Periode Perkembangan

Tahap Demi Tahap Perkembangan Bayi Usia 0-12 Bulan

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum.

Briggs, Psy.D., seorang pimpinan program Healthy Steps di Montefiore Medical Center di New York mengungkapkan kepada Parents bahwa satu tahun pertama kehidupan merupakan masa yang paling penting dan paling berpengaruh dalam kehidupan manusia. Oleh sebab itu, Anda tak boleh menyepelekan pertumbuhan dan perkembangan bayi di tahun pertamanya.

Yuk, simak perkembangan bayi sejak baru lahir hingga usianya menginjak 1 tahun berikut ini.

Pentingnya mengetahui perkembangan bayi

Setiap bulannya, buah hati Anda akan menunjukkan perkembangan baru yang mendukung kemampuannya kelak. Sebagai orangtua Anda perlu mengetahui setiap inci perkembangan ini supaya tahu apakah buah hati Anda sudah mengikuti “jalur” yang tepat atau tidak.

Namun, penting untuk dipahami bahwa setiap anak berkembang dengan kecepatan yang berbeda-beda. Hal senada pun diungkapkan oleh dokter spesialis anak dan penulis buku Heading Home with Your Newborn, Jennifer Shu.

Dikutip dari laman WebMD, Shu mengatakan bahwa si kecil mungkin sudah bisa menunjukkan keterampilan lain yang belum ditunjukkan oleh anak lain seusianya. Di sisi lain, ia mungkin lebih lambat menguasai keterampilan yang dimiliki oleh kebanyakan anak sesuainya.

Jadi, jangan cepat khawatir jika anak Anda tidak memunculkan perkembangan yang sama dengan anak seusianya. Siapa tahu, anak Anda justru memunculkan keterampilan lain yang tidak bisa ditunjukkan anak seusianya. Ingatlah selalu bahwa setiap orang pada dasarnya unik sehingga perkembangan satu anak tidak bisa disamaratakan dengan anak lainnya.

Perkembangan bayi baru lahir hingga usia 3 bulan

memandikan bayi baru lahir

Meski setiap anak memiliki perkembangan yang berbeda, umumnya bayi yang baru lahir hingga usia 3 bulan akan lebih sering senyum-senyum sendiri. Jadi, jangan heran ketika Anda melihat bayi yang baru lahir senyum-senyum sendiri meski Anda tidak mengajaknya bercanda.

Sama halnya dengan orang dewasa, bayi tersenyum karena mereka merespon sesuatu atau sedang merasa senang. Hal ini adalah reflek alami yang dimiliki setiap bayi sejak mereka di dalam rahim.

Menginjak usia dua hingga tiga bulan, senyuman yang dimunculkan bayi tidak lagi spontan yang berasal dari rangsangan otaknya. Bayi akan mulai tersenyum akibat merespon berbagai hal yang ia lihat.

Selain itu, bayi juga akan menanggapi rangsangan suara yang muncul, seperti suara ibu, ayah, atau mainannya. Tanggapan yang diberikan bayi ini adalah dengan senyuman.

Selain tersenyum, di rentang usia ini, bayi juga biasanya sudah bisa:

  • Mengangkat kepala dan dadanya ketika ia berada dalam posisi tengkurap.
  • Memfokuskan kedua matanya dan mengikuti gerakan benda dengan cara memalingkan wajah dari satu sisi ke sisi lain.
  • Memainkan jari-jarinya dengan cara membuka dan menutup jari, menggenggam benda di tangan, serta memasukkan jari ke dalam mulut.
  • Aktif memainkan kakinya dan sering menendang-nendangkan kakinya.
  • Dapat membedakan antara suara yang dikenal dengan suara lainnya.
  • Mulai mencari sumber suara yang datang.
  • Mencoba mengambil atau meraih benda-benda yang menggantung, meski ia belum bisa menggapainya.

Perkembangan bayi usia 4 sampai 6 bulan

Perkembangan bayi 20 minggu

Di bulan-bulan ini, bayi benar-benar belajar untuk menjangkau benda-benda yang ada di sekitarnya dan lebih aktif dari biasanya. Ya, si kecil juga sudah mulai sering mengoceh dengan mengeluarkan bahasa ala bayinya.

Secara umum, di rentang usia ini bayi Anda biasanya sudah bisa:

  • Tersenyum kepada orang asing, terutama saat orang lain melihat langsung ke matanya, bermain atau berbicara dengannya.
  • Mulai bisa melakukan kontak mata dengan Anda. Ketika Anda tidak ada, bayi akan berusaha mencari dengan cara menangis.
  • Berusaha mengambil mainan yang jauh dari jangkauannya.
  • Berguling dari posisi telungkup ke telentang, begitu pula sebaliknya.
  • Mengoceh satu atau dua patah kata. Misalnya, berucap ga-ga-ga, ba-ba-ba, ma-ma, da-da-da.
  • Tertawa terbahak-bahak ketika diajak bermain.
  • Jika diberdirikan, kakinya sudah bisa menjejak lantai.
  • Sudah bisa diposisikan duduk meski harus disangga.

Perkembangan bayi usia 7-9 bulan

bayi merangkak

Sebagian besar bayi di usia ini mulai belajar untuk merangkak. Meski begitu, beberapa bayi mungkin tidak menunjukkan perkembangan ini sama sekali dan langsung bisa berjalan sendiri. Tak hanya itu, beberapa bayi mungkin ada juga yang bisa merangkak mundur, bukannya maju. Semua hal ini adalah normal. Asalkan si kecil mampu mengkoordinasikan tangan dan kakinya dengan baik, Anda tak perlu khawatir.

Selama periode ini, bayi Anda biasanya sudah dapat:

  • Merangkak, termasuk mendorong sedikit demi sedikit badannya menggunakan lengan atau kaki, serta merangkak menggunakan tangan dan lutut.
  • Bisa duduk sendiri dari posisi merangkak tanpa harus dipegangi atau disangga.
  • Belajar berdiri dengan cara berpegangan pada benda-benda di sekitarnya.
  • Bertepuk tangan atau melambaikan tangan seperti sedang “kiss bye”
  • Berkata “mama” atau “dada” dengan jelas.
  • Dapat mengangkat sesuatu dengan ibu jari dan telunjuk.
  • Memunculkan berbagai ekspresi wajah serta gerakan tubuh. Jika melihat orang lain menangis ia mungkin juga akan menangis sesegukan.

Perkembangan bayi usia 10 hingga 12 bulan

cara merangsang anak belajar jalan

Pada usia ini, bayi Anda mungkin sudah dapat menyebutkan “mama” atau “papa” untuk pertama kalinya, dan dapat berkomunikasi menggunakan bahasa tubuh, seperti menunjuk dan menggelengkan kepalanya.

Bayi Anda akan lebih memperhatikan ucapan dan gestur Anda dan berusaha keras untuk mengikuti Anda. Kadi, berhati-hatilah dengan ucapan dan perilaku Anda, ya! Ingat, anak adalah peniru yang ulung.

Pada tahap ini, anak biasanya sudah bisa:

  • Memegang benda kecil seperti sereal berbentuk O menggunakan ibu jari dan telunjuk mereka.
  • Berdiri sendiri atau bahkan berjalan (dengan atau tanpa bantuan orang lain).
  • Menunjuk benda yang mereka inginkan untuk mendapatkan perhatian Anda.
  • Sudah mulai responsif ketika diajak berbicara, misalnya mengatakan tidak untuk hal-hal yang tidak disukainya atau mengatakan iya untuk hal-hal yang disukainya.
  • Mulai pilih-pilih makanan, menolak makanan setelah beberapa gigitan, bahkan bisa hingga mengemut makanan di dalam mulut.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca