Kapan Balita Boleh Mulai Minum Susu Sapi?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Semakin bertambahnya usia, anak membutuhkan nutrisi tambahan untuk memaksimalkan pertumbuhan dan perkembangannya. ASI saja nyatanya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi anak, terutama setelah si kecil menginjak usia satu tahun. Nah, salah satu cara yang bisa Anda lakukan adalah dengan memberikan si kecil asupan susu sapi. Lantas, kapan anak boleh mulai minum susu sapi? Berikut penjelasannya.

Kapan anak mulai boleh minum susu sapi?

anak minum susu

Susu merupakan salah satu sumber kalsium yang baik untuk membangun tulang dan gigi yang kuat pada anak. Selain itu, susu juga mengandung protein dan karbohidrat untuk mendukung pertumbuhan dan energi anak saat beraktivitas.

Pada bayi usia di bawah satu tahun, ASI memang menjadi makanan terbaik bagi tumbuh kembang bayi. Selain karena kandungan nutrisinya, ASI juga merupakan satu-satunya makanan yang bisa dicerna dengan baik oleh sistem pencernaan bayi yang belum optimal.

Itulah mengapa bayi tidak dianjurkan untuk makan apa pun di luar ASI, sekalipun itu susu sapi. Pasalnya, susu sapi mengandung konsentrasi protein dan mineral yang tinggi. Bukannya menyehatkan, kandungan tersebut justru dapat membebani kerja ginjal bayi yang belum sepenuhnya matang.

Maka itu, Anda baru boleh mengenalkan susu sapi setelah anak berusia satu tahun. Di usia ini, sistem pencernaan anak mulai menuju kematangan dan sudah siap untuk menerima makanan lain yang lebih padat.

Usia satu tahun ke atas merupakan puncak pertumbuhan dan perkembangan otak anak. Karena itulah anak membutuhkan tambahan susu sapi untuk meraup kalori dan lemak yang lebih banyak.

Lantas, apakah aktivitas menyusui berhenti begitu saja? Nyatanya tidak. Anda tetap boleh lanjut menyusui si kecil. Selama Anda dan si kecil masih menikmati masa-masa menyusui, Anda justru bisa memberikan manfaat ASI secara maksimal kepada si kecil hingga usianya dua tahun.

Bagaimana cara mengenalkan susu sapi pada anak?

Susu Alternatif Bagi Anak Yang Alergi Susu Sapi

Menurut dr. Ari Brown, seorang penulis buku Baby 411 and Toddler 411, waktu terbaik mengenalkan anak minum susu sapi adalah saat makan malam atau waktu ngemil, seperti dilansir dari Parents.

Ingat, berikan susu sapi hanya pada waktu-waktu tersebut. Jika si kecil mulai suka minum susu sapi dan terus-menerus menginginkannya, mintalah ia menunggu hingga waktu makan camilan atau makan malam tiba.

Ketimbang menggunakan botol atau gelas bayi (sippy cup), gunakan cangkir kecil saat Anda memberikan susu sapi untuk si kecil. Ini karena penggunaan cangkir dapat membantu anak belajar minum sekaligus mendorong perkembangan pipi, tulang, dan rahang yang sehat.

Ketika anak minum susu dengan botol atau gelas bayi, anak akan minum susu kebanyakan. Jika terus dibiarkan, hal ini dapat membuat anak lebih cepat gemuk dan meningkatkan risiko obesitas saat dewasa.

Berapa takaran susu sapi yang boleh diminum si kecil?

berapa banyak susu formula untuk bayi

Sesuai dengan anjuran American Academiy of Pediatrics (AAP), anak usia satu tahun hanya boleh minum susu sebanyak satu sampai satu setengah cangkir setiap harinya. Setelah menginjak usia dua tahun, barulah si kecil boleh minum susu hingga dua cangkir setiap hari.

Ingat, batasi jumlah asupan susu sapi untuk anak agar tidak melebihi empat cangkir susu setiap hari. Semakin banyak anak minum susu, semakin cepat pula si kecil kenyang dan akhirnya tidak mau makan. Jadi, jika si kecil masih merasa haus, cukup tawarkan air putih saja.

Apa yang harus dilakukan kalau anak tidak mau minum susu sapi?

anak tidak mau minum susu

Tidak semua anak bisa menerima tekstur dan rasa susu sapi. Ada yang bisa langsung menikmati susu sapi, ada pula yang langsung menolak dan maunya ASI saja.

Jika hal ini terjadi pada balita Anda, cobalah untuk mencampur susu sapi dengan ASI. Caranya, gunakan perbandingan 1:3 untuk susu sapi dengan ASI. Tambahkan jumlah takaran susu sapi secara bertahap sambil melihat respon tubuh anak.

Bila tubuh anak tidak menunjukkan gejala-gejala masalah pencernaan, ini artinya ia tidak alergi susu sapi. Sebaliknya, bila si kecil sakit perut, diare, muntah, atau muncul ruam merah dan gatal, bisa jadi si kecil mengalami alergi susu sapi.

Segera bawa anak ke dokter jika si kecil mengalami gejala alergi susu sapi. Selain dengan menghindari susu sapi, Anda juga harus menghindari produk susu sapi lainnya seperti keju, es krim, yogurt, atau mentega untuk mencegah gejala alergi susu sapi semakin parah.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca