Perkembangan Kemampuan Motorik Kasar Bayi dan Cara Melatihnya

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Kemampuan motorik kasar bayi erat kaitannya dengan fase perkembangan bayi, sebagaimana grafik pertumbuhan anak Denver II. Kemampuan motorik kasar termasuk keterampilan otot-otot besar pada tubuh.

Kemampuan ini tentu berbeda dengan kemampuan motorik halus yang menitikberatkan pada koordinasi otot-otot kecil. Agar kemampuan motorik kasar bayi bisa lebih optimal, mari pahami seputar perkembangan dan cara mengasah kemampuan itu sejak dini.

Apa itu kemampuan motorik kasar?

perkembangan bayi 26 minggu perkembangan bayi 6 bulan 2 minggu

Kemampuan motorik kasar adalah keterampilan yang melibatkan koordinasi gerakan antara otot-otot besar, seperti lengan tangan, kaki, serta dada. Kemampuan motorik kasar yang memungkinkan bayi untuk duduk, berguling, berjalan, berlari, dan sebagainya.

Dibandingkan dengan kemampuan motorik halus, kemampuan motorik kasar melibatkan pergerakan yang lebih kompleks. Hal ini karena kemampuan motorik kasar membutuhkan gabungan koordinasi antara otot-otot besar dan sistem neurologis.

Dengan begitu, kemampuan motorik kasar yang dimiliki bayi nantinya akan berpengaruh pada keseimbangan dan koordinasi tubuhnya. Bahkan, kemampuan motorik  kasar yang terbentuk sejak lahir ini juga akan menjadi dasar untuk menjalankan keterampilan motorik halus bayi. Namun, kedua jenis kemampuan motorik tersebut tetap sama-sama penting dan harus dimiliki oleh setiap bayi.

Jenis kemampuan motorik kasar

Kemampuan motorik kasar sebenarnya bisa dikelompokkan menjadi beberapa jenis, seperti:

  • Kemampuan lokomotor. Digunakan untuk memindahkan tubuh dari satu tempat ke tempat lainnya, contohnya berjalan dan berlari.
  • Kemampuan manipulatif. Melibatkan pergerakan suatu objek tertentu, contohnya bermain bola, lompat tali, dan lainnya.
  • Kemampuan stabilitas. Melibatkan keseimbangan dan perpindahan berat, contohnya berdiri dengan satu kaki dan menghindari rintangan.

Kemampuan motorik kasar bayi mulai berkembang sejak bayi baru dilahirkan, karena keterampilan ini memang sangat penting untuk perkembangan bayi.

Perkembangan motorik kasar bayi sampai usia 2 tahun

Berdasarkan grafik pertumbuhan Denver II, perkembangan kemampuan motorik kasar bayi akan berlangsung tahap demi tahap, seiring pertambahan usianya. Berikut perkembangan motorik kasar bayi berdasarkan usianya:

Usia 0-6 bulan

bayi belum bisa merangkak

Sejak dilahirkan, kemampuan motorik kasar bayi sebenarnya sudah mulai berkembang. Hanya saja, koordinasi otot-otot besar pada tubuhnya belum begitu optimal. Itu sebabnya, keterampilan motorik kasar yang bisa dilakukan bayi baru lahir, hanya meliputi mengangkat sedikit kepalanya dan mengulang gerakan yang sama. Misalnya menggerakkan kaki dan tangannya secara bersamaan.

Baru pada saat usia bayi 1 bulan, si kecil mulai belajar mengangkat kepalanya sekitar 45 derajat, tetapi belum benar-benar sempurna. Tepat di usia bayi 1 bulan 3 minggu, ia sudah tampak handal untuk mengangkat kepalanya 45 derajat.

Seiring berjalannya waktu, si kecil akan terus belajar sendiri untuk bisa mengangkat kepalanya sampai 90 derajat. Namun, kemampuan motorik kasar tersebut baru bisa dilakukannya dengan baik saat usia bayi 2 bulan 3 minggu.

Selang kira-kira seminggu setelahnya alias di usia bayi 3 bulan, ia terlihat mulai mahir duduk sendiri. Di usia ini juga, buah hati Anda sedang dalam proses belajar menahan berat tubuhnya dengan kaki, dan mulai menopang tubuhnya dengan dada saat berada dalam posisi telungkup.

Namun, kedua hal tersebut belum begitu lancar dilakukannya.Ia baru mahir menggunakan kaki untuk menahan tubuhnya saat usia bayi 3 bulan 3 minggu, dan bayi bisa berguling sendiri di usia bayi 4 bulan.

Beranjak ke usia bayi 4 bulan 1 minggu, Anda akan melihat si kecil berhasil bangun dari posisi berbaring ke duduk dengan baik.

Selain itu, keterampilan motorik kasar yang juga akan dipelajari bayi yakni berguling. Sejatinya, si kecil akan mulai mencoba untuk berguling di usia bayi 2 bulan 2 minggu. Akan tetapi, biasanya ia baru mampu berguling dengan mahir di usia bayi 4 bulan 2 minggu.

Usia 6-12 bulan

perkembangan bayi 18 bulan perkembangan bayi 1 tahun 6 bulan

Memasuki usia 6 bulan, kemampuan motorik kasar yang sedang dipelajari bayi yakni untuk bayi bisa duduk sendiri tanpa bantuan. Akan tetapi, hal tersebut baru dapat dilakukannya dengan baik di usia bayi 6 bulan 1 minggu.

Selanjutnya, ia mulai belajar untuk bisa berdiri sendiri dengan berpegangan di usia bayi 6 bulan 3 minggu. Baru saat usia bayi 8 bulan, ia benar-benar bisa berdiri sendiri dengan berpegangan pada orang atau benda.

Perkembangan selanjutnya, ia bisa menjaga keseimbangannya dengan baik untuk bangkit berdiri dari posisi duduk pada usia bayi 9 bulan. Seminggu setelahnya yaitu di usia bayi 9 bulan 1 minggu, si kecil mampu berganti posisi dari berdiri ke duduk dengan lancar.

Selain itu, Anda juga akan melibat bayi mulai belajar untuk berdiri sendiri tanpa perlu dibantu sekitar 2 detik, di usia bayi 10 bulan. Namun, ia baru akan benar-benar bisa melakukannya saat usia bayi 11 bulan.

Usia 12-18 bulan

bayi belajar berdiri

Masuk di tahun pertama atau usia bayi 12 bulan atau 1 tahun ini, kemampuan motorik kasar yang dipelajari bayi yakni berdiri sendiri tanpa pegangan, dan membungkukkan tubuh kemudian berdiri kembali. Namun, kegiatan tersebut belum bisa dilakukan si kecil dengan fasih.

Sambil belajar berdiri sendiri dan membungkuk kemudian berdiri lagi, buah hati Anda juga sedang dalam proses untuk bisa berjalan dengan lancar. Meski demikian, sebagian bayi sudah mulai berjalan di usia 12 bulan, walaupun masih belum lancar. 

Menginjak usia bayi 14 bulan, Anda akan menyaksikan si kecil dapat membungkukkan tubuhnya kemudian berdiri lagi, dan berjalan dengan lancar.

Seiring perkembangan usianya, bayi akan menunjukkan kemampuan motorik kasar lainnya yakni dengan berhasil berjalan mundur di usia bayi 16 bulan. Hingga usia bayi 18 bulan, buah hati Anda akan mulai belajar berlari dan menaiki tangga. Akan tetapi, masih butuh waktu sampai ia berhasil melakukannya dengan sangat baik.

Usia 18-24 bulan

anak tidur sendiri

Sekitar usia bayi 19 bulan, buah hati Anda mampu berlari dengan lancar ke sana kemari. Kemudian ketika usia bayi 20 bulan, si kecil mampu dengan gesitnya menaiki tangga.

Selain itu, kemampuan motorik kasar yang juga dapat dilakukan bayi yakni menendang bola ke depan di usia bayi 21 bulan. Di usia ini pula, si kecil sedang belajar melompat dan melempar bola dengan tangannya. Namun, ia mungkin baru benar-benar bisa melakukan kegiatan tersebut di atas usia bayi 24 bulan atau 2 tahun.

Cara mengasah kemampuan motorik kasar bayi

Menuntun anak berjalan pada tahap tumbuh kembang bayi

Cara yang bisa dilakukan untuk membantu mengembangkan kemampuan motorik kasar bayi yakni dengan “memancingnya” agar mau melakukan hal tersebut. Beri ia banyak waktu, ruang, serta kesempatan untuk mengasah koordinasi otot-otot besarnya, misalnya dengan melakukan beberapa hal berikut:

Usia 0-6 bulan

Berikut cara untuk melatih kemampuan motorik kasar bayi usia 0-6 bulan:

1. Ajak bicara atau suguhkan mainan

Di awal-awal usianya, Anda bisa melatih kemampuan motorik kasar bayi untuk mengangkat kepalanya sedikit, 45 derajat, hingga akhirnya 90 derajat dengan cara memancingnya. Anda dapat mengajaknya bicara dengan mendekatkan wajah Anda pada si kecil, atau dengan memainkan mainan di depan wajahnya.

Ketika bayi tertarik dengan ocehan yang Anda sampaikan atau mainan yang Anda mainkan, perlahan-lahan ia akan mengangkat kepalanya sendiri seolah ingin mendekatkan dirinya dengan Anda.

2. Ubah posisi tubuh bayi

Terkadang, ada beberapa bayi belajar tengkurap dengan sendirinya, tapi ada pula yang perlu dibuat tengkurap terlebih dahulu. Sebagai awal, Anda bisa menidurkan bayi tidak dengan posisi telentang terus menerus, tapi juga dengan posisi miring ke samping kanan atau kiri.

Seiring berjalannya waktu, bayi bisa saja menjatuhkan dirinya sendiri hingga akhirnya dapat tengkurap dan menggunakan dada untuk menahan berat tubuhnya.

Contoh lain yaitu saat bayi belajar duduk. Anda bisa mengubah posisi bayi dari berbaring menjadi duduk. Lama-kelamaan ia mampu belajar menggunakan kedua tangannya untuk menahan berat tubuh saat duduk.

Usia 6-12 bulan

Berikut cara untuk melatih kemampuan motorik kasar bayi usia 6-12 bulan:

1. Pegang tangan bayi selama belajar berdiri

Anda dapat melatih kemampuan motorik kasar bayi ketika mengajarkan keseimbangan saat bayi belajar berdiri. Mula-mula Anda perlu memberikannya bantuan dengan memegang tangannya selama si kecil berdiri.

Kemudian, lepaskan pegangan Anda perlahan-lahan ketika dirasa ia mulai mampu menjaga keseimbangannya. Namun, jika bayi tampak mulai akan terjatuh, segera tahan tubuhnya agar tetap bertahan di posisi berdiri.

2. Bantu bayi berdiri sendiri dari posisi duduk

Ketika bayi sedang berbaring atau duduk dan Anda ingin mengangkatnya, sebaiknya jangan langsung menggendongnya. Jika ia sedang dalam posisi berbaring, coba dudukkan dulu.

Setelah duduk, pegang kedua tangannya dan beri sedikit tenaga dengan menariknya, sampai kemudian ia berdiri. Hal ini bertujuan untuk membiasakan dan melatih tubuh bayi agar nantinya dapat berdiri sendiri.

Usia 12-18 bulan

Berikut cara untuk melatih kemampuan motorik kasar bayi usia 12-18 bulan:

1. Sering mengajak bayi berjalan sembari memegang kedua tangannya

Selama proses bayi belajar berjalan, Anda bisa membantunya dengan lebih sering mengajak bayi berjalan ketimbang menggendongnya. Pegang kedua tangannya dari belakang, dan biarkan bayi berjalan di depan Anda.

Sambil memegang tangan Anda, si kecil akan belajar untuk melatih keseimbangan tubuh selagi ia menggerakkan kaki kanan dan kirinya secara bergantian.

2. Minta bayi untuk berlari ke arah Anda

Setelah berhasil berjalan dengan baik, kini saatnya untuk melatihnya belajar berlari. Agar si kecil lebih bersemangat, Anda bisa berdiri beberapa jarak darinya, dan minta bayi untuk berlari pelan-pelan ke arah Anda.

Untuk percobaan pertama kali, ambil jarak yang dekat terlebih dahulu. Jika ia mulai mampu menguasainya, beri jarak yang lebih jauh dan semakin jauh lagi sampai si kecil benar-benar mampu berlari sendiri.

Jangan khawatir ketika ia terjatuh, karena ini merupakan bagian dari proses pembelajarannya. Ketika ia hendak menangis, Anda bisa menyemangatinya kembali dan mengatakan bahwa jatuh itu biasa selama ia sedang belajar.

Usia 18-24 bulan

Berikut cara untuk melatih kemampuan motorik kasar bayi usia 18-24 bulan:

1. Dampingi bayi saat belajar naik tangga

Bayi berisiko terjatuh saat menaiki tangga. Untuk mencegah hal itu terjadi, sebaiknya selalu dampingi si kecil saat ia belajar menaiki tangga dengan mengikutinya dari belakang.

2. Ajak bayi bermain bola

Supaya si kecil bisa melempar dan menendang bola dengan baik, ia butuh lawan bermain. Anda dapat melatih kemampuan motorik kasar bayi dengan menjadi teman bermain yang akan melempar, menangkap, dan menendang bola, serta ajarkan ia bagaimana cara tepat untuk melakukanya.

Perkembangan motorik kasar bayi tidak selalu sama

baby walker

Mengamati perkembangan kemampuan motorik kasar bayi, sebenarnya bisa menjadi salah satu cara untuk menilai apakah si kecil sudah mencapai tonggak perkembangan yang tepat. Hanya saja, perlu dipahami orangtua bahwa kecepatan perkembangan setiap anak, termasuk kemampuan motorik kasar, terjadi di usia yang berbeda-beda.

Ada yang bisa lebih dulu berguling sendiri ketimbang anak lain seusianya, dan ada juga yang butuh waktu lebih lama untuk dapat melakukan hal tersebut. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter apabila Anda khawatir si kecil mengalami keterlambatan dalam mengembangkan kemampuan motorik kasarnya.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: November 21, 2019 | Terakhir Diedit: Januari 22, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca