Ingin berbagi cerita soal anak? Ikut komunitas Parenting sekarang!

home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Tak Cuma Atasi Lapar, Rutin Sarapan Pagi Bisa Bikin Anak Berprestasi!

Tak Cuma Atasi Lapar, Rutin Sarapan Pagi Bisa Bikin Anak Berprestasi!

Buru-buru ke sekolah karena takut terlambat menjadi alasan paling umum kenapa anak sering melewatkan sarapan setiap hari. Padahal, sarapan itu penting, lho! Bukan sekadar mengatasi kelaparan, manfaat sarapan pagi bagi anak juga dapat membantu kegiatan belajarnya di sekolah. Bahkan, anak Anda akan tumbuh berprestasi berkat rutin sarapan setiap pagi.

Kenapa masih banyak anak yang jarang sarapan pagi?

American Academy of Pediatric menyebut, sekitar 8-12% anak-anak usia sekolah melewatkan sarapannya.

Ketika memasuki usia remaja, sebanyak 20-30% dari mereka benar-benar meninggalkan sarapan setiap paginya.

Penyebab anak tidak sarapan pagi bisa bermacam-macam, mulai dari bangun kesiangan, takut terlambat, anak terlalu mual, dan lelah untuk makan.

Ini biasanya sering terjadi jika anak, terutama remaja, tidur terlalu malam karena sibuk dengan PR atau kegiatan ekstrakurikulernya.

Akibat hal tersebut, anak seringkali menunda waktu bangun tidurnya dan terbangun dalam keadaan panik karena sudah terlambat ke sekolah.

Ironisnya, beberapa anak sekolah usia remaja, terutama perempuan, memilih untuk tidak sarapan pagi karena sedang berupaya untuk mengontrol kenaikan berat badan.

Padahal, fakta yang benar justru sebaliknya. Lalu, apa saja manfaat sarapan pagi bagi anak sekolah?

Apa manfaat sarapan pagi bagi anak sekolah?

kebutuhan nutrisi anak selama masa ujian sekolah

Ketika terbangun di pagi hari, wajar jika anak merasa lapar karena telah tidur 8-12 jam pada malam harinya.

Itulah mengapa sarapan pagi sangat penting untuk dapat mengatasi kelaparan yang telah berlangsung lama tersebut.

Meski demikian, manfaat sarapan pagi bukan sekadar mengatasi kelaparan. Ada banyak manfaat sarapan pagi yang bisa anak Anda peroleh untuk mendukung kegiatan belajarnya di sekolah.

Berikut adalah berbagai manfaat sarapan pagi untuk anak Anda.

1. Menambah energi

Ibarat mobil, sarapan pagi bertindak sebagai bensin alias bahan bakar yang menjadi sumber tenaga untuk beraktivitas.

Apalagi, energi setiap orang cenderung menurun pada pagi hari karena tidak makan hingga berjam-jam pada malam harinya.

Oleh karena itu, sarapan bisa menjadi cara untuk meningkatkan energi anak guna mendukung aktivitas, termasuk kegiatan belajarnya selama sehari penuh.

Sebaliknya, anak bisa merasa lelah dan lesu jika tidak sarapan sehingga bisa mengganggu kegiatan belajarnya di sekolah.

2. Meningkatkan konsentrasi dan daya ingat

Sudah terbukti jika anak yang rajin sarapan pagi cenderung lebih fokus dan bisa berkonsentrasi serta memiliki daya ingat yang baik ketimbang anak yang tidak sarapan.

Energi dan nutrisi yang berasal dari menu sarapan anak membuatnya memiliki rentang perhatian yang lebih lama.

Adapun hal-hal tersebut dapat membantu anak untuk belajar lebih baik dan aktif di kelas.

3. Meningkatkan prestasi akademik

Anak yang rutin sarapan tiap pagi pun cenderung memiliki prestasi akademik yang lebih baik daripada anak yang tidak sarapan.

Manfaat sarapan pagi ini bisa anak Anda peroleh karena ia mampu mengerjakan tugas-tugas dan ujian sekolah dengan lebih baik.

Hal ini tentu akan mengarah kepada nilai akademik anak yang lebih baik pula.

Tak hanya itu, anak yang sarapan tiap pagi pun memiliki hubungan yang lebih baik dengan guru dan orang dewasa lainnya di sekolah.

Hal ini tentu bisa mengarah pada hasil akademik yang positif.

4. Memiliki gizi yang cukup

Sarapan pagi juga dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi anak, terutama jika mengonsumsi makanan kaya nutrisi.

Ambil contohnya, menu sarapan anak merupakan makanan yang terdiri karbohidrat, protein, serta vitamin dan mineral.

Melansir Better Health, orang yang sarapan lebih mungkin memenuhi asupan nutrisi hariannya daripada orang yang tidak.

Hal ini tentu saja bisa mencegah kekurangan gizi pada anak serta berperan penting dalam menjaga kesehatan anak dan mendukung tumbuh kembangnya.

5. Terhindar dari penyakit kronis

Bukan cuma itu, rutin makan pagi pun dapat mengurangi risiko overweight atau obesitas pada anak.

Pasalnya, anak yang tidak sarapan lebih mungkin untuk mengganti makan paginya dengan camilan tinggi lemak, gula, dan garam sehingga berat badannya menjadi tidak terkontrol.

Adapun hal-hal tersebut meningkatkan risiko anak terkena berbagai penyakit kronis, seperti diabetes pada anak, hingga penyakit kardiovaskular.

Sebaliknya, anak yang rutin makan pagi justru lebih mungkin terhindar dari berbagai penyakit tersebut.

6. Menjaga kesehatan mental anak

Tak hanya secara fisik, manfaat sarapan pagi juga bisa meningkatkan kesehatan mental anak.

Paslanya, anak yang memiliki cukup energi untuk beraktivitas dan tak menemui kesulitan dalam belajar cenderung mempunyai suasana hati yang baik.

Ia pun lebih kecil kemungkinannya untuk mengalami frustrasi atau stres.

7. Terhindar dari perilaku buruk

Anak yang sarapan juga cenderung tidak mengalami masalah perilaku dan disiplin ketika di sekolah.

Food Research & Action Center menyebut, anak remaja yang mengalami kelaparan lebih mungkin untuk diskors dari sekolah dan mengalami kesulitan bergaul dengan teman-temannya.

Sebaliknya, anak yang rutin makan pagi menunjukkan penurunan masalah perilaku dan memiliki tingkat ketidakhadiran dan keterlambatan yang lebih rendah.

Seperti apa menu sarapan yang baik untuk anak?

sarapan sehat

Untuk meraup manfaat sarapan pagi dengan maksimal, perhatikan menu makanan yang Anda sajikan untuk si kecil.

Pastikan makanannya mengandung gizi lengkap yang baik untuk tumbuh kembang anak.

Idealnya, menu sarapan terdiri dari berbagai komponen nutrisi untuk anak, yaitu karbohidrat, protein, serat, lemak, serta ragam vitamin dan mineral.

Namun terkadang, pagi Anda seringkali terlalu repot untuk menyiapkan ragam makanan yang mengandung nutrisi-nutrisi tersebut.

Jika ini kendalanya, Anda bisa menyiapkan sarapan yang lebih simpel, tetap tetap bernutrisi. Paling tidak, Anda bisa menyediakan makanan mengandung karbohidrat sebagai penambah energi anak Anda.

Selipkan pula protein dan lemak dalam menu tersebut untuk memberikan rasa kenyang dan berkontribusi dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari, misalnya sereal dan produk susu atau roti dan telur.

Anda juga bisa menambahkan buah-buahan atau kacang-kacangan pada menu tersebut.

Jangan lupa untuk memberikan sumber protein untuk anak yang berbeda-beda, seperti ikan, daging, ayam, tahu, atau tempe secara bergantian.

Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Benefits of eating breakfast for students. Unicaf – Scholarship Programme. (2021). Retrieved 8 November 2021, from https://www.unicaf.org/benefits-of-eating-breakfast-for-students/

Benefits of School Breakfast – Food Research & Action Center. Food Research & Action Center. (2021). Retrieved 8 November 2021, from https://frac.org/programs/school-breakfast-program/benefits-school-breakfast

Breakfast – Better Health Channel. Betterhealth.vic.gov.au. (2021). Retrieved 8 November 2021, from https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/healthyliving/breakfast

Breakfast Basics (for Parents) – Nemours KidsHealth. Kidshealth.org. (2021). Retrieved 8 November 2021, from https://kidshealth.org/en/parents/breakfast.html

IDAI | Sarapan? Gak ah…. Idai.or.id. (2021). Retrieved 8 November 2021, from https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/sarapan-gak-ah%E2%80%A6

Redcross.org.au. (2021). Retrieved 8 November 2021, from https://www.redcross.org.au/getmedia/f7b6f98a-e338-4734-ba14-40199f07945b/fact-sheet-4-2.pdf.aspx

The Case for Eating Breakfast. HealthyChildren.org. (2021). Retrieved 8 November 2021, from https://www.healthychildren.org/English/healthy-living/nutrition/Pages/The-Case-for-Eating-Breakfast.aspx

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Ihda Fadila Diperbarui 3 minggu lalu
Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita