4 Dampak Negatif Jika Ortu Sering Memukul Pantat Anak

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 1 Mei 2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Mendidik anak memang membutuhkan kesabaran, terutama saat ia berbuat nakal. Tidak jarang orangtua mendisiplinkan anak dengan hukuman fisik, seperti memukul pantat anak. Namun, apakah ini hal yang wajar? Apa dampaknya jika orangtua sering memukul bokong anak?

Bolehkah memukul pantat anak?

Hukuman fisik sepertinya sudah turun-temurun dipraktikkan oleh banyak orangtua untuk mendisiplinkan anak.

Mulai dari menjewer telinga hingga memukul bokong anak. Lauren M. O’Donnell, PsyD, seorang psikolog anak di Kids Health menuturkan pendapatnya mengenai hal ini.

Menurutnya, mendisiplinkan anak dengan memukul bokong anak bukanlah tindakan yang efektif. Studi yang dilakukan oleh American Academy of Pediatric (APA) pun menunjukkan hal yang sama.

Alih-alih membuat anak merasa jera dengan kenakalannya, memberi hukuman fisik, seperti pukulan, malah akan berdampak negatif pada kehidupan anak.

Tidak hanya kesehatan fisik, tapi juga kondisi kejiwaan anak ketika ia bertambah dewasa.

Bukan hanya itu, semakin sering orangtua melakukan pemukulan, tingkat hukuman akan semakin bertambah parah. Akibatnya, tindakan ini bisa berujung pada kasus kekerasan pada anak.

Dampak negatif jika ortu suka memukul pantat anak

ciri-ciri anak manja

Sebagian besar orangtua mungkin setuju bahwa memberi pukulan bukanlah tindakan yang tepat untuk mendisiplinkan anak.

Namun, ada pula yang masih menerapkan cara ini dengan harapan anak menjadi lebih baik.

Padahal, memukul pantat anak bukanlah tindakan yang efektif untuk mendisiplinkan anak ketika berbuat salah. Pasalnya, ada banyak dampak negatif yang mungkin terjadi pada anak jika ia sering dipukul bokongnya, seperti:

1. Mengajarkan anak untuk berperilaku demikian

Ingat pepatah, “Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya”? Ya, pepatah ini bisa menggambarkan bagaimana efek pengasuhan orangtua akan berdampak pada kehidupan anak kelak.

Bila orangtua sering memberi hukuman fisik, seperti menampar atau memukul anak, kelak sang anak juga akan berlaku demikian di masa depan.

2. Anak menjadi lebih agresif

Anak-anak yang sering mendapatkan hukuman dengan dipukul pantatnya, cenderung mengembangkan sikap yang agresif.

Misalnya, ketika merasa marah, sedih, merasa kesal, dan tidak puas, ia bisa saja memukul teman atau orang lain yang berada di sekitarnya untuk melampiaskan emosinya.

Selain menjadi lebih agresif, anak-anak yang dibesarkan dengan penerapan hukuman fisik lebih rentan mengalami masalah kejiwaan di kemudian hari.

3. Mengecilkan hati dan pikiran anak

Memukul pantat anak disertai ucapan kasar yang penuh amarah, tidak hanya membuat anak menjadi sedih. Apalagi jika tindakan ini dilakukan di depan teman atau orang lain.

Anak akan merasa kecil, minder, takut untuk berbuat sesuatu, dan kesulitan untuk bersosialisasi dengan orang lain kelak.

Tindakan ini juga bisa membentuk persepsi bahwa orangtua adalah sesuatu yang perlu ditakuti, bukan dihormati. Anda tentu tidak ingin, si kecil menganggap Anda demikian, bukan?

4. Memperburuk hubungan Anda dengan anak

Selain membuat anak kecil hati, tindakan memukul bokong anak juga bisa membuat anak semakin membangkang. Anak yang merasa kesakitan ketika dipukul tentu tidak akan menerima diperlakukan demikian.

Akibatnya, sang anak bisa jadi berusaha melawan dengan tindakan atau ucapannya.

Bukannya menjadi solusi, memukul bokong anak bisa memperkeruh suasana. Jika terus dilakukan, hubungan yang terjalin antara anak dengan Anda tentu tidak akan berjalan dengan baik.

Dibanding memukul pantat anak, mungkin hal ini lebih baik

anak menggigit

Memukul bokong anak bukanlah satu-satunya cara untuk mendisiplinkannya. Anda bisa menerapkan cara lainnya, seperti metode time outMetode ini akan membantu menenangkan emosi Anda yang tengah marah dan memberikan waktu bagi anak untuk menyadari serta menyesali kesalahannya.

Caranya, mintalah anak untuk masuk ke kamar dan merenungi kesalahannya. Ambil mainan ataupun gadget yang mungkin bisa ia mainkan di dalam kamar.

Biarkan keadaan itu selama kurang dari satu jam. Setelahnya, Anda bisa minta anak untuk mengakui kesalahan, meminta maaf, dan berjanji untuk tidak mengulangi kesalahannya lagi.

Bisa juga dengan memberikan hukuman lain yang lebih bermanfaat. Contohnya, jika anak mencoret dinding dan mengotori kamarnya, Anda bisa menghukum untuk membersihkan kamarnya  sendiri.

Dengan begitu, anak akan belajar untuk mempertanggungjawabkan kesalahannya dan tidak akan mengulanginya lagi.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

7 Cara Mendidik Anak Balita Agar Disiplin dan Patuh Sejak Kecil

Mendidik anak balita agar tumbuh disiplin dan tanggung jawab memang susah-susah gampang. Ikuti tips cara mendisiplinkan anak tanpa kekerasan disini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Parenting, Tips Parenting 24 Maret 2018 . Waktu baca 8 menit

5 Teknik Mengendalikan Emosi Saat Mendisiplinkan Anak

Susah menahan emosi pada anak? Anda suka berteriak atau membentak ketika si kecil tidak menurut? Tenang, Anda bisa coba dulu tips-tips berikut ini.

Ditulis oleh: Novita Joseph
Parenting, Tips Parenting 2 Februari 2018 . Waktu baca 4 menit

Panduan Menghukum Anak yang Benar Sesuai Usia

Memukul atau melakukan kekerasan fisik bukanlah cara yang tepat untuk menghukum anak. Jadi, apa hukuman yang tepat untuk mendisiplinkan anak?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Parenting, Tips Parenting 22 April 2017 . Waktu baca 4 menit

Dampak Negatif yang Terjadi Jika Orangtua Suka Memukul Anak

Anda mungkin merasa bisa membuat anak lebih disiplin dengan cara memukul. Padahal, yang Anda lakukan malah merusak perkembangan kognitif dan emosionalnya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Parenting, Tips Parenting 1 September 2016 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mengurung anak saat berbuat kesalahan

Benarkah Langkah Orangtua Memberi Hukuman Mengurung Anak?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 3 April 2020 . Waktu baca 3 menit
mendisiplinkan anak dengan cara menampar

Bolehkah Menampar Anak untuk Mendisiplinkannya? Ini Kata Para Ahli

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 15 April 2019 . Waktu baca 4 menit
membandingkan anak dengan anak lain

Dampaknya Pada Anak Jika Anda Sering Banding-bandingkan Dengan Anak Lain

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 10 Desember 2018 . Waktu baca 4 menit
mendisiplinkan anak

Tak Perlu Ngoceh Panjang, Disiplinkan Si Kecil Dengan Metode Time Out

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 24 Oktober 2018 . Waktu baca 4 menit