Bolehkah Pakai Obat Pencahar untuk Mengatasi Susah BAB pada Anak

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/05/2020
Bagikan sekarang

Salah satu masalah yang sering kali dialami bayi dan anak-anak adalah masalah pencernaan seperti sembelit (susah buang air besar). Tak jarang, hal ini justru membuat orangtua jadi khawatir. Lantas, apa yang bisa orangtua lakukan untuk mengatasi dan mencegah susah BAB pada anak? Apakah boleh memberikan obat pencahar untuk anak?

Bolehkah anak diberikan obat pencahar?

Salah satu cara mengatasi susah BAB yang paling mudah dan umum dilakukan adalah dengan menggunakan obat pencahar, termasuk untuk anak. Ya, meski umumnya digunakan orang dewasa, nyatanya anak kecil juga boleh-boleh saja minum obat pencahar.

Obat sembelit untuk anak biasanya dibedakan menjadi dua berdasarkan cara kerjanya. Pertama, obat akan melunakkan tinja agar lebih mudah dikeluarkan. Kedua, obat merangsang gerakan usus agar tinja dapat keluar dengan lebih mudah.

Namun, sebelum memberikan obat pencahar pada si kecil, pastikan Anda telah berkonsultasi dengan dokter anak. Dengan begitu Anda bisa mendapatkan obat yang tepat dan tidak membawa risiko efek samping tinggi pada buah hati Anda.

Obat pencahar yang aman untuk anak

Terdapat beberapa jenis obat pencahar yang biasanya diberikan untuk anak. Berikut adalah berbagai pilihan obat pencahar anak yang aman untuk mengatasi susah BAB.

  • Obat pencahar yang bekerja melunakkan tekstur tinja, seperti docusate (Coloxyl), lactulose (Laevolac), dan mineral oil. Obat docusate adalah obat kapsul atau atau tablet. Obat ini diberikan jika sembelit yang dialami anak tidak terlalu parah. Sementara itu, lactulose biasanya berbentuk cairan. Anda dapat memberikannya dengan mencampurnya pada jus atau minuman anak.
  • Obat pencahar yang merangsang gerakan usus anak atau disebut dengan stimulan. contoh dari obat jenis ini antara lain sennoside B (Senokot) dan bisacodyl (Lax-tab dan Dulcolax).

Cara lain mengatasi susah BAB pada anak

Sebagai orangtua, Anda mungkin akan berusaha semaksimal mungkin untuk tidak memberikan obat kepada buah hati Anda. Memberi obat pencahar untuk masalah susah BAB anak bisa jadi pilihan terakhir yang Anda ambil sebagai solusinya.

Kabar baiknya adalah sembelit biasanya disebabkan karena pola makan dan pola hidup yang kurang sehat. Artinya, Anda tentu dapat mencegah hal ini terjadi dengan menerapkan pola makan dan pola hidup yang sehat pada anak.

Selain memberikan obat pencahar, salah satu cara untuk mengatasi susah BAB pada anak adalah memastikan anak mendapatkan cairan yang cukup, yaitu 6-8 gelas air mineral per hari. Jumlah tersebut juga termasuk susu atau ASI.

Anda juga bisa memberikan susu yang diformulasikan khusus untuk mendukung kesehatan pencernaan si kecil, seperti susu anak tinggi serat. Susu anak tinggi serat mampu membantu pemenuhan kebutuhan serat harian si kecil, serta mencegah dan mengatasi sembelit. 

Beberapa hal lain yang juga bisa Anda lakukan agar BAB anak jadi lancar, antara lain:

  • Biasakan anak makan sayur dan buah-buahan, terutama untuk anak yang sudah bisa makan makanan padat.
  • Ajak anak untuk melakukan aktivitas fisik. Tak perlu olahraga yang berat, cukup mengajaknya main di luar.
  • Beberapa anak mungkin menahan keinginan buang air besar karena sedang asyik bermain. Itu sebabnya, biasakan anak untuk ke toilet setelah makan pagi. Anda mungkin perlu melakukan toilet training agar anak terbiasa untuk pergi ke toilet ketika merasa ingin buang air besar dan bukan menahannya.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berbagai Manfaat Daun Kale, Si Hijau yang Kaya Zat Gizi

Tak heran jika kale kini naik daun di kalangan para pecinta kesehatan. Sayuran hijau ini mengandung segudang manfaat, termasuk untuk kanker payudara.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Nutrisi, Hidup Sehat 28/05/2020

Cara Diet Turun Berat Badan yang Aman Tanpa Bahayakan Kesehatan

Mau punya berat badan ideal? Diet sehat jawabannya. Namun, agar diet yang Anda lakukan tidak sia-sia, simak dulu panduan lengkap berikut ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Stres dan depresi tidak sama, keduanya memiliki perbedaan mendasar. Maka jika penanganannya keliru, depresi bisa berakibat fatal. Cari tahu, yuk!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri

Rutin Minum Madu Saat Sahur Bisa Memberikan 5 Kebaikan Ini

Katanya, minum madu saat sahur bisa memberikan segudang manfaat baik bagi tubuh selama menjalani puasa. Tertarik ingin coba? Simak beragam khasiatnya.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hari Raya, Ramadan 17/05/2020

Direkomendasikan untuk Anda

warna rambut

Warna Rambut Sesuai Karakteristik Diri, yang Manakah Anda?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020
gerimis bikin sakit

Benarkah Gerimis Lebih Bikin Sakit Daripada Hujan?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020

Anak Sering Sakit Perut, Apakah Orang Tua Harus Khawatir?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 29/05/2020
resep membuat bakwan

4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020