Ingin berbagi cerita soal anak? Ikut komunitas Parenting sekarang!

home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Retinopati Prematuritas, Gangguan Mata Bayi yang Berisiko Membutakan

Retinopati Prematuritas, Gangguan Mata Bayi yang Berisiko Membutakan

Saat bayi lahir prematur, ia berisiko mengalami retinopati prematuritas (retinopathy of prematurity). Dalam kasus ROP ringan, mata bayi bisa sembuh dan tidak membuat kerusakan. Namun, pada kondisi yang parah, bayi bisa sampai mengalami kebutaan. Berikut penjelasan seputar ROP pada bayi prematur.

Apa itu retinopati prematuritas?

kepala bayi lonjong saat lahir

Mengutip dari Mayo Clinic, Retinopathy of Prematurity (ROP) atau retinopati prematuritas adalah gangguan mata yang berpotensi membutakan.

Pada kondisi ROP ini, pembuluh darah membengkak dan tumbuh terlalu banyak pada lapisan saraf peka cahaya di retina bagian belakang mata.

Saat kondisinya sudah lebih parah, pembuluh darah retina yang tidak normal ini meluas dan mengisi bagian tengah mata.

Perdarahan dari pembuluh darah ini bisa melukai retina dan menekan bagian belakang mata.

Selanjutnya, perdarahan bisa menyebabkan lepasnya sebagian retina atau seluruhnya sehingga berpotensi kebutaan.

Kondisi sering terjadi pada bayi prematur dengan berat kurang dari 1250 gram dan lahir sebelum minggu ke-31 kehamilan.

Padahal, bayi masuk kategori cukup bulan saat ia lahir di usia 38-42 minggu. Semakin kecil bayi ketika lahir, semakin besar kemungkinannya untuk terkena ROP.

Gangguan ini biasanya mengenai kedua mata dan menjadi salah satu penyebab paling umum dari kehilangan penglihatan pada usia dini.

Selain itu, retinopati prematuritas dapat menyebabkan gangguan penglihatan seumur hidup dan kebutaan. ROP pada bayi prematur pertama kali terdiagnosis pada tahun 1942.

Seberapa parah ROP pada bayi prematur?

Saat ini, lewat kemajuan dalam perawatan bayi prematur, si kecil yang lahir lebih cepat bisa bertahan dan selamat.

Para bayi prematur memiliki risiko yang jauh lebih tinggi untuk terkena ROP, tetapi tidak semua pasti terkena ROP.

Mengutip dari National Eye Institute, ada sekitar 3,9 juta bayi yang lahir di Amerika setiap tahunnya.

Sekitar 28 ribu bayi memiliki berat kurang dari 1247 gram dan 14-16 ribu dari bayi ini terkena ROP dalam tingkat tertentu.

Penyakit ini dapat membaik dan tidak meninggalkan kerusakan permanen dalam kasus ROP ringan.

Sekitar 90 persen dari semua bayi dengan ROP berada dalam kategori ringan dan tidak membutuhkan pengobatan.

Namun, para bayi dengan penyakit yang lebih parah dapat terkena gangguan penglihatan atau bahkan kebutaan.

Sekitar 1.100-1.500 bayi di dunia setiap tahunnya terkena ROP yang cukup parah sehingga membutuhkan pengobatan medis.

Tanda dan gejala retinopati prematuritas

bayi prematur

Pada dasarnya, gejala ROP pada bayi prematur terbagi menjadi lima tahapan, berikut penjelasannya.

  • Stadium I: pertumbuhan pembuluh darah agak abnormal, bisa sembuh dengan sendirinya.
  • Stadium II: pertumbuhan pembuluh darah cukup abnormal, masih bisa sembuh sendiri.
  • Stadium III: pertumbuhan pembuluh darah sangat abnormal ke arah pusat mata.
  • Stadium IV: retina terlepas sebagian, pembuluh darah abnormal menarik retina jauh dari dinding mata.
  • Stadium V: retina benar-benar terlepas.

Sebagian besar bayi dengan retinopati prematuritas berada di stadium I dan II. Namun, pada kasus yang jarang, ROP bisa memburuk sampai ke stadium V.

Bayi dengan ROP bisa memiliki gejala yang parah meliputi:

Diagnosis dan pengobatan dini dapat mencegah memburuknya retinopati prematuritas dan mencegah keadaan darurat medis lainnya.

Jika bayi mengalami salah satu tanda atau gejala, segera konsultasikan ke dokter.

Penyebab retinopati prematuritas

Mengutip dari Kids Health, saat usia kehamilan 16 minggu, pembuluh darah tumbuh dari pusat retina bayi yang sedang berkembang.

Selanjutnya, pembuluh darah bercabang ke luar dan mencapai tepi retina saat bayi cukup bulan saat usia 34 minggu (hamil8 bulan).

Pada bayi yang lahir lebih awal, kurang dari 31 minggu, pertumbuhan pembuluh darah retina normal bisa terganggu.

Kemudian berkembang pembuluh darah abnormal, inilah yang menyebabkan kebocoran dan perdarahan mata.

ROP tidak memiliki tanda atau gejala saat bayi baru lahir. Satu-satunya cara untuk mendeteksi retinopati prematuritas adalah dengan melakukan pemeriksaan mata oleh dokter spesialis.

Faktor yang meningkatkan risiko bayi mengalami retinopati prematuritas

cara mencegah bayi lahir prematur

Ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko ROP pada bayi prematur, selain berat badan si kecil, yaitu:

  • anemia,
  • transfusi darah,
  • gangguan pernapasan,
  • kesulitan bernapas, dan
  • kesehatan bayi secara keseluruhan.

Epidemi ROP terjadi pada tahun 1940-an dan awal 1950-an.

Pada saat itu, rumah sakit mulai menggunakan banyak oksigen dalam inkubator untuk menyelamatkan nyawa.

Selama waktu tersebut, ROP adalah penyebab utama kebutaan pada anak-anak Amerika Serikat.

Pada tahun 1954, para ilmuwan menentukan bahwa tingginya kadar oksigen yang dokter berikan pada bayi prematur adalah faktor yang meningkatkan risiko ROP.

Pengurangan kadar oksigen yang bayi prematur terima, mengurangi kejadian retinopati prematuritas.

Dengan teknis dan metode yang lebih baru untuk memonitor kadar oksigen bayi, penggunaan oksigen sebagai faktor risiko ROP sudah mulai berkurang.

Cara mendiagnosis retinopati prematuritas

Dokter mata akan melakukan skrining dan mendiagnosis ROP pada bayi prematur. Akan tetapi, sebelum itu, kondisi bayi prematur yang masuk dalam protokol skrining yaitu:

Bayi dengan dua penilaian tersebut mendapatkan pemeriksaan rutin untuk ROP.

Dokter mata akan menggunakan tetes mata untuk melebarkan pupil, yang membuatnya dapat melihat bagian dalam mata dengan lebih jelas.

Dokter akan menilai kondisi bayi dan memeriksa lebih lanjut setiap satu hingga dua minggu. Hal ini tergantung pada jumlah perkembangan pembuluh darah abnormal.

Faktor ini termasuk tingkat keparahan dan lokasi ROP pada mata, dan tingkat kemajuan pembentukan pembuluh darah (vaskularisasi).

Dalam sebagian besar kasus, ketika pembuluh darah berkembang, ROP akan sembuh secara spontan dengan dampak minimal pada penglihatan.

Pengobatan retinopati prematuritas

pengobatan retinopati prematuritas

Ada pengobatan ROP pada bayi prematur yang sangat sering dokter lakukan, tergantung pada kondisi mata bayi. Berikut penjelasannya.

1. Operasi laser

Tindakan yang satu ini sangat umum untuk mengobati retinopati prematuritas. Nantinya, sinar laser kecil akan menyorot retina perifer dan berlangsung 30-45 menit setiap mata.

Terapi laser ini bekerja dengan cara “membakar” pinggiran retina yang tidak memiliki pembuluh darah normal.

Prosedur ini bisa menyelamatkan penglihatan bagian depan mata, tetapi mengorbankan penglihatan samping (perifer).

Terapi laser memerlukan anestesi umum yang mungkin berisiko untuk bayi prematur.

2. Krioterapi

Krioterapi menggunakan alat untuk membekukan bagian mata yang melampaui tepi retina.

Prosedur yang satu ini jarang dokter gunakan karena biasanya hasil terapi laser sudah cukup baik.

Seperti terapi laser, perawatan ini berisiko merusak penglihatan tepi dan harus melalui prosedur anestesi atau pembiusan.

Dokter hanya melakukan pengobatan laser pada bayi dengan ROP tingkat lanjut, terutama stadium III.

3. Injeksi ke mata

Pengobatan retinopati prematuritas berikutnya adalah penyuntikan obat ke area mata. Prosedur ini bisa menjadi alternatif atau juga bersamaan dengan operasi laser.

Langkah ini termasuk lebih baru daripada laser dan memungkinkan pembuluh darah tumbuh normal.

4. Scleral buckling

Prosedur yang satu ini biasanya dokter pilih untuk bayi yang mengalami ROP stadium IV dan V.

Scleral buckling adalah prosedur penempatan karet silikon pada sekitar mata dan mengencangkannya.

Ini mencegah gel vitreous menarik pada jaringan parut dan membuat retina dapat meratakan diri kembali pada dinding mata.

Bayi yang pernah memiliki scleral buckling harus menjalani pengangkatan karet beberapa bulan atau tahun berikutnya karena mata terus tumbuh.

Sebab jika tidak, bayi yang pernah menjalani scleral buckling berisiko mengalami rabun jauh.

5. Vitrektomi

Vitrektomi melibatkan pengangkatan vitreous dan menggantinya dengan larutan garam.

Setelah mengangkat vitreous, dokter akan mengelupaskan atau memotong jaringan parut pada retina sehingga retina dapat rileks dan terbaring kembali pada dinding mata.

Dokter hanya menyarankan vitrektomi pada ROP stadium V.

Langkah terbaik untuk mencegah ROP adalah dengan menghindari kelahiran prematur.

Perawatan prenatal dan konseling dapat membantu mencegah kelahiran prematur.

Selain itu, konsultasi rutin juga bisa memberi gambaran pada ibu mengenai faktor-faktor yang memengaruhi kesehatan bayinya dalam kandungan.

Pemeriksaan mata secara teratur harus ibu konsultasikan dengan dokter, terlepas dari tahapan ROP yang dialami.

Jika ibu memiliki pertanyaan, konsultasikan pada dokter untuk mendapatkan penanganan sesuai dengan kondisi si kecil.

Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

What is ROP and how is it treated?. (2021). Retrieved 17 September 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/premature-birth/expert-answers/rop-treatment/faq-20058185

Retinopathy of Prematurity | National Eye Institute. (2021). Retrieved 17 September 2021, from https://www.nei.nih.gov/learn-about-eye-health/eye-conditions-and-diseases/retinopathy-prematurity#:~:text=Retinopathy%20of%20prematurity%20(ROP)%20is,of%2038%E2%80%9342%20weeks).

Retinopathy of Prematurity – American Association for Pediatric Ophthalmology and Strabismus . (2021). Retrieved 17 September 2021, from https://aapos.org/glossary/retinopathy-of-prematurity

Retinopathy of Prematurity (for Parents) – Nemours Kidshealth. (2021). Retrieved 17 September 2021, from https://kidshealth.org/en/parents/rop.html

Chiang, M., Quinn, G., Fielder, A., Ostmo, S., Paul Chan, R., & Berrocal, A. et al. (2021). International Classification of Retinopathy of Prematurity, Third Edition. Ophthalmology. doi: 10.1016/j.ophtha.2021.05.031

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Riska Herliafifah Diperbarui 2 minggu lalu
Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto