3 Tips Menerapkan Pola Makan Sehat Pada Anak Demi Berat Badan Ideal

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 08/04/2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Tak hanya orang dewasa saja yang harus mencapai berat badan idealnya, anak-anak pun juga wajib. Namun menghitung kalori dan berolahraga sampai mencapai titik lelah, ternyata bukan solusi efektif untuk menurunkan berat badan anak. Bahkan, membatasi asupan kalori pada masa pertumbuhan justru menimbulkan risiko kesehatan anak. Anda tidak dianjurkan untuk menerapkan diet seperti ini demi mencapai berat bedan ideal anak, kecuali atas saran dan pengawasan dokter. Lalu, bagaimana caranya mencapai berat badan ideal anak? Simak tipsnya dalam artikel ini.

Pola makan sehat kunci utama mencapai berat badan ideal anak

Pada dasarnya, pemberian nutrisi yang tepat dan konsisten adalah kuncinya. Daripada berkutat pada cara untuk menurunkan berat badan anak, fokuslah pada gaya hidup sehat untuk seluruh anggota keluarga, terlepas dari berapa pun berat badan masing-masing.

Hal ini dapat dimulai dari cara yang paling sederhana, yaitu mengatur pola makan sehari-hari. Buatlah jadwal tiga kali makan pokok dan dua kali makan camilan dalam sehari.

Selain itu, kurangi konsumsi junk food dan minuman tinggi gula seperti soda. Memerhatikan ukuran porsi makan dan luangkan waktu untuk melakukan aktivitas fisik juga merupakan hal penting untuk mencapai berat badan ideal anak. Dengan mengikuti arahan tersebut, berat badan anak akan berangsur normal.

Tips menerapkan pola makan sehat untuk anak

1. Siapkan bekal untuk anak

Sebagai orangtua, Anda mungkin akan menemukan kendala dalam menerapkan pola makan sehat pada anak, terutama pada pertengahan masa kanak-kanak. Sebagai contoh, anak tidak sempat sarapan karena takut terlambat pergi ke sekolah, atau anak memilih menu yang tidak sehat di kantin sekolah.

Nah, tentunya Anda bertanggung jawab untuk menemukan solusi efektif dalam mengatasi masalah tersebut. Jika kantin sekolah tidak menawarkan menu makanan sehat, bekali anak dengan makan siang yang sehat setiap harinya.

Ada berbagai pilihan menu yang baik, tapi hindari salami dan daging berlemak tinggi lainnya. Tambahkan sepotong buah dan mungkin sekantong roti dalam kotak bekal milik anak. Sertakan pula sebotol air minum ukuran kecil untuknya, atau berikan uang untuk membeli susu rendah lemak di kantin sekolah.

2. Sediakan camilan sehat

Setelah pulang sekolah, biasanya anak akan langsung membuka lemari atau kulkas untuk mencari camilan. Sediakan berbagai pilihan camilan sehat, seperti buah-buahan segar, biskuit gandum, popcorn, atau roti gandum tawar. Simpanlah makanan sehat tersebut di tempat yang mudah dijangkau anak, seperti di ruang TV, di meja makan, di kulkas, di lemari makan, dan lain sebagainya.

Jauhkan es krim, biskuit, dan kue dari jangkauan anak-anak, atau lebih baik lagi untuk tidak menyediakannya di rumah. Jika Anda tidak membatasi akses anak untuk makan camilan seperti ini, Anda gagal mendukung anak untuk mendapat berat badan sehat.

3. Pilih cara masak yang menyehatkan

cara memasak sehat tanpa menggoreng

Ketika memasak di dapur, pilih cara memasak yang tidak menggunakan banyak minyak, seperti memanggang, membakar, dan mengukus makanan. Setiap hari, buatlah menu makanan yang bervariasi, sehingga anak jadi tidak mudah bosan. Selain itu, libatkan beberapa jenis makanan berikut dalam menu makanan penuh nutrisi untuk keluarga:

  • Buah dan sayuran segar
  • Sereal dan roti gandum
  • Produk susu, seperti susu murni, yogurt, dan keju rendah atau tanpa lemak
  • Daging ayam tanpa kulit
  • Daging sapi tanpa lemak
  • Berbagai jenis ikan

Olahlah semua jenis makanan tersebut menggunakan cara masak yang menyehatkan. Selain untuk mendapatkan berat badan ideal anak, cara ini juga ampuh untuk menjaga kesehatannya secara keseluruhan.

Hal yang harus diperhatikan saat menerapkan pola makan sehat pada anak

Tetap waspada terhadap berbagai kemungkinan. Misalnya di sekolah, anak kadang-kadang bertukar makanan dengan teman sebayanya, seperti menukar sandwich dan buah untuk sekantong keripik kentang.

Jika anak main ke rumah teman selepas sekolah, anak mungkin lebih memilih ngemil permen daripada apel. Singkatnya, anak akan menghadapi banyak godaan setiap harinya walaupun Anda telah berusaha maksimal untuk membentuk pola makan sehat di rumah.

Oleh karena itu, Anda dituntut sabar dan tidak gampang putus asa untuk terus mencoba membiasakan anak bahkan keluarga Anda untuk menerapkan pola makan yang lebih sehat.

Satu hal yang harus Anda pahami, orangtua adalah panutan dalam proses ini, jadi pilihlah makanan sehat untuk diri sendiri dan keluarga. Meskipun anak-anak usia sekolah cenderung sibuk, upayakan untuk ajak mereka makan dengan keluarga sesering mungkin.

Makan dengan keluarga adalah waktu yang tepat bagi setiap anggota keluarga untuk saling berbagi cerita. Melalui kegiatan ini, hubungan tiap anggota keluarga akan semakin dekat.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

10 Jenis Cedera Olahraga yang Paling Sering Terjadi

Saat berolahraga, tubuh Anda akan bergerak dan beraktivitas lebih intens dari biasanya sehingga Anda rawan mengalami 10 cedera olahraga berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kebugaran, Hidup Sehat 11/06/2020 . Waktu baca 8 menit

Olahraga Menggunakan Masker Saat Pandemi, Begini Menurut Pakar

Penggunaan masker memang diperlukan saat bepergian ke luar di tengah pandemi COVID. Namun, amankah menggunakan masker saat olahraga?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Coronavirus, COVID-19 09/06/2020 . Waktu baca 7 menit

Berat Badan Bayi Ideal Usia 0-12 Bulan

Berat badan bayi ideal merupakan patokan utama terhadap kualitas perkembangan dari bayi. Berapa seharusnya berat badan bayi di satu tahun pertamanya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Parenting, Nutrisi Anak 02/04/2020 . Waktu baca 14 menit

5 Masalah Gizi yang Mungkin Terjadi pada Bayi Serta Cara Penanganannya

Asupan gizi harian bayi kadang bisa tidak sesuai dengan kebutuhannya. Jika ini terjadi dalam waktu lama dapat berisiko menyebabkan masalah gizi pada bayi.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Parenting, Nutrisi Anak 01/04/2020 . Waktu baca 12 menit

Direkomendasikan untuk Anda

menjaga kesehatan anak dengan penyakit jantung bawaan

Panduan Menjaga Kesehatan Anak dengan Penyakit Jantung Bawaan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 01/07/2020 . Waktu baca 10 menit
manfaat surfing kesehatan mental

Berselancar di Laut Ternyata Bermanfaat untuk Kesehatan Mental, Lho!

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 23/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Tips Menjaga Kesehatan Kulit Sebelum dan Sesudah Berolahraga

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 18/06/2020 . Waktu baca 4 menit
pemanasan sebelum olahraga

Berapa Lama Olahraga yang Dianggap Efektif?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 16/06/2020 . Waktu baca 5 menit