Perkembangan Kemampuan Motorik Halus Bayi dan Cara Melatihnya

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Kemampuan motorik halus bayi merupakan salah satu dari empat macam perkembangan bayi yang dinilai di dalam grafik perkembangan anak Denver II.  Kemampuan ini sejatinya sudah harus mulai dimiliki bayi sejak ia dilahirkan, dan akan semakin berkembang seiring bertambahnya usia. Bagi para orangtua, penting untuk memahami mengenai kemampuan motorik halus, demi memastikan bahwa tumbuh kembang si kecil sudah optimal.

Apa itu kemampuan motorik halus?

perkembangan bayi 27 minggu perkembangan bayi 6 bulan 3 minggu

Kemampuan motorik halus adalah keterampilan yang melibatkan koordinasi antara otot-otot kecil, meliputi tangan, jari-jari, dan pergelangan tangan. Pada bayi, kemampuan motorik halus memungkinkannya untuk melakukan melakukan berbagai hal.

Sebagai contoh kemampuan motorik halus bayi yaitu meraih mainan, menggenggam suatu objek, memberikan objek yang sedang dipegangnya dan memasukkan objek ke dalam wadah. Intinya, pada kemampuan motorik halus bayi, hanya melibatkan peran dari kedua tangannya.

Inilah alasan kemampuan motorik halus merupakan kemampuan yang sebaliknya dari kemampuan motorik kasar.  Pada motorik kasar, sebagian besar otot-otot di sekujur tubuh bisa ikut bekerja, mulai dari  lengan, tangan, kaki, dan anggota gerak lainnya.

Perkembangan motorik halus bayi sampai usia 2 tahun

Mengacu dari grafik perkembangan anak Denver II, akan ada kemampuan motorik halus baru yang bisa dipelajari dan dilakukan di setiap perkembangan usia bayi. Jika ditarik garis lurus pada grafik Denver II, berikut perkembangan motorik halus bayi berdasarkan usianya:

Usia 0-6 bulan

perkembangan bayi 16 bulan perkembangan bayi 1 tahun 4 bulan

Bayi mulai belajar untuk menggunakan kedua tangan pada usia bayi 2 bulan, tapi belum begitu lancar. Menginjak usia bayi 2 bulan 3 minggu, bayi baru benar-benar dapat memfungsikan kedua tangannya sendiri.

Bayi sudah mampu bertepuk tangan, tetapi belum mampu menggunakannya untuk mengambil dan menggenggam suatu objek. Baru ketika memasuki bayi 3 bulan 3 minggu, perkembangan motorik halus bayi semakin handal.

Hal ini terlihat ketika si kecil mampu memegang mainannya sendiri. Seiring bertambahnya usia, bayi 5 bulan 1 minggu, umumnya sudah bisa meraih atau mengambil objek yang berada di dekatnya, seperti mainan.

Kemudian tepat di usia bayi 5 bulan 3 minggu, bayi mulai belajar mencari benang atau objek lain semacamnya. Menginjak usia bayi 6 bulan, perkembangan motorik halus bayi berkembang lagi dengan mulainya ia belajar mengumpulkan kismis di piring makannya.

Selain itu, di usia ini pula ia mengerti bagaimana caranya memberikan benda yang sedang dipegangnya kepada orang lain.

Usia 6-12 bulan

perkembangan bayi 18 bulan perkembangan bayi 1 tahun 6 bulan

Baru ketika usia bayi 6 bulan 2 minggu, buah hati Anda benar-benar bisa mencari benang atau benda lainnya, serta mengumpulkan kismis yang Anda berikan saat ia makan.

Sedangkan, kemampuan motorik halus bayi untuk memberikan objek yang sedang ia pegang baru benar-benar bisa dilakukan dengan baik di usia bayi 7 bulan. Lewat satu minggu setelah itu, alias di bayi 7 bulan 1 minggu, si kecil mampu mengambil dan menggenggam dua buah benda sekaligus.

Setelah mampu memegang dua benda, pada usia bayi 7 bulan 3 minggu, perkembangan kemampuan motorik halus si kecil akan membuatnya mulai belajar untuk memukul-mukul dua benda yang ia pegang. Masing-masing tangan si kecil menggenggam benda, kemudian saling ia pukul-pukul satu sama lain.

Namun, hal ini belum dapat dilakukan dengan lancar. Selang sekitar dua minggu setelahnya, tepatnya di usia bayi 8 bulan 1 minggu, Anda akan melihatnya mulai menjepit atau mengambil suatu benda dengan menggunakan fungsi ibu jari tangannya.

Baru saat usia bayi 9 bulan 2 minggu, buah hati Anda bisa mengambil benda dengan ibu jarinya dengan baik. Ditambah lagi di usia bayi 10 bulan, si kecil sudah handal memukul-mukul dua benda yang ada di masing-masing sedang ia genggam.

Kemampuan motorik halus lain yang bisa dilakukan bayi yaitu belajar memasukkan benda ke dalam wadah, di usia bayi  11 bulan. Akan tetapi, kegiatan tersebut baru bisa lancar dilakukan ketika si kecil sudah lebih dari 12 bulan.

Usia 12-18 bulan

perkembangan bayi 14 bulan perkembangan bayi 1 tahun 2 bulan

Tepat di sekitar usia bayi 13 bulan, bayi benar-benar mampu memasukkan benda, sepeti balok, ke dalam sebuah wadah. Kemudian di usia bayi 15 bulan, ia dapat menulis atau mencoret-coret dengan bentuk yang belum jelas sebagai perkembangan kemampuan motorik halus bayi.

Menginjak usia bayi 17 bulan, Anda akan melihat si kecil mampu menyusun 2 buah balok dengan baik.

Usia 18-24 bulan

perkembangan bayi 46 minggu perkembangan bayi 11 bulan 2 minggu

Setelah berhasil membuat dua susun balok kubus dengan rapi, ia mulai berlatih untuk menyusun 3-4 buah kubus. Atas kegigihannya, kemampuan motorik halus bayi semakin berkembang.

Hal ini terbukti dengan kemampuan menyusun 4 buah balok kubus di usia bayi 22 bulan. Selanjutnya, ia akan terus belajar menyusun 5-6 balok kubus. Hanya saja, kemampuan tersebut biasanya baru benar-benar dapat dilakukan si kecil di atas usia bayi 24 bulan atau 2 tahun.

Cara melatih kemampuan motorik halus bayi

perkembangan bayi 17 bulan perkembangan bayi 1 tahun 5 bulan

Mainan bisa menjadi sarana yang membantu bayi belajar mengembangkan kemampuan motorik halusnya. Agar kemampuan motorik halus bayi bisa berkembang secara optimal, berikut beberapa tips yang bisa Anda lakukan:

Usia 0-6 bulan

Berikut cara untuk melatih kemampuan motorik halus bayi usia 0-6 bulan:

1. Letakkan mainan di sekitar bayi

Si kecil bisa mulai belajar mengambil mainan atau objek ketika melihat “target” tersebut ada di sekitarnya. Keberadaan mainan itulah yang akan memancing rasa ingin tahu bayi, sehingga membantu mengembangkan kemampuan motorik halusnya.

Jadi, Anda bisa melatih perkembangan kemampuan motorik halus bayi dengan meletakkan mainan di sekitarnya.

2. Tunjukkan cara kerja mainan pada bayi

Anda bisa memperkenalkan mainan dengan memegangnya, menunjukkan cara kerja mainan tersebut, kemudian ajak bayi bicara.

Anda dapat mengatakan, “Lihat nih kak, mama punya apa. Lucu kan bolanya bisa bersuara kalau digoyang-goyang. Kakak mau coba juga nggak?” Setelah Anda memperlihatkan mainan tersebut, biasanya si kecil tampak tertarik dan ingin tahu lebih lanjut.

Inilah yang membuatnya berusaha untuk belajar meraih mainan tersebut sendiri. Namun, jangan lupa pastikan Anda telah menjauhkan benda tajam dan berbahaya dari sekeliling bayi.

Usia 6-12 bulan

Berikut cara untuk melatih kemampuan motorik halus bayi usia 6-12 bulan:

1. Minta bayi memberikan mainan yang sedang dipegangnya

Selain belajar meraih dan menggenggam suatu objek, bayi juga harus bisa memberikan apa yang sedang ia genggam kepada orang lain. Untuk melatih hal ini, Anda bisa berpura-pura tertarik dan meminta dengan lembut benda yang ada di genggaman tangan si kecil.

Anda bisa bertanya, “Kakak sedang memegang apa, tuh? Boleh mama pinjam sebentar?” Lakukan hal ini sembari mengulurkan dan menumpuk kedua telapak tangan Anda, sebagai bahasa tubuh bahwa Anda menginginkan benda tersebut.

2. Ajarkan bayi mengambil benda dengan ibu jari dan telunjuk

Anda bisa melatih kemampuan ibu jari bayi, dengan mengajarkannya untuk mengambil sesuatu di dalam wadah. Namun, sebaiknya gunakan wadah yang sebagian besar tertutup, dan hanya menyisakan sedikit ruang untuk mengambil isi di dalamnya.

Dengan begitu, si kecil hanya bisa memasukkan ibu jari dan bantuan dari jari lainnya, seperti telunjuk, untuk mengambil benda di dalamnya. Sebagai contoh, berikan si kecil wadah yang berisi tisu, dan minta ia untuk menariknya keluar.

Supaya lebih mudah untuk dilakukan, sebelumnya Anda bisa mengajarkan cara melakukannya lebih dulu pada bayi. Selanjutnya biarkan ia melakukannya sendiri. Cara lain yang bisa dilakukan, Anda juga bisa meminta si kecil untuk menekan mainan yang memiliki tombol. Hal ini akan membantu melatih fungsi jari-jari tangannya.

Usia 12-18 bulan

Berikut cara untuk melatih kemampuan motorik halus bayi usia 12-18 bulan:

1. Sediakan kertas kosong dan alat tulis

Untuk melatih kemampuannya dalam membuat coretan atau tulisan, Anda bisa mengajak si kecil bermain dengan kertas dan pensil warna atau krayon.

2. Biarkan bayi menyalurkan kemampuan corat-coret

Meski coretan yang dihasilkan si kecil belum jelas atau seolah membentuk “cakar ayam”, tapi cara ini dapat membantu menyalurkan kemampuan sekaligus mengembangkan motorik halus bayi.

Usia 18-24 bulan

Berikut cara untuk melatih kemampuan motorik halus bayi usia 18-24 bulan:

1. Ajarkan bayi bermain menyusun kubus

Pada usia ini, kemungkinan bayi belum benar-benar paham harus meletakkan kubus yang disusun dengan tepat di atas kubus lainnya. Maka itu, sebaiknya berikan ia contoh bagaimana cara meletakkan kubus yang tepat agar tidak mudah roboh, sebagai cara melatih kemampuan motorik halus bayi.

2. Biarkan bayi berusaha menyusun kubus meski jatuh berkali-kali

Ketika sedang belajar menyusun 2 kubus, hingga nantinya berhasil membuat 4, 6, hingga 8 susun, tak menutup kemungkinan kubus yang telah disusun bayi akan jatuh berkali-kali.

Perkembangan kemampuan motorik halus bayi bisa berbeda-beda

perkembangan bayi usia 40 minggu perkembangan bayi usia 10 bulan

Meski terdapat panduan perkembangan kemampuan motorik halus bayi di atas, namun perlu diketahui orangtua bahwa perkembangan tersebut mungkin tidak selalu sama pada tiap bayi. Kemampuan motorik halus yang sudah terlihat sejak usia dini akan berkembang secara alami.

Idealnya, setiap kali bertambah usia, akan tampak satu atau lebih kemampuan motorik halus yang mulai bisa dilakukan buah hati Anda.

Kemampuan motorik halus bayi akan membantunya untuk bisa melakukan berbagai hal secara mandiri. Tepatnya saat anak memiliki keterampilan untuk mengoordinasikan fungsi tangannya. Itulah mengapa kemampuan motorik halus pada setiap bayi bisa berkembang di usia yang berbeda-beda.

Sebagai contoh, saat belajar meraih benda di sekitarnya, ada bayi yang bisa melakukannya lebih cepat ketimbang teman seusianya, dan ada juga yang cenderung lebih lambat. Anda tak perlu khawatir, karena hal tersebut pada dasarnya masih termasuk normal.

Kemampuan motorik halus bayi merupakan salah satu kemampuan yang penting dimiliki si kecil, tak kalah dengan keterampilan motorik kasar. Anda dapat membantu melatihnya, sambil terus mengajarkan dan mendampinginya.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: November 19, 2019 | Terakhir Diedit: Januari 23, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca