Gejala Alergi Susu Sapi dan Nutrisi yang Diperlukan pada Si Kecil Usia 1-3 Tahun

Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto · General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Roby Rizki · Tanggal diperbarui 05/07/2022

    Gejala Alergi Susu Sapi dan Nutrisi yang Diperlukan pada Si Kecil Usia 1-3 Tahun

    Untuk mengenali kondisi kesehatan pada si Kecil, Bunda perlu dengan teliti memperhatikan gejala yang mungkin nampak tetapi jangan terburu-buru mengambil keputusan. Contoh kondisi kesehatan yang tidak boleh luput dari perhatian Bunda adalah gejala alergi. Gejala alergi, terutama alergi makanan pada si Kecil cukup umum ditemukan. Salah satu alergen yang umum menjadi pemicu adalah susu sapi. Gejala dan ciri alergi susu sapi pada anak bisa jadi berbeda-beda.

    Apa saja gejala atau ciri alergi terhadap susu sapi pada anak?

    ciri-ciri bayi alergi susu sapi

    Perlu diingat, alergi susu sapi dan intoleransi laktosa merupakan dua hal yang berbeda. Intoleransi laktosa adalah kondisi yang dapat dialami si Kecil akibat kekurangan enzim laktase, yaitu enzim yang memecah kandungan gula laktosa dalam susu.

    Sedangkan alergi susu sapi merupakan reaksi sistem imun si Kecil akibat pajanan susu sapi. Gejala yang ditimbulkan keduanya mirip; seperti diare, muntah, dan sakit perut.

    Tanda anak alergi terhadap susu sapi

    Tanda atau ciri yang timbul ketika anak alergi susu sapi dapat terlihat secara langsung ataupun setelah beberapa hari mengonsumsi susu sapi atau olahannya. Tingkat keparahan dari gejala bergantung pada si Kecil dan jumlah susu sapi yang dikonsumsi.

    Gejala yang biasanya muncul secara langsung akibat mengonsumsi susu sapi dalam jumlah kecil, di antaranya:

    • Kesulitan bernapas atau napas berbunyi
    • Pembengkakan wajah
    • Ruam dan gatal pada kulit
    • Mengi atau batuk yang tak kunjung mereda
    • Muntah, diare

    Jika si kecil rentan terhadap reaksi alergi yang parah, beberapa ciri alergi susu sapi ini juga dapat timbul. Tingkat parahnya gejala berbeda pada setiap anak dan bergantung pada jumlah susu sapi yang dikonsumsi, di antaranya seperti:

    • Kesulitan bernapas atau napas berbunyi
    • Pembengkakan lidah atau tenggorokan
    • Mengalami kesulitan berbicara atau suara serak
    • Mengi atau batuk yang tak kunjung mereda
    • Pucat

    Saat mendapati anak mengalami gejala atau ciri alergi susu sapi yang parah, segera hubungi atau lakukan kunjungan dokter.

    Nutrisi apa yang bisa diberikan pada si Kecil yang tidak cocok susu sapi?

    susu formula untuk bayi anak diare

    Bunda dapat mempertimbangkan pemberian nutrisi alternatif susu sapi, seperti formula soya yang mengandung isolate protein kedelai dan yang sudah difortifikasi dengan vitamin & mineral yang dibutuhkan untuk mendukung tumbuh kembang anak.

    Apa saja kandungan nutrisi pada formula soya dan fungsinya dalam bantu tumbuh kembang si Kecil yang menunjukan ciri alergi susu sapi? Yuk simak di bawah!

    1. Isolat protein kedelai

    Kandungan isolat protein kedelai dalam formula soya yang difortifikasi dengan makro dan mikronutrien yang dibutuhkan, sehingga dapat menjadi sumber protein yang baik bagi si Kecil.

    Sebagai perbandingan, 200 gram formula fortifikasi mengandung protein sebanyak 7 gram protein, dan 8 gram protein pada susu sapi dengan jumlah yang sama.

    Oleh karena itu, formula soya dapat menjadi pilihan alternatif sumber protein untuk menggantikan susu sapi. Sebanyak 40 gram formula soya mengandung 4 gram protein yang penting bagi pertumbuhan anak, seperti untuk perkembangan sistem imun dan otak. Dalam satu hari, si Kecil usia 1-3 tahun membutuhkan protein kurang lebih sebanyak 13 gram protein.

    Jika Bunda mencari alternatif dari susu sapi akibat anak menunjukan ciri alergi susu sapi tapi tetap ingin memenuhi kebutuhan protein anak, formula soya dapat menjadi salah satu pilihannya.

    2. Vitamin dan mineral

    Formula soya yang telah difortifikasi mampu menyediakan sejumlah vitamin dan mineral yang dibutuhkan si Kecil. Beberapa kandungan yang penting seperti:

    • Kalsium: Penting untuk pertumbuhan tulang dan gigi. Rekomendasi asupan harian sebanyak 700 mg per hari.
    • Vitamin B kompleks: Penting untuk metabolisme, energi, kesehatan jantung dan sistem saraf. Rekomendasi asupan harian sebanyak 0.5 microgram per hari.
    • Vitamin D: Bekerja bersama kalsium dalam menjaga kekuatan tulang dan membantu melawan penyakit kronis di kemudian hari. Rekomendasi asupan harian sebanyak 400 IU (international unit) per hari.
    • Zat besi: Membantu sel darah merah membawa oksigen ke seluruh tubuh. Rekomendasi asupan harian sebanyak 7-10 mg per hari.

    Sejumlah manfaat dari vitamin dan mineral yang dibutuhkan si Kecil tersebut terdapat pada susu soya apabila Anda memilih formula yang tepat.

    3. Bebas laktosa

    Meski jarang ditemukan, si Kecil tak hanya dapat mengalami dan menunjukan ciri alergi susu sapi, tapi juga mungkin mengalami intoleransi laktosa. Laktosa merupakan jenis gula yang ditemukan pada susu dan olahannya. Apabila si Kecil mengalami hal ini, formula soya yang telah difortifikasi dapat menjadi alternatif.

    4. Sumber serat

    Keuntungan lain dari formula kedelai adalah kandungan serat di dalamnya. Susu soya atau kedelai termasuk sumber makanan nabati sehingga dapat sekaligus menjadi sumber serat. Serat dibutuhkan si Kecil untuk menjaga sistem pencernaan yang sehat.

    5. Omega 3 dan 6

    Terdapat juga formula soya yang difortifikasi omega 3 dan 6 yang menjadi kunci dalam pertumbuhan dan perkembangan anak seperti:

    • Mendorong perkembangan otak
    • Kesehatan jantung
    • Sistem imun

    Selain itu, apabila si Kecil menunjukan gejala alergi seperti asma, penelitian menunjukan bahwa asam esensial omega 3 dapat membantu meringankan gejala tersebut.

    Mengonsumsi susu soya secukupnya (1 atau 2 gelas sehari) merupakan alternatif yang baik untuk anak di atas usia satu tahun. Saat anak menunjukkan ciri alergi pada susu sapi, bukan berarti ia harus berhenti mendapat kebaikan dan manfaat dari susu, Bunda.

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Ditinjau secara medis oleh

    dr. Carla Pramudita Susanto

    General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


    Ditulis oleh Roby Rizki · Tanggal diperbarui 05/07/2022

    Iklan
    Iklan
    Iklan