Perkembangan Bayi 36 Minggu atau 9 Bulan

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Perkembangan Bayi Usia 36 Minggu

Bagaimana seharusnya perkembangan bayi 36 minggu atau 9 bulan?

Menurut tes skrining perkembangan anak Denver II, perkembangan bayi 36 minggu atau 9 bulan, secara umum seperti:

  • Bayi berguling sendiri.
  • Tengkurap dengan lengan tangan menyangga berat tubuh, dan kepala terangkat.
  • Berubah posisi dari tiduran ke duduk, dari berdiri ke duduk, dan dari duduk ke berdiri.
  • Bayi bisa duduk sendiri tanpa perlu atau dipegangi oleh orang lain.
  • Bayi belajar berdiri dengan tangan tetap berpegangan pada orang lain atau benda di sekitarnya.
  • Belajar berkata “mama” atau “dada”tapi belum jelas.
  • Mengucapkan “ooh” dan “aah”.
  • Bayi tertawa sendiri dan menjerit atau memekik.
  • Meniru suatu bunyi.
  • Mengoceh sendiri.
  • Membentuk suara yang sudah lebih jelas.
  • Menyebut suku kata tunggal.
  • Menyebut gabungan suku kata.
  • Memegang mainan.
  • Menyatukan kedua tangannya.
  • Meraih mainan maupun benda lainnya.
  • Mengambil benda yang berukuran kecil.
  • Mengambil dua buah kubus.
  • Mengenali wajah dan tangannya sendiri.
  • Tersenyum tiba-tiba atau saat berkomunikasi dengan orang lain.
  • Mencoba makan sendiri meski masih berantakan.
  • Melambaikan tangan untuk menandakan perpisahan.

Kemampuan motorik kasar

Perkembangan bayi 36 minggu atau 9 bulan biasanya sudah mampu duduk dari posisi tidur, duduk dari posisi berdiri, dan berdiri dari posisi duduk. Namun, si kecil belum mampu berdiri sendiri, melainkan dengan berpegangan pada benda kuat apa pun di sekitarnya.

Di samping itu, merasakan tekstur permukaan lantai tempatnya berpijak juga bisa membantu perkembangan bayi 36 minggu atau 9 bulan untuk belajar menyeimbangkan tubuhnya. Anda juga akan melihat perkembangan bayi 36 minggu atau 9 bulan yang mampu berguling atau memutar tubuhnya saat dalam posisi tidur.

Kemampuan komunikasi dan bahasa

Perkembangan bayi 36 minggu atau 9 bulan untuk mengkombinasikan beberapa kata saat berbicara juga tampak semakin handal. Bahkan, si kecil tampak semakin cerewet dengan bahasa bayi karena semakin sering mengoceh apa pun setiap waktu.

Meskipun pada masa perkembangan bayi 36 minggu atau 9 bulan mungkin masih belum berhasil mengatakan “mama” dan “dada” dengan jelas. Hanya saja, kemungkinan ia mulai mengerti ketika Anda bertanya “Di mana bola kakak?” dan akan menunjuk benda yang Anda pertanyakan tersebut.

Kemampuan motorik halus

Untuk kemampuan motorik halus pada perkembangan bayi 36 minggu atau 9 bulan, umumnya sudah bisa menggenggam sesuatu dengan tangannya. Ia juga mahir mengambil mainan yang berukuran kecil, serta mengkoordinasikan gerakan kedua tangannya dengan lebih baik.

Kemampuan motorik halus dalam masa perkembangan bayi 36 minggu atau 9 bulan ini akan digunakan untuk memuaskan rasa ingin tahunya terhadap hal-hal di sekitarnya. Sebagai contoh, bayi akan mencoba meraih benda-benda di sekitar yang menarik perhatiannya.

Kemampuan sosial dan emosional

Meski belum terlalu lancar, tapi bayi sedang belajar melambaikan tangannya sebagai tanda perpisahan di masa perkembangan bayi 36 minggu atau 9 bulan. Akan tampak bayi tersenyum atau bayi tertawa secara tiba-tiba, atau sebagai bentuk respons suatu hal menarik baginya.

Pada masa perkembangan bayi 36 minggu atau 9 bulan ini, bayi juga masih belajar untuk bisa makan sendiri dengan baik.

Apa yang harus dilakukan untuk membantu perkembangan bayi usia 36 minggu atau 9 bulan?

Pegang satu atau kedua tangan bayi saat ia berdiri. Hal ini bertujuan untuk mendukung perkembangan bayi 36 minggu atau 9 bulan, sampai ia bisa berdiri sendiri tanpa perlu memegang sesuatu.

Beberapa bayi senang mendorong mobil-mobilan, yang bisa memberikan dukungan saat bergerak. Penting untuk selalu mengunci pintu rumah, kamar, maupun pintu lemari, karena tempat ini bisa menarik perhatian bayi di masa perkembangan 36 minggu atau 9 bulan.

Pastikan juga Anda meletakkan semua zat pembersih, bahan kimia, maupun yang berpotensi beracun di bagian paling atas lemari.

Setidaknya, letakkan benda-benda berbahaya tersebut di tempat yang jauh dari jangkauan bayi. Selain itu, sesuaikan box bayi dalam posisi yang bisa menjaganya agar tidak terjatuh saat mencoba keluar sendiri.

Kesehatan Bayi Usia 36 Minggu

Apa yang perlu didiskusikan dengan dokter pada 36 minggu atau 9 bulan?

Jika memang bayi Anda tidak mengalami kondisi medis serius, dokter mungkin tidak akan melakukan pemeriksaan kesehatan pada masa perkembangan bayi 36 minggu atau 9 bulan ini.

Akan tetapi, jangan ragu untuk mengkonsultasikannya dengan dokter. Khususnya apabila ada masalah terkait perkembangan bayi 36 minggu atau 9 bulan yang tidak bisa ditunggu sampai kunjungan berikutnya.

Apa yang harus diketahui pada perkembangan bayi 36 minggu atau 9 bulan?

Ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui di perkembangan bayi 36 minggu atau 9 bulan, yaitu:

1. Benjolan pada kepala bayi

Jika kepala bayi terbentur sampai benjol, Anda perlu menghibur dan mengobatinya. Benjolan umumnya terjadi dalam proses perkembangan bayi usia 36 minggu atau 9 bulan, yang sedang belajar berjalan.

Umumnya kondisi ini tidak terlalu parah maupun menyebabkan cedera serius. Anda bisa mengompres benjol dengan kantong es selama 20 menit untuk menghilangkannya.

Cobalah memberi makan atau mengalihkan perhatian bayi sehingga dia tidak bereaksi berlebihan karena dinginnya kantong es. Segera hubungi dokter kalau bayi sampai berubah sikap atau berpengaruh pada perkembangan bayi 36 minggu atau 9 bulan setelah terbentur.

Hanya saja, waspada jika bayi muntah, serta terlihat mengantuk atau pusing. Bahkan, si kecil mungkin saja menangis atau berteriak selama beberapa saat.

Dampak dari benjolan yang cukup parah mungkin terlihat cukup jelas, goresan yang dalam atau terus berdarah, hingga memar di belakang telinga. Bukan itu saja, mungkin timbul area lunak pada kulit kepala, memar tanpa sebab, hingga bagian putih mata mengeluarkan darah pada perkembangan bayi 36 minggu atau 9 bulan.

Ada pula kemungkinan cairan berwarna jernih atau kemerahan atau darah keluar dari dalam mulut, hidung, atau telinga. Jika hal ini terjadi, segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan pertolongan lebih lanjut mengenai kondisi dan perkembangan bayi 36 minggu atau 9 bulan.

2. Jaga keamanan boks bayi

Pada masa perkembangan bayi 36 minggu atau 9 bulan, menjadi lebih aktif dan senang menjelajah. Meskipun boks bayi kelihatannya tempat teraman untuk petualang kecil Anda, namun hal ini tidak akan berlangsung lama karena dia akan mampu memanjat bagian pinggir boks.

Jika hal ini yang Anda alami proses perkembangan bayi 36 minggu atau 9 bulan, berikut beberapa upaya yang bisa Anda lakukan:

  • Turunkan matras sebisanya, serta periksa penyangga matras secara berkala.
  • Pertimbangkan menyingkirkan pembatas boks bayi.
  • Jangan tinggalkan mainan besar di dalam tempat tidur bayi yang bisa ditumpuk sebagai pijakan untuk keluar.
  • Jauhkan benda-benda yang bayi bisa tarik dari dalam boks.
  • Hindari bantal berbulu dan semua mainan yang empuk di dalam boks, karena bahaya sindrom kematian bayi mendadak atau sudden infant death syndrome (SIDS).
  • Jangan pernah menggunakan kanopi di atas boks.
  • Tarik boks setidaknya sejauh 30 cm dari semua perabotan dan dinding agar bayi tidak memanjat.
  • Pastikan boks tidak dekat dengan tirai atau penutup jendela.
  • Jika bayi mencoba keluar dari boks, taruh beberapa bantal atau selimut lembut di atas lantai di sebelah boks untuk menjadi bantalan.

Hal-hal yang Harus Diperhatikan

Apa yang perlu diwaspadai pada perkembangan bayi 36 minggu atau 9 bulan?

Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan mengenai perkembangan bayi 36 minggu atau 9 bulan:

1. Kondisi tangan yang kidal

Sebagian besar pintu, setrika, pengupas kentang, gunting, dan meja didesain untuk orang yang memakai tangan kanan. Jika pada masa perkembangan bayi 36 minggu atau 9 bulan, tampak bayi Anda lebih aktif menggunakan tangan kirinya, ada kemungkinan ia kidal. Hal ini disebabkan pengaruh perkembangan dalam hemisfer otak kanan dan kiri.

Sebaiknya jangan terlalu memaksa perkembangan bayi untuk menggunakan tangan kanannya. Jika dipaksakan, hal ini dapat mengakibatkan gagap pada anak dan menimbulkan kesulitan belajar pada anak di kemudian hari.

Bagi orang kidal, bagian otak kanan yang dominan. Hal ini membuat mereka memiliki kecenderungan bakat di area tertentu, antara lain bidang olahraga, arsitektur, dan seni.

Kebanyakan bayi menggunakan kedua tangan pada masa awal perkembangan bayi 36 minggu atau sebelum usia tersebut. Sebagian bayi  lebih suka menggunakan satu tangan, sementara bayi lain, belum menunjukkan kemampuan menggunakan kedua tangannya sampai usia setahun.

2. Memberikan alasan setiap kali mengatakan “tidak” pada bayi

Ada banyak hal baru yang akan mulai dilakukan bayi sebagai perkembangan bayi 36 minggu atau 9 bulan ini. Mulai dari hal yang aman, sampai yang cukup berbahaya.

Beberapa contoh adalah memegang benda tajam seperti gunting, cutter, pisau, dan lain sebagainya. Namun, jangan hanya melarang dan mengatakan “tidak” pada si kecil. Sebaiknya juga sampaikan alasan mengapa bayi tidak boleh melakukan hal itu.

Lalu, bagaimana perkembangan bayi 37 minggu?

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Januari 1, 1970 | Terakhir Diedit: Januari 15, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca