home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Si Kecil Sering Memukul Dirinya Sendiri? Tenangkan Dengan 4 Langkah Ini

Si Kecil Sering Memukul Dirinya Sendiri? Tenangkan Dengan 4 Langkah Ini

Kepolosan anak-anak pasti membuat Anda gemas. Namun, saat ia mulai merengek dan menangis, Anda pasti gerah melihatnya. Apalagi jika anak suka memukul orang lain bahkan dirinya sendirinya ketika ia kesal. Hal ini pasti membuat Anda khawatir. Apakah normal jika anak melakukan tindakan ini? Apa yang harus dilakukan orangtua untuk menenangkan anak? Cari tahu jawabannya lebih jelas pada ulasan berikut.

Normalkah jika anak suka memukul dirinya sendiri?

Hampir sebagian besar anak yang sedang tantrum akan memukul, menggigit, dan membenturkan kepalanya pada sesuatu.

Saat Anda pertama kali mendapati si kecil melakukan hal ini, Anda pasti sangat kaget. Sebenarnya tindakan ini umum dilakukan anak-anak.

Ketika anak sudah mulai tumbuh, ia akan menjelajahi lingkungan dan tahu apa yang dibutuhkan atau diinginkan.

Namun, anak belum mampu menyampaikan hal ini. Mungkin ia hanya bisa menunjukkannya dengan gerak tubuh atau juga memberi tahu dengan kata-kata yang tidak jelas.

Ketidakmampuan tersebut membuat anak stres dan frustrasi. Akibatnya, si kecil akan memukul dirinya sendiri sebagai cara untuk mengungkapkan rasa kesal.

Selain itu, anak suka memukuli dirinya sendiri juga bisa terjadi saat ia merasa sakit dan tidak nyaman. Misalnya, saat si kecil terkena infeksi telinga tengah.

Telinganya yang sakit dan gatal akan membuatnya menyentuh atau memukul telinganya.

Yang perlu Anda perhatikan adalah seberapa sering anak melakukan hal ini. Jika perilaku ini sangat sering muncul tanpa penyebab yang jelas, kemungkinan besar anak memiliki gejala sindrom spektrum autisme.

Anak dengan kondisi ini biasanya menunjukkan gejala seperti memukul dagu, menggigit tangan, menempelkan wajah dengan lutut, memukul kepala, atau membenturkan kepalanya.

Namun, setiap anak itu berbeda. Masih ada banyak sebab lain yang membuat anak suka memukul atau menyakiti diri sendiri. Bila Anda khawatir, konsultasikan dengan dokter atau psikolog anak.

Bagaimana cara menghadapinya?

anak tantrum manfaat

Meski umum terjadi pada anak-anak, bukan berarti Anda membiarkan hal ini begitu saja.

Saat sudah cukup besar dan mampu berkomunikasi dengan baik, anak akan meninggalkan kebiasaan ini karena ia mengerti bahwa tindakan ini dapat mencelakai dirinya.

Beberapa langkah untuk menghentikan kebiasaan anak suka memukul dirinya sendiri, antara lain:

1. Ketahui pemicunya

Jika Anda sering mendapati anak sering melakukan hal ini, Anda patut curiga beberapa hal yang memicunya. Anak bisa saja mulai tantrum saat ia lapar, mengantuk, merasa sakit, kelelahan, atau saat Anda tidak menghiraukan dirinya.

2. Hentikan gerakan tangannya yang mulai memukul

Saat ia mulai memukul tangannnya, Anda harus cepat tanggap untuk menahan gerakan itu. Dekati anak dan fokuskan perhatian Anda padanya saat berniat untuk menghentikan gerakan tersebut.

3. Tenangkan anak dengan ucapan dan pelukan

Saat anak kesal atau merasa kesakitan, memberikan si kecil perhatian adalah kunci untuk menenangkan dirinya.

Selain berada di dekatnya, Anda perlu memberikan kata-kata yang membuat dirinya tenang dan merasa aman. Tepukan di puncak kepala, pundak, atau bahkan pelukan mungkin diperlukan.

4. Tanyakan apa yang si kecil inginkan atau rasakan

Setelah membuatnya tenang, langkah selanjutnya adalah memastikan apa yang membuatnya memukul dirinya sendiri.

Memang sulit untuk memahami apa yang diinginkan oleh anak, apalagi jika ia belum bisa berkomunikasi dengan lancar.

Anda perlu mengamati dengan baik gerakan tubuh, mulut, atau mendengarkan kembali suara si kecil dan menerka ucapannya dengan kata-kata lain yang serupa atau hampir mendekati.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Why Does My Toddler Hit Himself? https://www.verywellfamily.com/why-does-my-toddler-hit-himself-4159820. Accessed on November 6, 2018.

Is self-harm a normal toddler trait? https://www.parents.com/advice/toddlers-preschoolers/toddler-health/is-self-harm-a-normal-toddler-trait/. Accessed on November 6, 2018.

Toddler Tantrums. https://www.parenting.com/article/ask-dr-sears-toddler-tantrums. Accessed on November 6, 2018.

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Aprinda Puji
Tanggal diperbarui 4 hari lalu
x