Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Bu, Begini Cara Tepat Mengajari Anak Minta Maaf

Bu, Begini Cara Tepat Mengajari Anak Minta Maaf

Mengajari anak minta maaf merupakan salah satu tugas orangtua dalam pengasuhan. Ini menjadi bagian dari tata krama dan sopan santun anak terhadap orang lain. Saat melakukan hal yang keliru, anak perlu diberi tahu letak kesalahannya, dikoreksi, dan diarahkan untuk meminta maaf. Lalu bagaimana caranya? Simak penjelasan selengkapnya di sini ya, Bu!

Pentingnya mengajari anak untuk minta maaf

Tips untuk Meningkatkan Kecerdasan Anak pada Usia 1 - 3 Tahun

Dalam pergaulan sehari-hari anak-anak perlu diajarkan cara menghormati dan menghargai orang lain.

Hal ini termasuk menjaga perilaku dan perkataan.

Ketika anak berbuat kesalahan yang merugikan orang lain atau menyakiti perasaan orang lain, termasuk teman, saudara, dan orangtua, ia perlu diarahkan untuk meminta maaf.

Mengapa mengajari anak minta maaf ini penting? Berikut beberapa alasannya.

1. Agar anak tahu bahwa ia berbuat salah

Pada dasarnya anak belum pandai membedakan antara perilaku yang baik dan yang buruk.

Tugas orangtua adalah menunjukkan pada mereka perbedaannya.

Salah satu caranya adalah dengan membedakan perlakuan Anda pada anak saat ia berbuat baik dan saat ia berbuat buruk.

Bila Anda mengajari anak minta maaf atas perbuatan nakal yang ia lakukan, ia menjadi tahu bahwa apa yang ia lakukan adalah sebuah kesalahan.

2. Menjadikan perilaku yang salah sebagai pelajaran

Senada dengan alasan sebelumnya, ketika berbuat kesalahan, anak perlu diberi tahu di mana letak kesalahannya dan mengapa itu dianggap perbuatan keliru.

Contohnya, bila anak merebut mainan temannya secara paksa, Anda perlu langsung menegurnya dan memberi tahu bahwa itu tindakan yang tidak benar.

Sampaikan pada anak bahwa tindakan tersebut dapat melukai perasaan orang lain.

Lalu, mengajari anak minta maaf sebagai ungkapan penyesalan merupakan solusi terbaik.

cara mengajari anak bahasa inggris

3. Sebagai cara memperbaiki kesalahan anak

Anak-anak, terutama yang masih usia balita, wajar bila mereka belum paham cara bergaul dan bersosialisasi yang baik dengan orang-orang di sekitarnya.

Mereka masih dalam proses belajar sehingga pastinya akan sering berbuat salah.

Meskipun kesalahan yang ia lakukan sebenarnya bisa dimaklumi, Anda tetap harus mengajari anak mengakui kesalahannya dan minta maaf.

4. Membangun rasa empati pada diri anak

Di usia prasekolah yaitu sekitar 3 tahun ke atas, anak-anak sebaiknya sudah diajarkan tentang rasa empati, yaitu menghargai perasaan orang lain.

Dengan mengajari anak minta maaf, Anda dapat menunjukkan padanya bahwa ia tidak boleh bertindak sesuka hati terhadap orang lain.

Hindari berlindung di balik perkataan seperti “maklum masih anak-anak”.

Jangan sampai anak menjadi sosok yang egois bila sering mendengarkan perkataan tersebut.

5. Membentuk kecerdasan emosional dan sosial anak

Mengutip situs Understood, kecerdasan emosional memegang peranan yang lebih penting untuk masa depan daripada kecerdasan intelektual.

Mengajari anak minta maaf dapat menjadi salah satu cara untuk membentuk kecerdasan emosional anak.

Melalui cara ini, anak diharapkan dapat memiliki rasa bertanggung jawab, pengendalian diri, dan rasa empati.

Bagaimana cara mengajari anak minta maaf?

Cara untuk Meningkatkan Kecerdasan Anak pada Usia 1 - 3 Tahun

Dalam mengajari anak bersopan santun dan berperilaku baik terhadap orang lain, tentu perlu ada upaya lebih.

Anda bisa mencoba tips-tips berikut ini untuk mengajari anak minta maaf.

1. Ajak anak membayangkan berada di posisi orang lain

Saat anak berbuat hal yang buruk pada temannya, misalnya merebut mainan teman, cobalah ajak ia membayangkan berada di posisi temannya tersebut.

Misalnya dengan berkata “Kalau Adek direbut mainannya sama teman, pasti Adek juga tidak suka kan?”

2. Mengajarkan anak untuk berkata sopan

Selain mengajari anak minta maaf, Anda juga perlu mengajari aturan sopan santun lainnya pada anak.

Dengan begitu, ia tumbuh menjadi anak yang berbudi pekerti baik.

Ajarkan anak untuk berkata “tolong” saat ingin meminta sesuatu dan berkata “terima kasih” setelah dibantu oleh orang lain.

3. Hindari terlalu banyak memaklumi anak

Anak-anak memang masih belum memahami cara berinteraksi yang baik dengan orang lain.

Namun, bukan berarti itu dijadikan alasan pembenaran atas perbuatan buruk yang ia lakukan.

Bila Anda terlalu banyak memaklumi anak, ia akan semakin menjadi anak yang egois dan kemungkinan tidak menghargai orang lain.

4. Beri pujian pada anak

Bila ia berbuat salah, Anda perlu mengajari anak untuk minta maaf dan berbuat baik pada orang yang telah disakiti untuk memperbaiki kesalahannya.

Setelah berbesar hati melakukan semua hal itu, berilah pujian pada anak.

Cara mengajari anak minta maaf ini akan membuatnya merasa tindakannya tersebut dihargai oleh Anda.

susu soya adalah nutrisi alternatif untuk anak

5. Beri penjelasan tentang alasan meminta maaf

Beberapa anak yang kritis mungkin tidak akan langsung menurut bila Anda meminta maaf. Ia mungkin merasa dirinyalah yang benar.

Nah, tugas Anda untuk menjelaskan mengapa tindakan anak salah dan di mana letak kesalahannya.

Misalnya, anak memukul temannya karena jengkel. Sampaikan padanya bahwa meskipun merasa jengkel, tidak sepantasnya memukul orang lain seperti itu.

6. Beri contoh dalam sebuah cerita

Untuk mempermudah mengajari anak minta maaf, cobalah masukkan pelajaran tersebut ke dalam sebuah cerita.

Anda bisa mengarang cerita sendiri atau membacakan buku cerita khusus yang membahas tentang meminta maaf.

Bacakanlah cerita tersebut sebelum anak tidur. Bila suatu ketika anak berbuat kesalahan, ingatkan ia tentang cerita yang sudah pernah Anda bacakan itu.

7. Jadilah teladan bagi anak

Mengajari anak untuk minta maaf tidak akan efektif bila Anda sendiri tidak melakukan hal itu dalam kehidupan sehari-hari.

Anak banyak meniru perbuatan orangtuanya. Oleh sebab itu, Anda sebagai orangtua perlu membiasakan diri untuk meminta maaf pada orang lain bila berbuat kesalahan.

Tunjukkan hal tersebut di hadapan anak agar ia paham bahwa meminta maaf saat berbuat salah sudah menjadi aturan bagi siapapun.

Verifying...


Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Smith, C., Noh, J., Rizzo, M., & Harris, P. (2016). When and why parents prompt their children to apologize: the roles of transgression type and parenting style. Journal Of Family Studies, 23(1), 38-61. doi: 10.1080/13229400.2016.1176588

Ornaghi, V., Conte, E., & Grazzani, I. (2020). Empathy in Toddlers: The Role of Emotion Regulation, Language Ability, and Maternal Emotion Socialization Style. Frontiers In Psychology, 11. doi: 10.3389/fpsyg.2020.586862

Lerner, C., Parlakian, R., & THREE, Z. How to Help Your Child Develop Empathy. Retrieved 25 February 2022, from https://www.zerotothree.org/resources/5-how-to-help-your-child-develop-empathy

Emotional Intelligence in Children | LD, ADHD and Emotional Skills | Understood – For learning and thinking differences. Retrieved 25 February 2022, from https://www.understood.org/articles/en/the-importance-of-emotional-intelligence-for-kids-with-learning-and-thinking-differences

Self-Control in Children | Understood – For learning and thinking differences. Retrieved 25 February 2022, from https://www.understood.org/articles/en/self-control-what-it-means-for-kids?_sp=f6f59001-e4b5-4707-9693-31e63495146c.1645772081379

Teaching Your Child Self-Control (for Parents) – Nemours KidsHealth. (2018). Retrieved 25 February 2022, from https://kidshealth.org/en/parents/self-control.html

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Indah Fitrah Yani Diperbarui Mar 24
Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto