Pada Usia Berapa Bayi Mulai Belajar Merangkak? Begini Tahapannya

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Melihat perkembangan bayi adalah momen paling indah bagi para orangtua. Mendampingi anak belajar mengoceh, tengkurap, berguling, hingga merangkak tentu membuat Anda gemas sekaligus bangga dengan tumbuh kembang si kecil. Anda tentu ingin memastikan bayi kecil Anda ini tumbuh dan berkembang sesuai usianya, termasuk saat bayi mulai merangkak. Lantas, kapan seharusnya fase bayi merangkak dimulai? Simak informasi lengkapnya berikut ini.

Kenapa fase bayi merangkak itu penting?

Fase merangkak adalah salah satu tahapan perkembangan bayi yang tak boleh Anda lewatkan. Felice Sklamberg, seorang ahli terapi okupasi untuk anak di New York University’s School of Medicine, mengungkap kepada Parenting bahwa fase merangkak adalah tonggak utama untuk melatih keseimbangan dan perkembangan motorik si kecil.

Bila Anda perhatikan, bayi akan merangkak maju dengan menggerakkan lengan kanan dan kaki kiri, kemudian lengan kiri dan kaki kanan secara bergantian. Proses ini disebut dengan pola cross-crawl. Gerakan tangan dan kaki yang bersilangan ini menunjukkan bahwa fungsi otak kanan dan kiri anak berjalan seimbang.

Para pakar kesehatan bahkan mengungkapkan bahwa anak yang belajar merangkak cenderung memiliki tubuh yang lebih kuat daripada anak yang tidak merangkak. Merangkak memerlukan koordinasi otot tangan, pergelangan tangan, siku, dan bahu anak untuk menopang berat badannya sendiri. Itulah kenapa orangtua justru harus terus melatih bayi merangkak supaya tubuhnya lebih kuat saat anak belajar jalan.

Kapan bayi mulai belajar merangkak sendiri?

bayi merangkak

Biasanya, bayi akan mulai merangkak selangkah demi langkah di usia 6 sampai 10 bulan. Sebelum mulai merangkak, si kecil akan terlihat antusias untuk menggerakkan tangan dan kakinya ke arah depan untuk meraih benda-benda yang ada di sekitarnya. Semakin sering bayi mencoba bergerak maju, maka semakin cepat pula kemungkinan si kecil untuk bisa merangkak.

Meskipun fase ini penting, namun kenyataannya tidak semua bayi akan mengalami fase merangkak. Ya, ada bayi yang langsung bisa berjalan tanpa merangkak terlebih dahulu. Anda tak perlu panik dulu jika si kecil tidak bisa merangkak seperti bayi lainnya.

Selama bayi Anda mampu menggerakkan kaki dan tangannya, misalnya dengan menggeser tubuh atau berjalan selangkah demi langkah, maka perkembangan motorik anak dinilai tetap normal dan baik-baik saja.

Namun jika bayi cenderung sulit menggerakkan tubuhnya, entah itu berguling atau merangkak, hingga usia 12-18 bulan, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter anak terdekat. Hal ini dikhawatirkan merupakan gejala kelumpuhan otot atau gangguan saraf otak anak.

Begini cara melatih bayi merangkak dengan aman

bayi belajar merangkak

Fase bayi merangkak adalah momen paling membanggakan sekaligus menantang bagi para orangtua. Karena tubuh bayi masih belum seimbang, si kecil tentu akan rentan terjatuh atau terbentur dengan benda-benda di sekitarnya.

Maka itu, sebaiknya tetap awasi setiap pergerakan si kecil saat belajar merangkak. Nah, supaya lebih aman, yuk bantu latih kemampuan bayi merangkak dengan cara berikut ini.

1. Kenali tanda bayi siap merangkak

Memang tidak mudah untuk menentukan kapan bayi Anda mulai siap merangkak. Namun, ada beberapa tanda yang bisa Anda amati dari tingkah laku si kecil yang menunjukkan bahwa ia siap belajar merangkak.

Seorang dokter anak, Ashanti Woods, MD mengatakan bahwa bayi yang sering berguling dan duduk sendiri tanpa bantuan biasanya sudah siap untuk belajar merangkak.

Bayi Anda terlihat sering menggoyang-goyangkan badannya, kemudian menggerakkan tangannya ke depan dan siap merangkak.

2. Siapkan alas yang empuk

Sebelum melatih bayi merangkak, sediakan alas karpet yang empuk dan lembut. Selain mencegah benturan, hal ini juga bermanfaat untuk menghindari pecahan kaca atau benda tajam yang dapat melukai tubuh si kecil.

Selain itu, pilihlah karpet berwarna-warni dengan gambar kartun favorit anak. Hal ini dapat membantu menarik perhatian si kecil untuk bergerak maju dan menyentuh gambar favoritnya. Tanpa disadari, bayi Anda akan merangkak selangkah demi langkah sampai mantap.

3. Perbanyak waktu tengkurap

Untuk melatih bayi merangkak, manfaatkan momen tummy time alias bayi tengkurap sesering mungkin. Cara ini akan memberikan banyak kesempatan bagi si kecil untuk menguatkan otot leher, punggung, bahu, dan kepalanya. Semakin sering bayi tengkurap, maka perkembangan motoriknya pun akan lebih cepat.

Anda juga bisa merangsang bayi merangkak dengan membantunya duduk tegak. Setelah itu, taruh mainan favorit di hadapannya dan ajak si kecil untuk meraih mainannya. Cara ini dapat mendorong bayi merangkak atau menggeser tubuhnya ke arah mainan.

Jangan lupa selalu berikan semangat dan pujian untuk si kecil supaya bayi Anda semakin antusias untuk merangkak maju.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca