bernapas karena sistem saraf mereka masih belum matang. Situasi ini disebut apnea pusat.
  • Bayi berusaha bernapas, tetapi saluran pernapasannya sulit dilalui, sehingga udara tidak masuk dan keluar dari paru-paru.

4. Interventricular Hemorrhage (IVH)

Menurut Lucille Packard Children’s Hospital, sebuah rumah sakit di Stanford University, komplikasi ini seringnya terjadi pada bayi prematur yang memiliki berat badan kurang dari 1,3-2,2 kg berat badan lahirnya.

Kondisi ini terjadi ketika pembuluh darah vena di otak bayi prematur pecah. Ini menimbulkan genangan darah di otak yang dapat merusak sel-sel saraf dan diikuti dengan gangguan pernapasan.

Dokter akan melakukan pemeriksaan ultrasound untuk membantu menentukan berapa banyak pendarahan yang ada di kepala bayi. Semakin tinggi nilainya, maka semakin besar kerusakan pada otak bayi.

Dikutip dari Mayo Clinic, semakin dini bayi yang lahir maka akan semakin besar komplikasi bayi prematur yang satu ini. Sebagian besar sembuh dengan sedikit dampak, namun sebagian lain juga dapat terjadi cedera otak permanen.

5. Masalah metabolisme

Komplikasi pada bayi prematur lainnya adalah mengalami kondisi kadar gula darah yang sangat rendah atau disebut hipoglikemia. Hal ini bisa terjadi karena bayi prematur biasanya memiliki simpanan glukosa lebih kecil daripada bayi cukup bulan.

Tidak hanya itu saja, bayi prematur juga lebih sulit mengubah glukosa aktif menjadi lebih bermanfaat untuk tubuh.

6. Masalah sistem pencernaan

Bayi prematur lebih cenderung mempunyai sistem pencernaan yang belum matang. Hal ini pula yang bisa mengakibatkan komplikasi seperti Necrotizing Enterocolitis (NEC).

Anda harus berhati-hati karena kondisi ini tergolong cukup serius, dimana sel yang melapisi dinding usus terluka dan terjadi ketika bayi mulai menyusu. Komplikasi ini risikonya lebih rendah apabila bayi prematur hanya mendapatkan asupan ASI.

7. Sakit kuning

Bayi prematur juga mingkin akan mengalami kondisi komplikasi sakit kuning ketika bilirubin menumpuk dalam darah. Akibatnya, kulit akan tampak kekuningan.

Sakit kuning dapat terjadi pada bayi dari ras atau warna kulit apa pun. Cara mengatasinya adalah dengan menempatkan bayi yang tidak dibalut pakaian di bawah sinar lampu khusus (matanya harus ditutupi agar terlindungi).

8. Sulit mengatur suhu tubuh

Salah satu ciri bayi prematur adalah tidak memiliki lemak tubuh yang normal sehingga tidak dapat menghasilkan panas. Jika suhu tubuh terlalu rendah maka bisa terjadi hipotermia yang nantinya menyebabkan masalah pernapasan.

Maka dari itu bayi prematur yang mengalami komplikasi ini pun diperlukan untuk berada di inkubator terlebih dahulu.

Komplikasi jangka panjang pada bayi prematur

Ada berbagai macam penyebab bayi yang lahir secara prematur. Jika bayi tidak mendapatkan kesempatan untuk berkembang sepenuhnya dalam rahim, kemungkinannya mereka bisa mengalami beberapa gangguan pada organ tubuhnya.

Maka dari itu, Anda juga perlu mengetahui bagaimana cara merawat bayi prematur yang tepat. Selain komplikasi jangka pendek, berikut komplikasi jangka panjang yang mungkin terjadi pada bayi prematur:

1. Periventricular leukomalacia (PVL)

Periventricular leukomalacia adalah komplikasi paling umum kedua yang melibatkan sistem saraf pada otak bayi prematur. PVL merupakan kondisi rusaknya saraf pada otak bayi yang berfungsi untuk mengatur pergerakan, bagian otak yang terlibat bernama substansi putih.

Masih belum diketahui penyebab PVL, tapi area substansi putih otak ini memang lebih rentan mengalami kerusakan. Bayi dengan kondisi ini akan meningkatkan risiko terjadinya serebral palsi dan gangguan perkembangan.

2. Cerebral palsy

Bayi prematur dan memiliki berat badan lahir rendah memiliki keterkaitan erat dengan cerebral palsy. Cerebral palsy adalah kondisi terjadinya cedera otak atau malformasi otak yang terjadi saat masa perkembangan otak sebelum, selama, atau setelah lahir.

Kondisi cedera atau malformasi otak itu bisa terjadi karena ada berbagai faktor saat pembentukan saraf otak yang terganggu. Akibat cerebral palsy pada bayi prematur membuat pergerakannya berbeda dari bayi lainnya.

Mulai dari bagaimana tubuh mengontrol pergerakan otot, koordinasi otot, kontraksi otot, keseimbangan tubuh, dan postur tubuhnya.

Dokter tidak mengetahui penyebab pasti komplikasi bayi prematur seperti cerebral palsy. Namun, semakin dini atau semakin prematur usia bayi lahir, maka semakin besar risikonya mengalami cerebral palsy.

3. Hidrosefalus

Hidrosefalus adalah kondisi di mana terjadinya akumulasi cairan dalam otak. Penumpukan cairan menimbulkan perbesaran bagian ventrikel otak, sehingga, tekanan jaringan otak pun ikut meningkat.

Kondisi inilah yang menyebabkan komplikasi sehingga bentuk kepala bayi prematur dengan hidrosefalus akan terlihat membesar.

Dilansir dalam laman Hydrocephalus Association, bayi yang lahir prematur memiliki risiko lebih besar mengalami hidrosefalus. Baik akibat komplikasi IVH lalu mengalami hidrosefalus, atau memang mengalami hidrosefalus langsung.

Belum diketahui penyebab pasti terjadinya hidrosefalus ini. Dokter akan mendiagnosa hidrosefalus dengan MRI, CT scan atau Cranial ultrasound.

Selanjutnya, perawatan hidrosefalus akan dilakukan dengan memasukan alat yang dapat membantu memindahkan cairan ekstra dari otak ke bagian lain dari tubuh.

4. Retinopati prematuritas (ROP)

Ini adalah kondisi mata di mana retina belum sepenuhnya berkembang. Kebanyakan kasus sembuh tanpa pengobatan, meskipun beberapa kasus serius memerlukan perawatan.

Termasuk operasi laser untuk kasus yang sangat parah. Bayi Anda mungkin akan diperiksa oleh dokter mata atau spesialis retina anak untuk didiagnosis serta mendapatkan perawatan apabila diperlukan.

5. Masalah pada gigi

Apabila bayi prematur Anda sering mengalami infeksi dan sakit, hal ini juga bisa menjadi penyebab masalah pada gigi nantinya. Misalnya, pertumbuhan gigi yang tertunda, adanya perubahan warna gigi, serta gigi yang tidak rata.

6. Sepsis

Kondisi ini perupakan komplikasi pada bayi prematur yang terjadi ketika bakteri memasuki aliran darah. Perlu diketahui pula apabila sepsis dapat menjadi penyebab terjadinya infeksi di paru-paru.

Selain itu, apabila semakin berkembang juga bisa menjadi penyebab terjadinya pneumonia pada anak hingga meningitis.

7. Masalah kesehatan kronis

Komplikasi lainnya yang bisa terjadi pada bayi prematur adalah masalah kesehatan yang kronis sehingga perlu untuk dirawat di rumah sakit. Misalnya, lebih mudah mengalami infeksi, asma akut, dan lain-lainnya.

Selain itu, bayi prematur juga mempunyai risiko yang lebih tinggi mengalami sindrom kematian mendadak.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Chronic Lung Disease in Premature Babies – Health Encyclopedia – University of Rochester Medical Center . (2020). Retrieved 26 May 2020, from https://www.urmc.rochester.edu/encyclopedia/content.aspx?contenttypeid=90&contentid=P02348

Preterm Birth and The Lugs. (2020). Retrieved 26 May 2020, from https://www.europeanlung.org/assets/files/en/publications/preterm-en.pdf

Premature Birth Complications: Risks of Complications. (2012). Retrieved 26 May 2020, from https://americanpregnancy.org/labor-and-birth/premature-birth-complications/

Premature birth – Symptoms and causes. (2020). Retrieved 26 May 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/premature-birth/symptoms-causes/syc-20376730

Causes of Cerebral Palsy. (2020). Retrieved 26 May 2020, from https://www.cerebralpalsy.org/about-cerebral-palsy/cause

Research UPDATE: Preventing Hydrocephalus in Premature Infants | Hydrocephalus Association. (2020). Retrieved 26 May 2020, from https://www.hydroassoc.org/research-update-preventing-hydrocephalus-in-premature-infants/

Caring for Your Baby and Young Child, 6th Ed: Birth to Age 5. (2014). American Academy Of Pediatrics. Retrieved from https://ebooks.aappublications.org/content/caring-for-your-baby-and-young-child-6th-ed

staff, f. (2016). Caring for Your Premature Baby – familydoctor.org. Retrieved 26 May 2020, from https://familydoctor.org/caring-for-your-premature-baby/

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Atifa Adlina Diperbarui 10/11/2020
Ditinjau secara medis oleh dr Damar Upahita
x