home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Bukan Dimarahi, Ini 5 Cara Agar Anak Mau Mendengarkan Orangtua

Bukan Dimarahi, Ini 5 Cara Agar Anak Mau Mendengarkan Orangtua

Setiap orangtua pada dasarnya memiliki cara mendidik anak versinya masing-masing. Tentu hal ini didasari oleh berbagai pertimbangan. Namun, setiap orang tua tentu berharap anak mau mendengarkan setiap nasihat dan kata-kata orangtuanya. Kemampuan mendengarkan dan menghargai orang lain itu perlu dilatih sejak dini, lho. Tak mungkin muncul begitu saja dalam diri anak. Ya, Anda tidak bisa menuntut si kecil untuk mendengarkan orangtuanya bila Anda sendiri tidak pernah membimbingnya dengan tepat.

Cara mendidik yang tepat agar anak mau mendengarkan orangtua

1. Jangan membentak-bentak

Menurut Mary Rourke, Ph.D. dari Widener University’s Institute for Graduate Clinical Psychology dalam Parents, anak usia 7-8 tahun mulai menyadari bahwa mereka punya kendali atas diri mereka sendiri, termasuk memilih untuk mendengarkan atau tidak. Anak dalam rentang usia tersebut juga lebih tertarik pada dunia di luar rumah dan keluarga, misalnya di sekolah atau di lingkungan mainnya. Maka, mereka cenderung menikmati dunia barunya dan tak menghiraukan perkataan orangtua.

Jika Anda mengalami hal ini, jangan berteriak atau membentak saat memberi perintah pada anak. Luangkan waktu sejenak dan ajak anak duduk santai bersama sambil menikmati camilan kesukannya. Setelah membangun suasana yang hangat, beri tahu si kecil bahwa ketika orangtua berbicara padanya, ia perlu mendengarkan dengan baik.

Beri contoh yang nyata soal kejadian di mana anak tidak mendengarkan omongan Anda. Tanpa menyalahkan si kecil, coba gambarkan bagaimana perasaan Anda saat anak enggan menuruti perkataan orangtua dan beri tahu juga betapa bahagianya ketika anak dengan mudah mendengarkan Anda.

2. Dengarkan keinginan anak

Menurut dr. Gail Saltz, seorang psikoanalis, cara paling penting untuk berbicara sehingga anak Anda bersedia menuruti adalah dengan mendengarkan apa keinginannya. Pasalnya, saat anak merasa orangtua mendengarkan dirinya, maka mereka akan merasa lebih dihargai dan lebih dipercaya sehingga menjadi lebih tertarik pada apa yang Anda katakan.

Hal ini diperkuat dengan pernyataan dari Mark Kopta, Ph.D., profesor psikologi di University of Evansville, menurutnya perkataan orangtua akan lebih mudah didengarkan oleh anak ketika orangtua mendengarkan apa yang ada di pikiran anak. Mudahnya, saat Anda dihadapkan dengan masalah yang melibatkan anak Anda, cobalah dengarkan apa yang menjadi penyebab mereka melakukan hal itu.

Kemudian tempatkan diri Anda di posisi mereka dan bagaimana perasaannya. Terakhir, kembalikan ke permasalahan semula maka Anda akan mengetahui alasan anak enggan menuruti perintah orangtua.

3. Berikan instruksi yang tegas, tapi tetap hangat

Cara mendidik anak lainnya yang tak kalah penting agar mau menuruti perkataan orangtua yakni dengan memberikan instruksi yang tegas padanya, namun tetap hangat. Hindari nada suara tinggi seperti berteriak-teriak sehingga anak lebih nyaman untuk menaati arahan dan bimbingan Anda.

4. Cari tahu kenapa anak tidak mau mendengarkan

Langkah lain yang bisa Anda lakukan adalah dengan mencari tahu apa penyebab anak bersikap demikian. Misalnya, anak-anak usia sekolah cenderung menghabiskan sebagian besar waktunya di sekolah dengan menaati berbagai instruksi.

Nah, karena itulah anak akan merasa rumah seharusnya menjadi tempat ia bisa bebas tanpa terikat oleh berbagai macam peraturan. Akhirnya ia cenderung tak mengacuhkan perkataan Anda.

Tanyakan pada anak baik-baik, apa yang membuatnya malas mendengarkan. Jangan lupa diskusikan dengan anak, seperti apa cara berkomunikasi yang dia inginkan agar anak mau mendengarkan.

5. Berikan anak waktu untuk berubah

Mempertimbangkan berbagai cara mendidik anak sesuai dengan wataknya memang tidak mudah. Untuk itu, sebaiknya jangan terlalu berharap segera memperoleh hasil yang instan. Pasalnya, membangun proses komunikasi yang baik merupakan suatu proses yang membutuhkan waktu tidak sebentar.

Daripada Anda mengharapkan anak langsung mau mendengarkan Anda dengan penuh perhatian, sebaiknya amati perkembangan perubahan sikapnya saat menerima perkataan Anda. Bila anak memang menunjukkan perubahan, pujilah perubahan tersebut.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Can You Hear Me Now? 5 Ways to Get Your Child to Listen. https://www.parents.com/kids/discipline/strategies/can-you-hear-me-now-5-ways-to-get-your-child-to-listen/ Diakses pada 2 April 2018.

Why Your Child Is Not Listening to You. https://www.verywellfamily.com/why-your-child-is-not-listening-to-you-620116 Diakses pada 2 April 2018.

Listening to Your Kids. https://www.webmd.com/parenting/features/listening-to-your-kids#1 Diakses pada 2 April 2018.

How to Get Your Child to Listen to You The First Time. https://www.huffingtonpost.com/kelly-pietrangeli/how-to-get-your-child-to-listen-to-you-the-first-time_b_6572268.html Diakses pada 2 April 2018.

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri
Tanggal diperbarui 30/05/2020
x