Ketahui Aturan Pemberian Vitamin untuk Anak

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 29/04/2020 . 8 menit baca
Bagikan sekarang

Ada banyak produk vitamin untuk anak yang dijual di pasaran. Pilihan bentuk dan tekstur vitaminnya juga beragam, misalnya ada yang seperti jeli, permen, atau sirup agar anak lebih mudah untuk mengonsumsinya. Namun sebenarnya, apakah anak benar membutuhkan suplemen vitamin tambahan?

Vitamin untuk anak bisa didapat dari makanan

Sebenarnya bila kebutuhan gizi dan nutrisi anak yang penting sudah tercukupi dengan baik, si kecil tidak perlu diberikan suplemen vitamin tambahan. Ini karena ada banyak vitamin yang bisa didapatkan dari makanan yang konsumsi sehari-hari.

Mengutip dari Mayo Clinic, suplemen tambahan tidak dibutuhkan untuk anak yang sehat yang pertumbuhannya sesuai dengan grafik WHO. Pasalnya, makanan sehari-hari merupakan sumber nutrisi terbaik. Lantas, bagaimana dengan anak pemilih makanan? 

Sebenarnya anak picky eater atau pemilih makanan tidak selalu kekurangan gizi. Ada banyak makanan dan minuman yang kaya vitamin dan nutrisi baik untuk anak yang mungkin dikonsumsinya.

Hanya saja, jika ia makan makanan yang itu-itu saja, kebutuhan vitamin dan mineralnya pun tidak beragam. Akibatnya, ia bisa saja kekurangan zat gizi tertentu.

Namun perlu diketahui bahwa satu makanan bisa mengandung berbagai jenis vitamin, misalnya:

Susu dan produk olahannya

Susu dan produk susu, contohnya keju dan yoghurt, mengandung berbagai jenis zat gizi seperti kalsium, fosfor, vitamin D, dan protein sekaligus. 

Dalam satu gelas susu berisi 240 ml, mengandung:

  • Kalori: 149 kkal
  • Air: 88 persen
  • Protein: 7,7 gram
  • Karbohidrat: 11,7 gram
  • Gula: 12,3 gram
  • Lemak: 8 gram

Anda bisa menyesuaikan dengan porsi dan waktu anak minum susu. Sementara itu, mengutip dari Data Komposisi Pangan Indonesia, 100 gram keju mengandung:

  • Kalori: 326 kal
  • Protein: 22,8 gram
  • Lemak: 20,3 gram
  • Karbohidrat: 13,1 gram
  • Kalsium: 777 mg
  • Zinc: 3,1 mg

Keju tidak hanya dimakan secara langsung, tetapi juga bisa dijadikan bahan masakan yang disesuaikan dengan kesukaan si kecil.

Sayur dan buah

Tidak hanya vitamin, anak juga membutuhkan serat yang bisa melancarkan buang air besar. Sayuran dan buah-buahan merupakan sumber terbaik untuk vitamin, mineral, dan serat.

Beberapa pilihan buah yang tinggi serat yaitu:

  • Alpukat: mengandung serat 6,7 gram serat per 100 gram
  • Apel: mengandung 4,4 gram serat per 100 gram
  • Pir: mengandung 5,5 gram serat
  • Kelompok buah beri (stroberi, raspberi, bluberi): mengandung 6,5 gram serta

Sementara untuk pilihan sayur yang tinggi serat dan bisa diberikan pada si kecil, seperti:

  • Brokoli: mengandung 2,6 gram serat setiap 100 gram
  • Wortel: mengandung 3,4 gram serat setiap 100 gram
  • Bayam: mengandung 2,2 gram serat per 100 gram

Sayur dan buah bisa menjadi andalan untuk memenuhi kebutuhan serat harian anak

Protein nabati dan hewani

Selain vitamin, anak juga membutuhkan protein untuk menunjang gizi harian. Adapun sumber protein hewani maupun nabati misalnya ikan, daging sapi, daging ayam, telur, tahu, tempe, dan sebagainya.

Dalam makanan-makanan tersebut Anda bisa menemukan protein, zat besi, seng, dan berbagai mineral serta vitamin lainnya. Berikut kandungan protein dari beberapa makanan yang mudah ditemui:

  • Satu butir telur mengandung 6 gram protein
  • Dada ayam seberat 100 gram mengandung 53 gram protein
  • Daging sapi segar seberat 100 gram mengandung 17,5 gram protein
  • 100 gram ikan tuna mengandung 30 gram protein
  • Udang mentah seberat 100 gram mengandung 24 gram protein

Anda bisa sesuaikan bahan di atas dengan selera si kecil. Bila ingin mengenalkan makanan baru, buat tampilan menu yang menarik perhatiannya.

Anak yang membutuhkan asupan suplemen vitamin tambahan

anak kekurangan vitamin

Suplemen akan dibutuhkan jika anak Anda mengalami beberapa kondisi khusus atau gangguan kesehatan. Mengutip dari NHS,  anak-anak yang membutuhkan suplemen vitamin tambahan yaitu:

  • Anak yang mengalami beberapa penyakit seperti diare, asma, dan berbagai kondisi kekurangan zat gizi lainnya.
  • Anak yang sangat susah makan dan asupan makanannya sangat rendah dalam satu hari.
  • Anak yang sedang mengalami kondisi tertentu dan menjalani diet tertentu (misalnya anak vegetarian).

Segera konsultasikan ke dokter bila si kecil mengalami salah satu kondisi di atas untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

6 jenis vitamin yang paling dibutuhkan oleh anak

Untuk memaksimalkan pertumbuhan dan perkembangannya, anak butuh diberikan berbagai makanan yang mengandung zat gizi. Berikut adalah 6 jenis vitamin yang paling dibutuhkan untuk tumbuh kembang anak.

Vitamin A

Jenis vitamin yang satu ini bermanfaat untuk membantu pertumbuhan serta perkembangan anak secara keseluruhan.

Manfaat vitamin A untuk anak yaitu berperan penting dalam memperbaiki jaringan dan tulang yang rusak, menjaga sistem kekebalan tubuh, serta menjaga kesehatan indra penglihatan.

Sumber makanan yang mengandung vitamin A adalah susu, keju, telur ayam, dan jenis buah/sayur yang berwarna kuning kemerahan seperti wortel dan jeruk.

Vitamin B

Keluarga vitamin B, yaitu B2, B3, B6, dan B12 merupakan vitamin yang berperan penting dalam metabolisme dan produksi energi dalam tubuh anak.

Sementara itu, manfaat kelompok vitamin B untuk anak juga menjaga kesehatan jantung dan sistem saraf. Makanan yang banyak mengandung vitamin B adalah daging sapi, daging ayam, ikan, kacang-kacangan, telur, susu, keju, dan kedelai.

Vitamin C

Kandungan vitamin C bertanggung jawab dalam menjaga kesehatan otot, jaringan ikat, dan kulit. Vitamin C banyak ditemukan dalam berbagai jenis buah-buahan, seperti, stroberi, kiwi, dan jeruk.

Selain itu, sayur-sayuran jenis brokoli, tomat, dan berbagai sayur berdaun hijau tua. Anda bisa memberikan jenis buah tersebut sebagai camilan karena manfaat vitamin C untuk tumbuh kembang anak.

Vitamin D

Jenis vitamin yang bisa didapat dengan menjemur bayi di bawah sinar matahari ini berperan dalam penyerapan kalsium dalam tubuh dan menjaga kadarnya normal. 

Oleh karena itu, vitamin D penting untuk tumbuh kembang anak seperti tulang dan gigi. Sumber utama vitamin D adalah sinar matahari.

Namun beberapa sumber makanan juga mengandung vitamin D, yaitu minyak ikan dari salmon dan makarel, serta susu. 

Bayi yang baru lahir tidak bisa langsung terpapar matahari. Oleh karena itu, biasanya mengalami kekurangan vitamin D. Anjuran vitamin D untuk bayi sebanyak 8,5 hingga 10 mcg per hari.

Kalsium

Zat yang satu ini membantu untuk menguatkan tulang pada anak-anak yang sedang mengalami pertumbuhan. Sumber kalsium yang paling baik adalah susu, keju, yoghurt, tahu, dan berbagai makanan yang sudah difortifikasi kalsium.

Zat besi

Zat besi berfungsi untuk membangun otot dan merupakan salah satu kandungan hemoglobin (darah yang bertanggung jawab untuk mengantarkan oksigen dan makanan ke seluruh bagian tubuh). 

Anak kekurangan zat besi dapat menyebabkan berbagai hal buruk bagi kesehatan, terutama pada anak perempuan yang sudah mengalami menstruasi.

Sumber makanan yang mengandung zat besi tinggi adalah daging, bayam, dan berbagai jenis kacang-kacangan.

Hal yang harus diperhatikan sebelum memberi anak suplemen vitamin tambahan

vitamin K untuk anak

Gizi yang baik bisa didapatkan dari mengonsumsi berbagai makanan yang sehat dan segar. Hindari berpikiran bahwa pemberian suplemen adalah cara mudah untuk membuat anak sehat.

Kebanyakan suplemen vitamin tambahan mengandung karbohidrat dan gula yang tinggi, sehingga tidak baik untuk kesehatan anak. Hal ini terjadi karena produsen ingin suplemennya disukai oleh anak-anak dari segi rasa.

Oleh karena itu, banyak suplemen yang memiliki rasa manis dan berwarna. Jika Anda terlalu sering memberikan suplemen untuk anak, bukan tidak mungkin anak malah mengalami overweight atau obesitas pada anak.

Suplemen yang mengandung multivitamin dalam satu kapsul atau satu kemasan juga tidak dianjurkan untuk diberikan kepada anak. Jika konsumsinya tidak terkontrol dan tidak diperhatikan, akan memicu keracunan pada anak.

Begitu juga untuk suplemen zat besi, jika terlalu banyak dikonsumsi maka akan menimbulkan berbagai komplikasi.

Cara aman memberi suplemen vitamin untuk anak

Jika Anda terpaksa untuk memberikan anak suplemen vitamin, sebaiknya dilihat dulu kebutuhannya agar tidak menjadi overdosis.

Bahkan bila perlu diskusikan hal ini kepada dokter agar takarannya tepat. Berikut adalah tips memberikan vitamin pada anak:

Menjauhkan suplemen dari jangkauan anak

Mungkin anak Anda akan mengira suplemen tersebut permen karena rasa yang manis dan bentuknya yang lucu. Maka akan lebih baik bila menyimpan suplemen di tempat yang jauh dari jangkauan si kecil, agar ia tidak mudah untuk memakannya.

Utamakan memberi makanan sehat

Sebelum memberi suplemen tambahan untuk anak, baiknya utamakan makanan segar dan sehat terlebih dahulu. Jika anak susah makan, Anda bisa membuat hidangan makanan dengan menarik sehingga anak tertarik untuk memakannya

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

3 Suplemen Penambah Hormon Testosteron untuk Para Pria

Selain mengubah gaya hidup lebih sehat, ternyata ada lain yang disebut-sebut bisa dipakai untuk menambah hormon testosteron, yaitu konsumsi suplemen.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Perawatan Pria, Hidup Sehat 16/05/2020 . 6 menit baca

6 Tips Agar BAB Anak Lancar dan Tidak Keras

Ibu perlu menerapkan pola hidup sehat kepada anak, agar BAB si kecil lancar dan tidak keras. Ikuti tips ini untuk membantu melancarkan pencernaan anak.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Serat Anak, Parenting, Nutrisi Anak 14/05/2020 . 5 menit baca

Selain Menambah Nafsu Makan, 3 Suplemen Ini Bisa Menaikkan Berat Badan

Selain mengatur porsi makanan, ternyata ada beberapa suplemen yang bisa digunakan sebagai penambah berat badan. Ini dia daftarnya!

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Berat Badan Ideal, Hidup Sehat 09/05/2020 . 3 menit baca

Peran dan Manfaat Nutrisi dalam Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Anak

Salah satu manfaat dari nutrisi adalah untuk menjaga daya tahan tubuh anak. Jika asupannya tidak mencukupi, berbagai gangguan kesehatan dapat terjadi.

Ditulis oleh: Roby Rizki
Parenting, Nutrisi Anak 04/05/2020 . 4 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

protein susu soya

Ibu Harus Tahu, Ini Beda Kandungan Protein dalam Susu Kedelai dan Susu Sapi

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 03/07/2020 . 6 menit baca
nutrisi untuk anak aktif

Kebutuhan Asupan Nutrisi yang Perlu Dipenuhi Anak Aktif dan Suka Olahraga

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 30/06/2020 . 6 menit baca
protein untuk anak saat puasa

Cara Protein Whey Membantu Tubuh Anak Tetap Fit saat Puasa

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 05/06/2020 . 5 menit baca
susu formula whey protein untuk anak

Manfaat Protein Whey untuk Daya Tahan Tubuh Anak

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 22/05/2020 . 4 menit baca