home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Anak Memukul Orangtua, Ini yang Harus Dilakukan

Anak Memukul Orangtua, Ini yang Harus Dilakukan

Kekerasan di dalam keluarga terkadang tidak hanya dilakukan oleh orangtua ke anak. Hal sebaliknya juga bisa terjadi. Fenomena yang sering ditemui ini hadir dalam berbagai bentuk, seperti anak yang memukul orangtua mereka atau melakukan kekerasan emosional secara verbal.

Mengapa anak melakukan kekerasan kepada orangtua?

depresi pada remaja

Menurut sebuah penelitian pada tahun 2016 tentang kekerasan yang dilakukan anak kepada orangtuanya sendiri, hal ini berkaitan dengan riwayat kekerasan di dalam keluarganya.

Penelitian tersebut dilakukan dengan melibatkan 90 remaja. Sebanyak 60 di antaranya pernah masuk penjara karena terlibat kasus kekerasan.

Di dalam kelompok tahanan tersebut, terdapat 30 peserta yang dilaporkan melakukan kekerasan kepada orangtua mereka, baik itu memukul maupun emosional. Sementara itu, 30 remaja lainnya merupakan tahanan karena mencuri, vandalisme, dan hal-hal yang tidak terkait dengan kekerasan kepada orangtua.

Penelitian tersebut juga menyebutkan bahwa kelompok anak yang melakukan kekerasan pada orangtua pernah memiliki riwayat kekerasan di dalam keluarganya dan lebih sering diasingkan secara sosial.

Dengan begitu, dapat disimpulkan bahwa salah satu penyebab anak memukul dan melakukan kekerasan kepada orangtuanya karena mereka juga mengalaminya di lingkungan keluarga. Orangtua yang melakukan kekerasan kepada anaknya sendiri, pada akhirnya bisa menjadi bumerang yang berbalik menyerang mereka.

Cara mengatasi masalah kekerasan anak terhadap orangtua

Anda tentu tak ingin anak Anda melakukan kekerasan, seperti memukul, pada siapa pun, terlebih kepada Anda sebagai orangtua. Itu sebabnya, cara mendidik Anda juga berperan penting dalam membentuk karakter mereka.

Cobalah bersikap tegas kepada anak. Namun, ketegasan tidak perlu disertai dengan kekerasan jika Anda tidak ingin anak meniru dan melakukannya kepada Anda.

1. Menetapkan batasan dengan tegas

menghindari pergaulan bebas remaja

Agar anak Anda tidak bablas memukul atau melakukan kekerasan lain pada orangtua, Anda harus bersikap tegas. Tetapkanlah beberapa aturan dan batasan antara Anda sebagai orangtua dan anak Anda.

Setelah beberapa aturan dan batasan telah Anda tetapkan, usahakan untuk tidak goyah dan teguh tidak ada negosiasi. Jika Anda menyerah, anak akan menggunakan cara yang sama agar keinginan mereka tercapai.

2. Kekerasan dan pelecehan tidak dapat diterima

gangguan bipolar pada remaja

Jika anak sudah pernah melakukan kekerasan seperti memukul atau berbicara kasar kepada Anda, tegaskan berkali-kali bahwa perlakuannya tidak dapat ditoleransi.

Ingatkan apa kerugiannya jika sang anak terus melakukan hal itu, seperti dampaknya dalam kehidupan bersosialisai. Ingatkan pula bahwa rasa saling menghormati antara orangtua dan anak adalah hal yang penting.

3. Jangan membalas perlakuan anak

Ketika anak melakukan kekerasa secara verbal ataupun memukul terhadap Anda sebagai orangtua, mungkin Anda akan terbawa emosi dan ingin membalasnya. Namun, jangan lakukan hal ini.

Membalas perlakuan yang sama kepada mereka sama dengan membenarkan perilaku ini. Ingat, Anda adalah orangtua mereka dan pertahankan sikap tegas dan tetap tenang.

4. Menjauh sebentar

Ada kalanya emosi yang tinggi membuat Anda dan anak Anda enggan bertemu satu sama lain. Oleh karena itu, cobalah untuk menjauh sebentar dan memberikan ruang agar anak dan Anda lebih tenang dalam menghadapi masalah.

5. Tetap bersatu dengan pasangan

lingkungan keluarga harmonis berhubungan dengan kualitas hubungan asmara yang baik

Supaya masalah ini dapat diatasi, Anda tentu tidak dapat menghadapinya sendirian. Dibutuhkan dukungan dari pasangan Anda.

Jangan terlibat dalam perdebatan tentang keputusan pengasuhan dan usahakan untuk tidak memperlihatkan konflik di antara Anda berdua di depan anak.

Anak yang melakukan kekerasan, seperti memukul orangtua dapat berkembang menjadi tindakan kriminal yang jauh lebih berbahaya. Jika Anda merasa tidak dapat mengatasinya sendirian, meminta bantuan ahli, seperti psikolog atau mengikuti konseling mungkin dapat membantu.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Contreras, Lourdes, and María del Carmen Cano. “Child-To-Parent Violence: The Role Of Exposure To Violence And Its Relationship To Social-Cognitive Processing”. The European Journal Of Psychology Applied To Legal Context, vol 8, no. 2, 2016, pp. 43-50. Colegio Oficial De Psicologos De Madrid, doi:10.1016/j.ejpal.2016.03.003. Accessed 2 Aug 2019.

Parent abuse https://www.psychologytoday.com/intl/blog/when-kids-call-the-shots/201510/parent-abuse-0 accessed Aug 2 2019

Parent abuse by teen https://psychcentral.com/lib/parent-abuse-by-teen/ accessed Aug 2 2019. 

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Nabila Azmi
Tanggal diperbarui 03/09/2019
x